Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Pengakuan Angga


__ADS_3

" telfon... tidak... telfon... tidak, itulah kata-kata yang diucapkan Angga saat ini sambil menggenggam telfon genggamnya. setelah ibunya menceritakan kejadian kemarin tentang putri kecilnya yang meminta Kania untuk menjadi ibunya, perasaannya kini bercampur aduk antara senang dan juga ragu.


senang karena dia dan putri kecilnya sama-sama menyukai wanita cantik itu dan ragu karena hubungannya dengan Sandra pun baik-baik saja.


Angga akui sejak pertemuannya dengan Kania pertama kali hati Rangga sebenarnya mulai jatuh cinta pada Kania, tapi dia juga tak mau melukai hati Sandra. wanita itu sudah menemaninya selama beberapa bulan ini sedangkan Kania baru sebentar mengisi kehidupannya dan putri kecilnya.


jika dia menyatakan isi hatinya akankah Kania menerimnya lalu jika dia menerimanya bagaimana dengan Sandra.


Angga frustasi dengan kondisinya saat ini. siapkah yang haru dipilih.


" akkkhhh.... teriak Rangga frustasi sambil memegang kepalanya.


" sebaiknya aku telfon saja.... ucap Angga dan akhirnya memutuskan menghubungi Kania.


" ha...hallo....suara Kania gugup.


" hallo kania bisa kita bertemu sekarang... tanya Angga.

__ADS_1


" baiklah.... ketemu dimana.


" nanti aku SMS tempatnya.... kata Angga singkat.


" baiklah aku pergi sekarang.


merekapun menutup telfonnya. Angga mengabari lokasi pertemuan mereka, sedangkan Kania bergegas pergi.


Angga sampai di cafe tempatnya janjian terlebih dulu. wajahnya tampak sedikit tegang saat ingin bertemu dengan Kania.


" oh tidak... aku juga baru sampai, jawab Angga.


" duduklah....Angga mempersilahkan Kania duduk.


" apa yang mau dibicarakan.... tanya Kania tanpa basa-basi.


" ini soal permintaan anakku kemarin.... bagaimana menurutmu, tanya Angga spontan yang membuat Kania bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


" lalu apa pendapat mas Angga... Kania balik bertanya.


" Jujur Kania sebenarnya saat pertama kali kita bertemu...aku sudah menaruh hatiku padamu. sikap mu yang lembut, sabar dan penyayang membuat aku tertarik, kamu begitu menyayangi putriku yang aku sendiri tidak bisa memberikan sepenuhnya, setiap hari putriku selalu bercerita tentang dirimu, bagaimana kamu mengajaknya bermain, mengajari hal-hal baru yang tak pernah aku ajarkan, membuat aku yakin kamulah sosok ibu yang di inginkan oleh putriku.


" tapi aku mungkin egois... aku menginginkanmu untuk menjadi ibu bagi putriku... tapi aku juga masih mencintai Sandra karena dia pacarku. kata Angga jujur".


hati Kania terasa sakit mendengar pengakuan angga, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.


" mungkin bukan rasa suka yang ada dihati mas Angga untukku... tapi itu hanya rasa kagum saja. kata Kania berusaha tegar.


" entalah Kania aku sendiri gak tau dengan perasaanku sendiri....tapi tidak maukah kau mempertimbangkan permintaan putriku untuk menjadi ibunya. bahkan di tidurnya pun dia selalu memanggil namamu.


hiks....hiks....hikss... akhirnya pertahanan air mata Kania tidak bisa tertahan lagi. dia menunduk dan menangis sejadi-jadinya. Angga yang terlihat bingung menghampiri nya dan memeluknya, menempelkan kepalanya ke dada bidangnya. ada rasa sakit di hati Angga saat melihat Kania menangis karena dirinya.


Kania merasakan kenyamanan saat di peluk oleh Angga. tanpa sadar diapun melingkarkan tangannya ke perut Angga. untung suasa cafe saat itu sedang sepi.


" maafkan aku Kania... ucap Angga sambil mengecup kening dan mengelus punggung Kania. Angga merasa sangat bersalah. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka penuh emosi, dan ingin rasanya menghakimi mereka.

__ADS_1


__ADS_2