
Cavero dan kalya sampai ke Rooftop, disana tidak ada yang memulai pembicaraan, hanya kesunyian yang terdengar, dan keributan yang terjadi di bawah.
" Yaya. " Akhirnya cavero memulai pembicaraan
Kalya menoleh menatap cavero, sedikit mengernyit mengapa cavero membawanya kesini, apakah ada hal penting yang harus di bicarakan? Dan apa harus di bicarakan berdua? Apa se privasi itu?, tanya kalya di dalam hati.
" Ada yang perlu lo omongin sama gue. " Tanya kalya setelah sekian lama cavero diam
" Kenapa lo kemarin nanyain barang lo yang ilang. " Tanya cavero pura pura tidak tau.
" Karna lo yang terakhir kali masuk ke kamar gue, dan pas banget lo ada di sekitar rak boneka gue." Jawab kalya datar
" Gue ga ada ngambil apa apa dari kamar lo ya. " Terang cavero mencoba tenang agar tidak terlihat gugup di depan kalya
" Gue mau lo jujur, gue gasuka banget ada orang yang boongin gue. " Jawab kalya tanpa menatap ke arah cavero
" Beneran bukan gue. " Putus cavero, dia akan tetap membohongi kalya, sampai dia benar benar siap untuk membicarakan masalah nya dengan kalya dimasa lalu
" Yaudh lah klo bukan lo. " Jawab kalya berdiri akan meninggalkan cavero, tetapi dengan cepat cavero menarik pergelangan tangan kalya agar kembali duduk di tempat semula.
" Apa lagi. " Tanya kalya mengangkat alisnya
" Seberapa penting barang itu sama kehidupan lo. " Tanya cavero menatap kedua mata kalya dalam seakan menyelami perasaan yang di rasakan oleh kalya, kalya duduk kembali di samping cavero.
" Barang gue yang hilang ya, barang yang sangat berarti buat gue, gue ga mau ngomong banyak sama lo, maksudnya gue gamau nyeritain semuanya sama lo. " Jawab kalya menerawang ke depan
__ADS_1
" Gue ga maksa lo buat nyeritain tentang barang itu, gue cuma mau tau, seberapa pentingkah barang yang hilang itu buat lo." Kata cavero yang masih menatap kalya, merasa enggan untuk sedetik pun menoleh, menatap gadis cantik yang ada di depannya itu
" Barang gue yang hilang itu ada untung sama engganya buat gue, Sering kali bayangan akan seseorang di masa lalu muncul karena gue belum sepenuhnya nerima kenyataan yang ada. Tapi gue udah berusaha buat biasain diri gue buat ga larut di masa lalu,karna itu nyakitin ati gue." Jawab kalya tersenyum samar, cavero merasa kasihan kepada kalya, karena ini merupakan masalah yang di buatnya
" Lo harus nerima situasi yang baru, karna sesuatu yang baru itu adalah kunci. Terus menerus terbayang dengan masa lalu cuma bakal nyiksa lo doang,nyiksa secara batin lo maupun juga fisik kalo lo udah depresi terus nekat nyakitin fisik lo sendiri . Berhenti bersikap keras pada diri sendiri. Pelan-pelan lupakan seseorang di masa lalu itu dan kembali lanjutin hidup." Jelas cavero panjang lebar menjelaskan kepada kalya
Walaupun dia tau seseorang di masa lalu itu, banyak kemungkinan bukan kalya akan kecewa padanya yang mecuri barang darinya, dan juga tidak bilang dari awal bahwa dia adalah sosok yang di carinya selama beberapa tahun ini, dia ingin mengetes seberapa cintanya kalya kepadanya.
Kalya diam, masih mencerna apa yang cavero ucapkan, apakah ini artinya cavero ingin dia melupakan seseorang yang ada di masa lalunya, kalau iya maka jawaban yang di berikan kalya adalah dia belum siap untuk itu.
" Ingat yaya kalo lo akan selalu pantas buat ngerasain apa itu bahagia dan lo juga berhak dapetin seseorang yang lebih baik di masa depan." Imbuh cavero, terlihat kalya menunduk, cavero tau ini sulit buat dia, tapi itu juga sulit buat cavero, cavero belum mempunyai kebenaran untuk mengatakan apa yang terjadi di masa lalu.
" Gue gatau bingung banget, udah ah gaush di bahas, kalo hilang yaudh. " Jawab kalya mencoba untuk tersenyum
" Seorang sahabat bisa keras sama lo mungkin mereka punya harapan lebih dari lo daripada sama orang lain. Orang lain biasanya cuma ngeliat lo dari sudut pandang mereka sendiri. Tapi lo ga bakalan bisa ngeboongin sahabat lo,apalagi Gwen,dyra sama ovra mereka sahabat lo udah dri lama kan." Kata cavero, entah mengapa hari ini banyak kata kata yang keluar dari mulutnya, apakah dia kesurupan malaikat.
Kalya hanya diam mendapat banyak kata kata yang keluar dari mulut cavero, dia juga bingung apa yang terjadi dengan cavero, tidak biasanya dia memberikan wejangan kepadanya, apakah cavero akan menjadi ustadz ataukah dosen pikirnya
" Udah ah gaush di bahas ga penting juga, mendingan kita balik ke kelas, pasti tu temen temen lo sama temen temen gue pada nyariin." Ucap kalya mencoba tersenyum walaupun pikirannya sedang berkelanana kemana mana
" Inget kata kata gue yaya. " Kata cavero berdiri dan menggandeng tangan kalya, kalya hanya menerima perlakuan dari cavero
Di tengah perjalanan dia di hadang oleh dua cabe cabean , siapa lagi kalo bukan Reni dan ikan teri.
" Jangan lupa pertandingannya udah di mulai besok. " Kata Reni angkuh sambil memperhatikan kuku cantik nya, yang kalya yakini dia baru saja dari salon dan memasang kuku palsu
__ADS_1
" Iye jangan khawatir." Jawab kalya malas, enggan untuk menanggapi celoteh Reni dan ikan tery pagi ini
" Jangan nangis ya lo siap siap kalah haha hahaha hahah hahah. " Tawa Reni di restai ikan tery
" Haha haha haha bener banget, kalo lo mau mundur sekarang masih bisa kok. " Kaya tery memandang remeh kalya
Dengan malas kalya hanya diam dan tanpa di duha kalya menarik beberapa kuku kuku cantik Reni, sedangkan caverk hanya tertawa dalam hari melihat apa yang di lakukan kalya
" Heh kurang ajarrrr. " Teriak Reni hang melihat kalya berjalan mendahuluinya
" Balikin kuku gue anjing. " Kata Reni yang masih dalam keadaan berteriak
" Gue aduin lo ke bu endang. " Ancam Reni
Kalya berbalik menatap ke arah Reni
" Lo? Mau laporin gue ke bu endang. " Tanya kalya kepada Reni, Reni hanya menganggukan kepalanya, membenarkan ucapan yang keluar dari mulut kalya
" Lo bego apa tolol, di skolah mana boleh pake kuku kaya gini, kalo lo bilang bu endang sama aja lo setor nyawa. " Jelas kalya kepada Reni, Reni diam merasa benar dengan ucapan kalya , tak lama dia menyahuti kalya
" Yy- yaa gue ga bilang ke bu endang ya gue ttep bilangin lo ke guru lain. " Jawab reni
" Dasar blooon. " Kata kalya berbalik merasa ketololan Reni tidak ada habisnya
Sedangkan cavero hanya menjadi penonton melihat apa yang terjadi di antara ketiga cewe itu.
__ADS_1