
Bagi seorang Vinsen, kebangkrutan perusahaan milik keluarganya adalah sebuah malapetaka besar yang mengharuskan ia untuk menikah dengan putri bungsu dari keluarga yang bisa menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan.
Sementara, ia memiliki seorang kekasih yang sangat dicintainya. Yang sudah menemani hidupnya selama dua tahun ini. Sangat tidak mungkin bagi Vinsen untuk meninggalkannya dan mengakhiri hubungan.
Sedangkan orang yang bisa menyelamatkan perusahaan, hanyalah Vinsen. Mau tak mau, demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Vinsen bersedia menikah. Dengan syarat, tak ada satu orangpun yang boleh memaksanya untuk menaruh hati pada istrinya nanti.
__ADS_1
Baginya, pernikahan yang harus dijalaninya
adalah sebuah bencana.
Sedangkan bagi Adisty, pernikahan antara dirinya dengan Vinsen adalah sebuah takdir ajaib dalam hidupnya.
__ADS_1
Bahkan Vinsen tak pernah menganggapnya ada. Vinsen bagai membatasinya dengan sebuah sekat tak kasat mata yang berhasil diciptakannya di antara mereka.
Membatasi ruang gerak Adisty sebagai seorang istri.
Beberapa kali dengan sengaja melukai perasaan Adisty agar Adisty meminta cerai darinya.
__ADS_1
Tapi, tidak semudah itu.
Karena sekeras apapun Vinsen berusaha mengakhiri pernikahannya dengan Adisty. Maka, sekeras itu pula Adisty berusaha mempertahankannya.