Maukah Kau Jadi Ibuku

Maukah Kau Jadi Ibuku
ziarah ke makam ayah dan ibu


__ADS_3

keesokan harinya Kania dan Angga mengunjungi makam orang tua Kania, icapun ikut dengan mereka.


" ayah.... ibu.... Kania datang hari ini, maaf karena sudah lama tidak mengunjungi kalian" ucap Kania saat berada di makam kedua orang tuanya yang bersebelahan.


Kania tidak kuasa menahan air matanya. dia menangis sejadi-jadinya. Angga dan Raisa yang melihat Kania menangis ikut merasakan sedih.


" ayah..... ibu.... terimakasih sudah melahirkan perempuan yang begitu sangat baik dan cantik. saya sangat beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Kania, ijinkan saya untuk menjaga, menyayangi, dan melindungi Kania. kata Angga.


" kakek.... nenek.... terimakasih sudah membesarkan bunda dengan baik, sekarang Bunda Kania sudah jadi ibunya Ica, Ica sayang sama Bunda, Ica akan bantu ayah untuk menjaga Bunda, jadi kakek sama nenek gak usah khawatir lagi, kata Raisa dengan suara khas anak kecil yang lucu.


Kania semakin menangis terharu, mendengar ucapan Angga dan Raisa.


" Tuhan terimakasih sudah mengirimkan orang-orang yang begitu menyayangiku" ucap Kania dalam hati.


" Bunda jangan nangis lagi, kakek dan nenek pasti sedih kalo melihat Bunda menangis" kata Ica.


" Bunda nangis bukan karena sedih sayang, tapi Bunda terharu sama ayah dan kamu. jelas Kania.


" terimakasih sudah hadir di kehidupan Bunda sayang" ucap Kania


setelah selesai berziarah ke makam orang tua Kania, mereka bertiga pun menghabiskan waktu bermain bersama Raisa di sebuah taman yang penuh dengan permainan anak-anak, gadis kecil itu tampak bahagia bermain bersama anak-anak yang baru di kenalnya.

__ADS_1


" kamu gak pa pa Kania...." tanya Angga.


" Hem.... gak pa pa kok mas, mata aku sembab ya karena habis menangis..??


"sedikit sih tapi tetap cantik kok" goda Angga.


" kalo aku gak cantik mana mungkin kamu mau sama aku....." jawab Kania.


mereka tertawa bersama.


" aku suka jika kamu tertawa seperti ini Kania"


" iya... ma'af tadi pasti kamu khawatir ya sama aku".


" terimakasih mas, atas kebahagiaan yang kamu berikan, aku senang bisa bertemu dengan kamu. kata kania


" aku juga bahagia Kania, bisa mengenal wanita seperti kamu".


" tapi terkadang pasti aku membuat kamu khawatir"


" maka dari itu sayang, ijinkan aku menjaga, melindungi dan menyayangi kamu, aku gak bisa kehilangan kamu, apalagi Raisa dia begitu menyayangi kamu melebihi diriku. jelas Angga sambil memegang tangan Kania.

__ADS_1


" iya.... aku pasti ingat itu" jawab Kania.


" ayah... Bunda.... Ica capek mau pulang" teriak Raisa saat selesai bermain.


" duh anak Bunda capek ya.... ya udah pulang yuk" ajak Kania.


" mau ayah gendong...? tawar Angga pada putrinya.


" mau... mau" jawab Ica sambil mengangguk.


Angga pun menggendong Ica di sebelah tangannya, sedangkan tangan yang satunya menggandeng tangan Kania.


mereka begitu bahagia, sampai orang-orang yang melihat mereka pun menjadi iri di buatnya.


" sayang kamu ikut aku pulang atau langsung balik" tanya Angga.


" aku balik aja deh mas ke cafe, lagian Ica juga sudah tidur" jawab Kania saat di mobil


" ok.... aku antar kamu pulang dulu"


"sepertinya Ica bener-bener capek mas, tidurnya pulas banget" ucap Kania.

__ADS_1


" iya sayang... dia senang banget tadi waktu main di taman, apalagi di temenin sama kamu. kata Angga


" iya mas aku juga seneng bisa selalu nemenin Ica main, aku ingin menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti. jelas Kania


__ADS_2