
" tok... tok... Kania buka pintunya sayang, kita harus bicara...." kata Angga sambil mengetuk pintu kamar Kania.
" biarkan saja dia dulu... mungkin dia butuh waktu, kata Sofi.
" gak bisa sof... aku harus menjelaskan sama Kania, dia salah paham. jelas Angga
" Kania aku mohon... kamu harus dengar penjelasanku.
Beberapa saat kemudian Kania pun keluar. dia tidak ingin menjadi wanita yang terlalu egois, dia ingin mendengarkan apa yang terjadi.
" Kania aku akan jelaskan sama kamu" kata Angga saat Kania membuka pintu kamarnya, Angga pun mengajak Kania duduk di meja cafe.
flashback on
" mas Angga jemput aku di bandara sekarang...??" ucap Elisa
" aku sibuk.... kamu langsung aja ke hotel" kata Angga saat berada di toko perhiasan.
" gak bisa kalo kamu gak mau jemput.... aku bakal bilang sama Tante dan mamah.
" ya baiklah tunggu.... aku kesana sekarang". kata Angga sambil membayar barang yang sudah dipilihnya.
Angga pun menjemput Elisa sepupunya itu di bandara. sebenarnya Angga malas karena gadis itu terlalu manja dan egois.
" mas Angga teriak Elisa saat melihatnya" gadis itupun memeluk Angga dengan erat.
" heh malu dilihat orang... awas lepas" ucap Angga
__ADS_1
" biarin aku kangen sama mas Angga" jelas Elisa kesal.
" aku antar kamu ke hotel " kata Angga sambil berjalan meninggalkan bandara.
" aku gak mau ke hotel.... aku mau ikut mas Angga jelas Elisa.
" huuuh...." Hela nafas Angga lelah. dia membiarkan Elisa mengikutinya. percuma melarang gadis itu, pasti nanti dia berbuat yang tidak-tidak.
Flashback off
" Kania kamu harus percaya sama aku" jelas Angga.
masih tidak ada jawaban dari mulut Kania, dia hanya diam memperhatikan sikap Angga yang sepertinya takut kehilangan dirinya.
" ok.... aku percaya sama kamu" ucap Kania
" iya....." jelas Kania sambil mengangguk.
Angga pun memeluk Kania, dia senang Kania bisa percaya dengan dia.
" hei mas jangan peluk-peluk sembarangan kita bukan muhrim"
Angga segera melepas pelukannya, lalu dia mengeluarkan sebuah kota biru kecil membukanya dan...
" Will you marry me" ucap Angga pada Kania
Kania yang melihat sikap Angga, terharu dan tanpa terasa meneteskan air matanya.
__ADS_1
" terima.... terima.... terima.... kata Sofi dan Raisa saat melihat kejadian itu, Raisa yang tidak begitu mengerti hanya mengikuti Sofi yang terlihat bahagia melihat Kania dan ayahnya.
" gimana Kania" ucap Angga meminta jawaban.
" ya aku mau" jawab Kania
mereka tertawa bersama, Angga memakaikan cincin itu ke jari tangan Kania. begitu pas dan cocok.
" selamat ya sahabat" ucap Sofi mendekat ke arah Kania dan memeluk sahabatnya itu.
" makasih sof" ucap Kania
mereka ber empat duduk bersama. Raisa yang tidak mengerti dengan urusan orang dewasa, hanya ikut gembira melihat kegembiraan mereka.
" Ica pasti bingung ya " tanya Sofi ke Raisa.
gadis kecil itu hanya mengangguk.
" Ica sebentar lagi Tante Kania akan menikah dengan ayah Ica, jadi tanten Kania bisa jadi bunda Ica sepenuhnya.... jelas Sofi.
" beneran yah.... Bunda..?? tanya Ica antusias
Angga dan Kania pun mengangguk bersama.
Ica tampak gembira, dia senang akhirnya Kania menerima ayahnya.
" Ica senang sekali, jadi saat Ica sekolah Ica bisa diantar sama ayah dan bunda seperti teman-teman Ica, saat liburan juga mereka selalu di temani ayah sama bundanya. jelas Ica senang
__ADS_1
Kania, angga dan Sofi yang melihat gadis kecil itu pun merasa sedih juga gembira