Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Bertemu Kania bag 2


__ADS_3

" selamat datang pak Angga, senang bisa bertemu anda kembali, ucap rekan bisnis Angga.


" terimakasih" ucap Angga singkat.


" silahkan duduk.... apa bapak mau pesan sesuatu dulu... tanya klien Angga.


" nanti saja.... sebaiknya kita mulai dulu rapatnya. ucap Angga pada kliennya.


mereka memilih restoran untuk, mendiskusikan rencana kerjasama mereka. Angga begitu serius mendengarkan setiap penjelasan rekan bisnisnya. saat melihat ke arah luar jendela.... tiba-tiba Angga menjatuhkan berkas yang ada ditangannya. diapun berlari keluar.... membuat rekan bisnisnya bertanya-tanya.


" tadi aku tidak salah lihat kan?? itu Kania benar aku melihatnya itu memang Kania. gumam Angga frustasi karena melihat sosok Kania.


" pak Angga kenapa, apa mencari sesuatu.


tanya rekan bisnis Angga yang mengikuti Angga ketika tiba-tiba keluar.


" ah.... maafkan saya, tadi saya melihat orang yang saya cari-cari. saat merasa melihatnya makanya saya lari.... sekali lagi maafkan saya. ucap Angga merasa bersalah.


" tidak masalah.... apa kita bisa melanjutkan sekarang, tanya klien Angga. Angga pun mengangguk.

__ADS_1


Angga masih tidak fokus karena telah melihat sosok Kania tadi. dia hanya samar-samar mendengar penjelasan kliennya. tanpa berfikir panjang dia pun menandatangani kontrak kerjasama itu. karena sebelumnya dia sudah memeriksanya jadi tidak perlu khawatir.


" mbk Kania tumben jam segini dah kesini, tanya salah satu pelayan cafe Dimas.


" iya lagi bosen di apartemen... jadi aku kesini aja sambil bantu-bantu, jelas Kania sambil tersenyum.


" wah bagus dong jadi kita tambah tenaga.... sahut pelayan cafe yang lain. mereka semua pun tertawa bersama.


terkadang jika suntuk di apartemennya... Kania sering bantu-bantu di cafe Dimas, terkadang jadi pelayan, kasir atau bersih-bersih saat cafe tutup. Kania tak canggung sama sekali karena itupun dia lakukan sama seperti di kedai ice creamnya dulu. sebenarnya Dimas melarang, tapi Kania tetap bersikeras. dia juga cepat akrab dengan semua pekerja di sana karena sifat Kania yang selalu ramah dan baik.


" oh... ya... pak Dimas kemana kok gak kelihatan. tanya Kania.


" pak Dimas pergi belanja Mbk... soalnya bahan dapur dah mulai pada habis, jelas salah satu pelayan.


" eh.... ya gak lah.... aku sama Dimas itu cuma sahabat gak lebih....! jelas Kania


" ya udah yuk.... lanjut kerja... nanti di lanjut lagi ngobrolnya.


" Bruuuk..." suara barang-barang jatuh

__ADS_1


" maaf saya tidak sengaja, ucap Angga karena menabrak seseorang sambil memungut barang orang yang di tabraknya.


" tidak apa-apa saya juga salah.... !!


" sekali lagi ma'af... ucap Angga sambil menyerahkan barang terakhir, dan menatap orang itu.


" Dimas..." ucap Angga mengenali wajah teman lamanya itu.


" Angga..." jawab Dimas tak kalah kaget.


" apa kabar Lo.... lama gak ketemu" sapa Dimas.


" baik... kamu sendiri....?? tanya Angga balik.


" gue pasti selalu baik bro... kok bisa disini, tanya Dimas lagi.


" ada sedikit pekerjaan disini". jelas Angga


" mampirlah ke tempat ku saat pekerjaanmu selesai... kau masih ingat kan".

__ADS_1


" tentu... aku pasti mampir, baiklah aku pergi dulu masih ada urusan, pamit angga. merekapun berpisah.


Angga dan Dimas adalah teman kuliah, mereka berteman cukup akrab dulu, tapi setelah lulus Angga memilih meneruskan bisnis keluarga, sedangkan Dimas memilih membuka cafe di tempat kelahirannya saat ini. semenjak itu mereka tidak pernah bertemu. tapi Angga sering mengunjungi cafe Dimas saat ada bisnis di kota itu...


__ADS_2