
Tak ada raut kebahagiaan di wajah Angga saat pulang kerumahnya, mukanya tampak kusut dan lesu.
" Ayah.... teriak Raisa saat melihat ayahnya kembali"
Angga pun memeluk dan mencium putri kecilnya, dia begitu merindukan gadis kecil itu.
" Kamu sudah pulang nak...?" tanya Bu Rahma pada Angga.
Angga hanya tersenyum menanggapi pertanyaan ibunya, dari belakang Bu Rahma tampak juga berdiri Elisa yang sedang berkunjung ke sana.
" Kak Angga sudah pulang...? aku rindu sama kakak...!! ucap Elisa sambil memeluk tubuh Angga.
Angga hanya tersenyum lesu, dia tak memperdulikan lagi orang-orang yang menyambutnya, dia pun masuk ke kamarnya.
Semua orang heran melihat sikap Angga yang tidak seperti biasanya. Bu Rahma yang melihat sikap anaknya mendadak aneh pun mengikutinya hingga ke kamar.
" Kemana kau pergi Kania...? harus kemana aku mencarimu? ucap Angga.
" Apa yang terjadi nak....? tanya Bu Rahma.
" Kania pergi Bu....!! jelas Angga.
__ADS_1
" Apa.... kemana dia nak, apa kamu sudah mencarinya....? tanya Bu Rahma.
" Sudah Bu.... tapi aku tak bisa menemukannya"
" Apa yang terjadi, kenapa dia pergi....?"
Angga menggelengkan kepalanya, dia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi.
" Yes... ternyata wanita genit itu sudah mati" ucap Elisa dari balik pintu mendengarkan perbincangan Angga dan ibunya.
" lalu bagaimana pernikahan kalian yang tinggal sebentar nak" tanya Bu Rahma.
" Aku juga tidak tahu Bu" jelas Angga frustasi.
Bu Rahma pun keluar meninggalkan kamar anaknya.
" Kania.... dimana kamu....? kenapa kau tega melakukan ini padaku!!! Angga tak henti-hentinya mengatakan kalimat itu.
" Tante ada apa sebenarnya....? tanya Elisa pura-pura tidak tahu.
" Kania tiba-tiba saja pergi Elisa, dan Angga tidak tahu kenapa!!! jelas Bu Rahma.
__ADS_1
" Bunda pergi nek....?" tanya Raisa saat mendengar perkataan sang nenek.
" Iya sayang.... tapi kita akan coba mencarinya" jelas Bu Rahma pada Raisa.
" Aku mau bunda nek..... aku mau bunda" tangis Raisa.
Bu Anggi dan Elisa mencoba menenangkan Raisa, tapi gadis kecil itu tetap saja menangis. Angga yang mendengar tangisan Raisa pun keluar kamar dan menghampiri putri kecilnya.
" Ayah.... apa bunda pergi.... kenapa Bunda ninggalin Ica.... kenapa...? Apa Ica nakal lagi... bilang ke bunda yah.... Ica anak baik, Ica gak akan nakal...!! kata Ica sambil menangis.
Angga tak tahu harus berkata apa, semoga saja ada jawaban dari pertanyaan putri kecilnya itu.
Sedangkan Elisa dia coba meraih kesempatan untuk menaklukkan hati Raisa dan Angga dengan mencoba menghibur ayah dan anak itu.
" Tenang sayang nanti kita coba cari bunda Ica sama-sama ya" ucap Elisa.
Ica pun mengangguk mendengar ucapan Elisa.
" yes selangkah lagi aku bisa menguasai hati bocah kecil ini" gumam Elisa dalam hati.
Keesokan harinya Angga mengajak Raisa dan Elisa mencari keberadaan Kania di semua tempat yang pernah mereka kunjungi. Tapi hasilnya nihil. Mereka tak menemukan keberadaan Kania. Seperti di telan bumi, Kania menghilang tanpa jejak sedikitpun.
__ADS_1
" Kania dimana kamu...? Apa kau tidak mencintaiku..? ucap Angga sambil meremas rambutnya.
Beberapa hari mereka mencari tapi tak ada satu pun informasi mengenai Kania. Tanpa berfikir panjang lagi, Angga pun mengambil ponselnya dan menelpon sekertaris nya untuk membatalkan seluruh acara pernikahannya nanti.