
Tanpa hentinya Angga memandang kedekatan Kania dan putri kecilnya, dia merasa bersalah...dengan Kania yang orang lain saja gadis kecil itu bercerita apa saja yang dilakukan saat di rumah atau di sekolah tapi dengan dirinya sendiri anak itu tak pernah mau cerita.
" Tante cantik kemana aja kemarin... Ica kesini tiap hari tapi tantenya gak ada, tanya Ica ke Kania.
" Tante cari inspirasi sayang biar bisa bikin ice cream yang lebih enak"
" ice cream Tante sudah paling enak..... puji Ica ke Kania.
" terimakasih sayang"
mereka yang melihat pemandangan itu pasti mengira mereka keluarga kecil yang bahagia.
karena kelucuan Ica dan kedekatan Kania pada gadis kecil itu membuat mereka seperti keluarga.
" Tante Ica mau ketoilet dulu... pamit Ica pada Kania".
" oh iya sayang apa mau Tante temani..."
" tidak usah Tante Ica bisa kok.... Tante disini aja sama ayah, icapun berlalu pergi ke toilet.
ada rasa canggung menyelimuti dua insan yang duduk bersama disana.
" terimakasih..." ucap Angga tiba-tiba.
__ADS_1
" hah... Kania kaget.
" terimakasih karena sudah mau jadi teman Ica selama ini" ucap Angga
" oh... tidak masalah, Ica anak yang baik dan lucu aku senang bisa kenal dengan dia. semenjak dia sering main ke sini suasana tempat ini jadi hangat. ucap Kania dengan sedikit gugup".
" aku memang terlalu sibuk dengan urusan kantor... sampai tidak ada waktu untuk sekedar menemani dia main atau jalan-jalan".
" tidak pa pa kamu bisa mengantar dia kesini kalo sibuk.... saya akan membantu menjaganya, tawar Kania pada Angga.
awalnya ada rasa canggung tapi lama-lama mereka mulai terbiasa, Ica lah yang menjadi topik pembicaraan mereka. Angga banyak bercerita tentang Ica. tentang siapa ibu kandungnya, alasan Angga menjadikan Ica sebagai anaknya. entah kenapa Angga merasa nyaman saat ngobrol dengan Kania walaupun mereka baru bertemu.
" Ica ngapain kamu duduk disini...tanya Sofi saat melihat Ica duduk di dapur.
Sofi tampak bingung dengan penjelasan Ica.
" maksud kamu apa sayang....tanya Sofi heran.
" ih Tante ni gimana sih.... biar ayah bisa deket sama Tante cantik Ica mau Tante cantik jadi ibu Ica Tante.
Sofi yang mendengar penjelasan Ica hanya bengong heran.... siapa yang ngajarin bocah kecil ini.
" tapi kenapa harus tante Kania sayang".
__ADS_1
" Tante cantik itu baik Tante, dia sayang sama Ica pokoknya Tante cantik itu yang terbaik deh Tante... jelas Ica semangat.
" mau gak Tante bantuin...?.
" beneran Tante Sofi mau bantuin Ica.... tanya Ica antusias.
" beneran dong.... TOS dulu kita. mereka pun sepakat untuk kerjasama.
" eh...tapi Ca bukanya ayah kamu udah punya pacar ya? tanya Sofi
" siapa Tante??...oh Tante Sandra tapi Ica g suka Tante , kayaknya Tante Sandra maunya sama ayah aja g mau sama Ica, jelas Ica sedih.
" ya udah gak papa pokoknya Tante bakalan bantuin Ica.
" sekarang kamu balik dulu kesana, nanti ayah sama Tante cantik curiga lagi kamu gak balik-balik. besok kita bicarakan rencana kita..!! ok
" baik Tante" icapun menghampiri Angga dan Kania kembali.
" udah sayang kok lama banget, tanya Kania "
" udah.... ayah pulang yuk Ica udah ngantuk". icapun menggosok-gosok matanya yang memang sudah ngantuk.
Angga pun menggendong Ica, tak lupa Kania mengantar sampai ke mobilnya. mereka pun berlalu pergi.
__ADS_1