
Lagu yang amat enak di dengar menurut kalya, yang membuat dia menuju ke alam mimpinya, cavero hanya membiarkan kalya karena dia sadar mungkin kalya lelah. Tapi cavero juga berpikir apakah karena hanya latihan basket kalya jadi sepertinya ini atau ada masalah, atau pun beban yang mengganggu pikirannya, tanya cavero dalam hati.
Ini udah kesekian kalinya cavero menunggu cavero tidur, tidak tau kenapa dia sangat susah untuk di bangunkan, tanpa kutip si neng kalya kebo ya. Cavero berusaha untuk membangunkan kalya ya karna memang hari sudah mulai petang, dan mereka masih di sekolah dan pastinya akan hororrrrr, tau kan di sekolah banyak penunggunya alias syaiton nirrajim.
" Yaya bangunnn. " Kata caveor menggoyangkan tubuh kalya
" Yaya bangun oiiii. " Kata cavero setelah sekian kalinya.
" Lo kalo ga bangun gue tinggal. " Masih belum ada sahutan dari kalya
" Lo bangun apa gue cium. " Bisik cavero di telinga kalya, seketika kalya terduduk, terbangun dari tidur nyenyak nya, kalimat keramat yang keluar dari mulut cavero dan yang tidak ingin ia dengar.
" Nah bagus langsung bangun, ternyata ancaman gue itu ngaruh banget ya ke lo. " Cavero terkekeh geli dengan reaksi yang kalya tunjukkan
" Awas lo berani macem macemin gue, gue pukul lo. " Ancam kalya agar si cavero takut
" Hahah ampunnnn. " Cavero berjalan meninggalkan kalya yang masih di belakang
" Gue suka lo jadi pribadi yang hangat. " Kata kalya tiba tiba saat sudah berada di parkiran
" Hah. " Cavero tidak mengerti
" Gue suka klo lo banyak ngomonh, kaga dingin kaya sama temen temen lo trus sama temen temen gue juga. " Jelas kalya
" Gue ga janji, soalnya gue cuma bisa hangat sama lo doang. " Cavero berlalu menuju ke mobilnya
" Lo mau gue anter." Tawar cavero karena semenjak tadi kalya hanya terdiam
__ADS_1
" Gausah gue kan udah bawa mobil sendiri. " Jawab kalya menolak tawaran cavero
" Gapapa nanti gue ikutin dari belakang, gue takut kalo lo kenapa kenapa di jalan . " Kata cavero
" Yaudah deh serah lo aja. " Jawab kalya , tak lama kemudian melajukan mobilnya, membelah jalanan di waktu sore, dia sangat suka sore dan pagi karena mnurutnya itu adalah saat saat pemandangan yang indah.
Kalya sampai di gerbang depan mansion nya, terlihat cavero juga mengikuti kalya memasuki gerbang.
" Lo ngapain ikutan kesini. " Tanya kalya serelaj mereka berdua turun dari mobilnya masing masing
"Gue mau nganterin lo sampe dalem, mastiin lo sampai dengan selamat. " Terang cavero
" Lah gue kan udah sampe rumah berarti gue udah sampe dengan selamat. " Kata kalya berusaha menolak cavero untuk memasuki mansion nya dengan cara halus
" Lo masuk aja dlu kalo lo udah masuk dari pintu utama mansion nya, gue bakalan balik. " Kata cavero yang tidak bisa di bantah
Terlihat cavero sudah meninggalkan gerbang mansion kalya, kalya menuju ke kamarnya, biani menghampirinya sepertinya akan membicarakan sesuatu
" Non kalya. " Panggilnya
" Hmm. " Jawab kalya sekenanya
" Tadi den agam ke sini katanya ada keperluan sama Non. " Kata biani memberitahu
" Mampussss gue, pasti gue bakal di marahin nih sama abang gue, haduhh kan seharusnya tadi ada meeting bentar, ah anjir lah kenapa pake lupa segala tadi. " Kata kalya panik, kalang kaburt mengacak rambutnya dengan kesal mengapa ia sampai lupa kepentingannya tersebut, ya walaupun sudah biasa di tangani dengan agam, tetapi kali ini dia sudah berjanji akan menghadiri acara meeting tersebut
Kalya segera mendial nomor telepon agam, untuk mengucapkan maaf, karena dia sangat ceroboh sampai sampai melupakan janjinya itu
__ADS_1
" Bangg. " Kata kalya setelah sambungan telepon itu tersambung
" Apa. " Jawab agam ketus, bisa dipastikan bahwa sekarang agan berada di dalam mood jelek, kaya lagi pms tuhh wkwk
" Jangan ketus ketus napa bang nanti lo cepet tua. " Gurau kalya mencairkan suasana
" Lo tuh ya udah janji menye menyeee kanapa lo kaga tepatin begeeeee. " Kata agam dengan kesal kepada kalya
" Ya maaf babang gue yang tamvan, kan gue tadi ada latihan basket soalnya kan besok gue mau ada pertandingan. " Jawab kalya jujur
" Hah gue ga salah denger lo ikutan kaya begituan, bukannya lo males kalo di suruh kegiatan kegiatan ga penting, paling lo cuma mau klo jadi putri kaya gitu gitu. "Kata agam merasa aneh, karena tidak biasanya kalya mengikuti kegiatan yang seperti itu.
" Huhhhh. " Terdengar kalya menghembuskan nafasnya kasar
" Gue tuh di tantang sama orang, gara gara yang ngewakilin putri sekolah tuh, biasanya kan yang ngewakilin gue sama si juna nah sekarang si juna ke geser gara gara cavero dateng tuh, tapi si juna kaga kenapa kenapa, dia Terima Terima aja, tapi ada si Reni sama ikan teri yang kaga Terima kalo gue yang jadi pasangannya si cav. " Terang kalya panjang lebar
" Hah itu mah mereka nya aja yang iri sama lo, orang iri tuh tandanya ga mampu, dia ga mampu nyaingin lo, dan lo harus hati hati dek biasanya orang kaya gitu tuh sukanya main kotor, dia pasti bikin lo kalah gimana pun caranya." Kata agam mewanti wantinagar hati hati kepada Reni dan tery karena memang kedua orang itu mempunyai otak yang sangat licik
" Iye bang gue paham, lagian tuh ya , gue kaga jadi putri sekolah juga ga kenapa kenapa, gue cuma ga terima kalo gue di tantang ama mereka, kalo gue nolak mereka bilang kalo gue cemen terus juga pengecut, ya kali seorang kalya kaga berani sama mereka yang upik abu. " Kata kalya terkekeh dengan ucapannya sendiri
" Nah kan mulai penyakit pede nya. " Agam memutar kedua bola matanya malas mendengarkan celoteh kalya.
" Lah emang bener kan apa yang gue bilang, emang bidang apa yang gue kaga bisa coba sebutin. " Tantang kalya.
" Ya emang si , gue belom nemuin apa yang lo kaga bisa, pertama kali gue ketemu lo, yang ada di otak gue gini, ini anak kenapa bisa semua, gue yang cowo kenapa kaya gini malu maluin banget. " Kata agam menerawang kejadian beberapa tahun lalu
" Emang gue se jago itu si haha hahaha hahah. " Tawa kalya menggelegar
__ADS_1
" Gue akuin deh emang adek gue yang satu ini paling mantep, gue sampe ngerasa kaya insecure sama lo tau ga, lo cewe bisa segalanya lah gue yang cowo cuma beban hidup, beban keluarga, beban masyarakat, hadohhh paket lengkap deh kalo jelek jelek ada di gue. " Tawa agam, memang dulu dia ga bisa apa apa, sebelum bertemu dengan sesosok kalya, dia dulu hanyalah menjadi seorang beban dan seorang yang tidakk di anggap kehadirannya.