Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
kedatangan nenek


__ADS_3

pagi itu Sandra masih berada di rumah Angga, Raisa yang melihat Sandra keluar kamar bersama sang ayah cemberut melihatnya...


" ih dasar Tante genit... gerutu Ica dalam hati.


" pagi sayang... sapa Angga yang melihat Ica sudah rapi dengan seragam sekolah dan duduk di meja makan.


" pagi ayah... sapa Ica ceria.


" pagi sayang sapa Sandra pada Ica.... tapi gadis kecil itu hanya diam saja.


" Ica....tegur Angga pada Ica yang hanya diam saja saat di tegur Sandra.


" pagi Tante... dengan malas Ica membalas.


Angga memperhatikan sikap anaknya yang berbeda saat bersama Kania. bocah kecil itu selalu tertawa saat bersama Kania, sedangkan dengan Sandra dia selalu jutek.


Raisa menatap jengkel ke arah Sandra yang dari tadi hanya memperhatikan ayahnya, tanpa menghiraukan dirinya lalu dia memutuskan untuk berangkat ke sekolah.


" ayah Ica pergi sekolah dulu...pamit Ica sambil mencium tangan ayahnya.


" Ica gak berangkat sama ayah... ini masih pagi sayang, tanya Angga ke anaknya.

__ADS_1


" Ica ada janji sama Tante Kania sebelum masuk kelas... jelas Ica. diapun pergi ke sekolah diantar Mbk puji.


" sepertinya Ica Deket sekali mas sama Kania... memang Kania itu siapa? tanya Sandra pada Angga.


" dia pemilik kedai ice cream dekat sekolah Ica... jelas Angga.


" sepertinya tidak hanya Ica yang dekat sama dia tapi kamu juga.... tanya Sandra.


" sudahlah san aku mau pergi ke kantor, terserah kamu mau tetap disini atau pulang, Angga berdiri sambil meninggalkan Sandra.


Sandra yang di tinggalkan begitu saja langsung marah, diapun memutuskan untuk pulang.


" Ica apa yang kamu lakukan disini...tanya Angga pada putrinya.


" ayah... Ica berlari dan memeluk ayahnya.


" Ica bukannya tadi Ica sudah makan... kenapa Ica mengganggu Tante Kania... tegur Angga pada anaknya.


" maaf ayah.... sebenarnya Ica tadi belum sarapan, karena melihat Tante Sandra hanya memperdulikan ayah tidak dengan Ica, hati Ica sedih... jelas Ica sambil ingin menangis.


bagaikan di sambar petir tubuh Angga kaku seketika... bagaimana dia tidak memperhatikan putri kecilnya.

__ADS_1


" maafkan ayah sayang... ayah tidak tahu, ucap Angga merasa bersalah.


" ya udah kan Ica udah nemenin Tante Kania sarapan.. jadi nggak usah sedih lagi ucap Kania sambil mengelus rambut Ica yang masih di gendongan ayahnya.


Angga yang melihatnya pun tersenyum, entah bagaimana Kania selalu bisa membahagiakan putrinya.


Angga pun mengantar putrinya ke sekolah dan bergegas kekantor. karena banyak meeting yang harus di hadiri.


siangnya saat pulang sekolah Ica langsung pulang tidak main ke tempat Kania, karena tadi pagi dia sudah kesana, ayahnya melarangnya datang kesana karena takut merepotkan kania , dan Ica mengerti.


" Raisa sayang.... sapa Bu Rahma nenek Ica ibunya Angga.


" nenek..... Ica berlari ke pelukan neneknya.


" nenek kapan datang....? kenapa tidak memberitahu Ica.... tanya Ica kepada neneknya.


" tadi pagi sayang... saat nenek sampai di sini ternyata kalian sudah pergi... nenek sengaja tidak memberitahu soalnya nenek pengen beri kejutan... jelas Bu Rahma sambil memeluk dan mencium pipi cucu kecilnya.


" ya sudah ayo kita masuk.... nenek sudah masak makanan kesukaan Ica.


" ok nenek... jawab Ica semangat.

__ADS_1


__ADS_2