
sampai menjelang malam tiba Kania masih merasa sedih.... dia tidak bisa membayangkan bahwa Angga tidak menepati janjinya, dan tega berselingkuh.
" Bunda kenapa...." tanya Raisa yang melihat bundanya terlihat sedih.
" gak pa pa sayang.... bunda cuma lagi kurang enak badan, jawab Kania bohong.
" Bunda sakit... mau kedokter... telfon ayah bunda kita kedokter, kata Ica cemas".
" Bunda g pa pa sayang, nanti tidur juga sembuh".
" ya udah Ica mau kebawah dulu.... nungguin ayah jemput".
Kania kembali meringkuk di atas tempat tidur, dia menagis sejadi-jadinya hingga tertidur.
di kantor Angga masih sibuk dengan pekerjaannya, sampai dia lupa harus menjemput putrinya. dia mencoba menghubungi Kania tapi tidak di angkat.
" besok sajalah mungkin mereka sudah tidur" ucap Angga sambil melihat jam tangannya yang ternyata sudah jam dua belas malam. lalu dia memutuskan untuk pulang.
paginya Angga berangkat ke kantor lebih pagi karena ada meeting penting yang tidak bisa ditinggal, dia mencoba menghubungi Kania tapi tidak ada jawaban.
" sudah bangun Nia.... gimana keadaan kamu..??tanya Sofi sambil membawakan makanan ke kamar Kania"
" sudah lebih baik sof...." jelas Kania
" mandilah dan sarapan... aku mau nganter Ica sekolah dulu"
__ADS_1
" Ica disini tumben pagi-pagi sudah kesini? tanya Kania heran.
" dia gak di jemput sama Angga.... takut ganggu istirahat kamu jadi semalam aku nyuruh Ica tidur di kamar aku. jelas Sofi lalu pergi meninggalkan Kania.
Kania tidak habis pikir, kenapa Angga seperti itu, bahkan dia melupakan anaknya.
" apa jadwal saya lagi setelah ini..?tanya Angga pada sekertarisnya saat berjalan menuju ruangannya.
" tidak ada pak , tapi besok pekerjaan bapak mungkin lebih banyak. jelas Diana sekertaris Angga.
" ya sudah kalo begitu , kamu teruskan saja pekerjaan kamu , kata Angga sambil masuk keruanganya.
Angga membuka jasnya merebahkan tubuhnya di atas sofa. tubuhnya capek karena pekerjaannya yang banyak akhir-akhir ini.
" siapa yang berani menaruh ini disini...." ucap Angga geram.
" masuk keruangan saya sekarang" ucap Angga pada sekertarisnya.
" ada yang bisa saya bantu pak...? tanya Diana
" siapa yang naruh ini disini...." tanya Angga dengan suara keras.
" sa... saya pak.... kemari bapak yang nyuruh. jelas Diana terbata. dia gugup karena bos-nya sepertinya marah.
Angga berfikir sejenak... mengingat perkataan Diana.
__ADS_1
" siapa yang ngantar makanan ini....?
" oh.... itu pak.... kemarin resepsionis yang mengantar, katanya itu dari seorang wanita dan anak kecil pak, tapi saat melihat bapak datang dia malah langsung pergi dan meniggalkan ini. jelas Diana
" matilah aku..... gumam Angga lalu berlari meninggalkan sekertarisnya yang masih bingung.
" kenapa tuh pak bos...." gumam Diana lalu membereskan paper bag berisi makanan basi itu.
Angga memicu mobilnya dengan sangat cepat. dia tahu apa yang dilihat Kania kemarin. pikirannya kini kacau.
" Kania...." panggil Angga saat berada di dalam cafe Kania".
suasana cafe saat itu sepi.... karena hari ini mereka tutup.
" mas Angga.... kata Sofi saat keluar dari dapur.
" Kania mana sof.... ???
" oh.... dia jemput Ica .... jelas Sofi.
" tuh dah pulang....?? kata Sofi sambil menunjuk arah Kania dan Raisa.
" ayah.... teriak Ica lalu berlari memeluk ayahnya. Angga pun menyambut pelukan sayang sang anak.
Kania yang melihat hanya berlalu pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1