Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
Kenyataan yang menyakitkan


__ADS_3

Mendengar ucapan Elisa Angga selalu memperhatikan gerak-gerik wanita tersebut.


" Mas Angga kenapa..." tanya Elisa.


" Gak pa pa sepertinya semakin hari kamu semakin cantik Elis" goda Angga.


Elisa yang di puji Angga melambung tinggi hatinya, dia begitu senang mendapat pujian dari Angga.


" Ih mas Angga gombal deh" ucap Elisa.


Angga sengaja melakukan itu untuk mencari tahu apa yang dilakukan Elisa.


" Aku ke kamar dulu istirahat" pamit Angga.


Angga pun masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Elisa membereskan bekas makan mereka.


" Selalu standby , ikuti kemanapun perempuan itu pergi" suruh Angga pada orang suruhannya.


Beberapa saat kemudian Elisa menghampiri Angga di kamarnya.


" Mas aku harus keluar sebentar gak papa kan kamu aku tinggal...? tanya Elisa.


" Oh ya gak pa pa kok, aku bisa di rumah sendiri!! jawab Angga.

__ADS_1


Elisa pun pergi dari rumah angga. Tanpa sepengetahuannya orang kepercayaan Angga mengikuti dari belakang.


" Iya tunggu aku kesana sekarang...!! jawab Elisa di telfon.


Saat di rumah Angga, Elisa mendapat telfon dari temannya yang dia suruh untuk mencelakai Kania. Beberapa saat perjalanan kini dia sampai di sebuah restoran.


" Kenapa kau mencarimu...? tanya Elisa.


" Aku ingin sisa pembayaran ku"


" Aku sudah memberikan semuanya padamu" ucap Elisa sedikit emosi.


" Apa kau mau aku bongkar bahwa kau telah membunuh gadis yang tak berdosa pada laki-laki yang kau sukai itu".


" Aku tentu bisa melakukannya Elisa, akan aku katakan bahwa kau telah menyuruhku membunuh Kania". ancam temannya.


Elisa tak berani berbuat apa-apa, dia menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang. Tanpa sepatah katapun dia langsung meninggalkan temannya itu.


Di sisi lain, orang kepercayaan Angga sudah menyerahkan rekaman suara yang berhasil di dapatkannya kepada Angga.


" Jadi kau tega melakukan itu Elisa, tak akan kubiarkan hidupmu tenang".


Tanpa berfikir panjang Angga melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib.

__ADS_1


" Mas Angga sedang apa diluar....? tanya Elisa saat sampai di depan rumah Angga.


" Aku menunggu kamu" jelas Angga.


" So sweet banget sih mas pake nungguin aku " ucap Elisa manja.


Beberapa saat kemudian polisi datang, Bu Rahma dan Ica pun datang, karena mereka pulang dari sekolah.


" Selamat siang Bu Elisa, kami membawa surat penangkapan anda, karena kasus percobaan pembunuhan. jelas pak polisi.


" Tapi saya tidak melakukan apapun pak, mas tolong aku!! pinta Elisa pada angga


Angga tak menghiraukan ucapan Elisa, dia lalu memutar rekaman yang di dapatkannya dari anak buahnya itu.


" Tega sekali kau lakukan itu pada Kania Elis..." teriak angga.


Angga begitu marah.... Bu Rahma yang mendengar semua itu begitu tak percaya, sungguh dia tak mengira keponakannya akan melakukan hal jahat seperti itu.


Elisa pun tak berani berbuat apa-apa, dia kemudian mengikuti arahan para aparat negara itu untuk pergi ke kantor polisi.


" Nak apa kamu tidak apa-apa", tanya Bu Rahma pada Angga.


Angga hanya menggeleng tak berdaya, dia tak tahu lagi harus berbuat apa, fikirannya kini hanya satu dimana Kania, jika dia meninggal dalam tabrakan itu dimana makamnya, jika tidak meninggal lalu dimana dia sekarang.

__ADS_1


🙏🙏 maaf mungkin novel ini akan saya revisi lagi dengan bahasa yang lebih baik lagi dengan judul yang baru, mohon tunggu ya... dan maaf jika ada kata-kata yang kurang beekenan.


__ADS_2