
Kania dan Dimas kini duduk disebuah restoran yang tidak jauh dari apartemen Kania. mereka memesan makan siang mereka.
" kamu beneran mau kerja... tanya Dimas pada Kania.
" iya... memang kenapa. tanya Kania heran.
" gak pa pa.... apa kamu berniat mau lama disini" .
Kania sudah menceritakan apa yang dialaminya pada Dimas, dan alasan dia berada ditempat ini.
" sepertinya begitu... soalnya aku juga belum bisa memastikan hatiku. jawab Kania ragu.
" ya udah... sebaiknya kita makan dulu, ucap Dimas saat melihat pesanan mereka datang.
" Nia gimana kalo kamu kerja sama aku aja, sebagai penyanyi cafe, sepertinya itu cocok untuk kamu yang suka bernyanyi.
" jadi kamu punya cafe....?kok aku gak tahu, tanya Kania kaget.
" la kamu gak pernah nanya... jawab Dimas asal.
__ADS_1
" huh... dasar, Kania berdecak kesal.
" jadi mau gak nih..... tanya dimas lagi.
" baiklah.... aku terima, kata Kania tersenyum manis.
Dimas memandang Kania begitu lekat. sebenarnya dia menyukai wanita cantik didepannya yang baru dikenalnya selama beberapa bulan ini. sifat Kania yang baik dan bersahabat membuat dia nyaman bila dekat dengan wanita itu. tapi dia tidak mau memaksakan egonya.
" Bukankah cinta tak harus memiliki, tapi melihat orang yang kita cintai bahagia maka kita pun akan ikut bahagia "
itulah kata yang selalu ditanamkan dalam hati Dimas. dia tidak ingin Kania menjauh darinya, tapi dengan menjadi sahabatnya, maka Kania akan selalu ada di sisinya seperti saat ini. entah kapan wanita itu nantinya pasti akan pergi menemukan kebahagiaannya.
" hah.... gak papa, cuma baru inget sesuatu.
" apa itu....?? tanya Kania kepo.
" hei..... kepo ya, balas Dimas menggoda Kania.
" ya gak lah.... biasa aja, ucap Kania malu.
__ADS_1
" aku harus pergi dulu, ada sedikit urusan kau tak apakan aku tinggal sendiri..?? nanti aku kirim alamat cafeku ke kamu, pamit Dimas.
" baiklah.... hati-hati, ucap Kania sambil mengangguk.
Saat sampai di tempat Dimas, Kania begitu takjub melihat cafe Dimas, memang tidak terlalu besar tapi nuansa klasik mendominasi setiap ruangan cafe itu. mata Kania tertuju pada sosok pria yang sedang bernyanyi sambil memainkan gitarnya... siapa lagi kalau bukan Dimas.
" hai dah lama.... tanya Dimas menghampiri Kania.
" baru aja sampai.... suara kamu bagus dim, ngapain kamu malah nyari orang buat nyanyi disini...!! kata Kania memuji.
" kamu gak tau ya.... mereka pada bosen sama gue, tiap hari tampang gue aja yang dilihat, jadi saat kamu minta dicariin pekerjaan ngapain gak kamu aja yang gantiin aku, jadi ada suasana baru, ya agap saja cuci mata lah lihat muka kamu yang cantik... jelas Dimas sambil bercanda.
" ya udah sana kerja.... mau nunggu apalagi, mereka udah penasaran tuh sama siapa yang akan memetik gitar disana". suruh Dimas pada Kania.
" siap bos....!! duh baru pertama kerja tapi bos aku galaknya minta ampun... kata Kania sambil terkekeh.
" awas aja Lo..... pelanggan gue kecewa, potong gaji tiada ampun, canda Dimas.
Kania pun menyapa seluruh pengunjung di cafe itu, sepertinya semua kaget melihat Kania, tapi setelah Kania bernyanyi dan memetik gitarnya sepertinya orang-orang terhipnotis oleh suaranya.
__ADS_1
" kamu memang luar biasa Kania, aku sangat beruntung bisa berteman dengan kamu. kata Dimas sambil tersenyum melihat Kania yang sedang bernyanyi.