Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Kania


__ADS_3

Dalam sekejap saja dunia ku berubah... kedatangan gadis kecil yang imut dan cantik saat menabrak ku di depan cafe membuat diriku menyukainya.


setiap hari gadis kecil itu selalu datang


" Ica suka bikin kue, tanya Kania pada Raisa bocah kecil itu pun mengangguk antusias.


" suka Tante....tapi gak pernah diajakin Mbk puji...." dahi Kania mengkerut


" Ica gak punya mama Tante, Ica cuma punya ayah, nenek sama Mbk puji, tampak gadis kecil itu menahan air matanya saat bicara.


semenjak saat itu hatiku menjadi iba dan ingin selalu dekat dengan gadis kecil itu.


hingga suatu hari permintaan gadis kecil itu untuk memintaku menjadi ibunya semakin membuat ku merasa tidak nyaman. apalagi ayahnya sudah memiliki kekasih.


" Tante... maukah Tante jadi Bunda Ica... Ica berkata sambil memegang tangan Kania.


" Ica mohon tante, Ica gak mau ayah nikah sama Tante Sandra.... mohon Ica sambil menangis.

__ADS_1


" itu gak mungkin sayang.... ayah Ica sama Tante Kania gak ada hubungan apa-apa dan ayah Ica mencintai Tante Sandra.


hatiku begitu bimbang tak kala aku bertemu dengan ayah gadis kecil itu. antara ya dan tidak tapi aku tidak ingin di bilang sebagai perebut pacar orang.


dia bilang menyukai diriku tapi dia juga bilang tak bisa meninggalkan kekasihnya.


" oh jadi ini yang kamu lakukan di belakang aku mas... teriak Sandra keras pada Angga.


" Sandra.... ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku bisa menjelaskannya, kata Angga sambil memegang bahu Sandra.


" Dan kau pelakor.... kau sungguh menjijikkan, kata Sandra pada Kania sambil menampar pipinya.


seketika perkataan Sandra menghancurkan hatiku, dia menyebuku sebagai pelakor dan wanita murahan, hatiku begitu sakit.


akupun memutuskan untuk pergi menenangkan diri.... berbulan-bulan aku pergi meninggalkan sahabat baikku dan bertemu dengan sosok laki-laki yang begitu baik dan ramah.


" mau minum... tawar pria tadi sambil menyerahkan botol air mineral pada Kania.

__ADS_1


" terimakasih... Kania menerima botol itu.


" kenalkan aku Dimas... sambil menyodorkan tangan ke Kania.


" Kania...." akupun membalas jabat tangan Dimas.


perkenalan itu membuat hubunganku dengan Dimas menjadi sahabat baik. dia membantuku selama aku tinggal di kotanya.


saat hatiku sudah tenang disana, kedatangan Angga membuatku memilih jalan untuk bersanding dengannya. permintaan Raisa yang menginginkan aku untuk menjadi ibunya ku iyakan, karena aku tak mau membuat hati gadis kecil itu kecewa karena menunggu ku terlalu lama.


hari berganti hari hubungan ku dengan Angga semakin membaik. Angga menunjukkan betapa dia benar-benar mencintaiku, dia rela melakukan apa yang kumau dan rela bersabar dengan hatiku yang mengacuhkannya. kini tubuhku terasa mati rasa mengingat semua kejadian yang sudah ku alami. bayangan kisah singkat yang mampu mengubah duniaku akankah berakhir disini.... hanya teriakan samar sahabatku yang sayup-sayup kudengar karena tubuhku terasa sakit.


" Kania bangun Kania kamu gak boleh ninggalin aku" teriak Sofi sambil memeluk tubuh Kania.


Sofi menangis sejadi-jadinya melihat tubuh Kania yang penuh darah, dia tidak tega melihat tubuh sahabatnya itu terluka.


" Sofi.... dengar...kan aku, .... bawa aku pergi jauh dari sini...... aku ingin melupakan semua kenangan indah ini.... ja.... Ngan beri....ta..u... mas Angga.... tentang diriku......" ucap Kania dengan terbata lalu dia pun memejamkan matanya dan tak sadarkan diri. Sofi yang melihat Kania menangis histeris..... tak mampu berkata-kata.

__ADS_1


__ADS_2