Maybe Mine

Maybe Mine
Barang yang hilang


__ADS_3

Setelah drama nangis nangisan yang menyayat hati, anjayyy slebeww. Gue mutusin buat pulang ke mansion gue sendiri , gue udah kangen kasur empuk gue dan gue belom ngomong sama bokap kalo gue punya perusahaan , gue nyaksiin sendiri waktu itu pas bokap gue perusahaan nya mundur karna ke geser sama perusahaan gue, ya perusahaan anaknya sendiri. Ya tapi mau gimana lagi kan emang perushaan gue udah di takdirin buat maju wkwkwk.


Oh ya tadi bokap gue juga kaga cerita apa apa tentang nyokap, apa ada masalah buruk kali ya makannya kaga di ceritain ke gue, padahal waktu itu kan katanya mau rujuk tuh , lah sekarang ko ga ada kabar gini . Paling juga ga jadi rujuk kali ya, mau rujuk kek mau engga yaudh gue kaga mikirin, yang penting idup gue aman damai ya gasih.


Sekarang gue lagi mikir ini gimana gue ngadepin si Reni sama tery secara kan ada pertandingan cabang olahraga lah gue mana bisa, eh tpi gue kan multitalenta apasih yang kaga gue bisa anjayyy. Tapi ada satu olahraga yang ga gue suka, berenang ya berenang gue ga suka sama berenang karna dulu gue pernah hampir tenggelam di kolam renang sama dia, dan untung aja ada dia yang nolongin gue, kalo gue kaga di tolongin ama dia, gue yakin dah kalo gue cuma tinggal nama doang, kalo mikir renang pala gue puyeng.


Author pov


Kalya menuju ke mansion nya sendiri karna hari sudah mulai gelap, ketika sampai di depan gerbang dia sudah di sambut oleh biani, sudah kebiasaan memang, mungkin biani sudah menganggap kalya sebagai anak sendiri . Seperti malika .


Kalya memasuki kamar dan menuju ke kamar mandi , pastinya biani sudah menyiapkan air hangat untuknya.


" Adem bangettt. " Kata kalya menikmati bau aromaterapi yang baru saja di nyalakan nya


" Hadohhh pala gue pusing banget deh mikirin si Reni sama ikan tery. " Keluh kalya memegang kepalanya yang terasa berdenyut


" Bukannya gue takut ya kalo semisal nih gue nolak tantangan dia, ya tapi gue gengsi dong ya kali seorang kalya kaga berani sama tantangan Reni sama ikan tery. " Kata kalya bermonolog sendiri di kamar mandi.


Setelah selesai dengan acara berendam nya, kalya mendengar bahwa hpnya berbunyi, ternyata ketiga anak curutnya yang rame di group entah membahas apa. Kalya tidak ambil pusing masa bodohlah pikirnya. Dia sekarang mau ganti baju dulu baru setelah itu akan menyimak apa yang di bicarakan oleh ketiga anak curutnya itu. Walaupun sebenarnya kalya ingin cepat cepat untuk melihatnya, karna jiwa kepo kalya meronta ronta.


~ group anak curut ~


" Woiiiii. " Chat dari ovra, biasa lah itu anak kan sering heboh sndiri


" Ada apaan dah. " Tanya dyra


" Teriak teriak aja lo, lo pikir ini hutan. " Marah Gwen kepada Kalya


" Sorry nih ye gue kaga teriak, tapi gue ngetik lo tau kan N- G - E- T- I- K. " Kata ovra membantah Gwen


" Iye iye dah serah lo. " Kata Gwen

__ADS_1


" Gue ada berita nih lo mau tau kagak. " Tanya ovra


" Apaan cepet kasih tau, jangan bikin anak orang penasaran deh. " Kata dyra yang sudah ingin tau, ternyata sekarang dyra udah ketularan bibit bibit dari ovra kawand.


" Jadi nih yaa, si Reni sama ikan tery udah koar koar sampe konvoi kalo mau ada pertandingan sama si kalya. " Jelas ovra


" Hah konvoi. " Tanya Gwen memastikan


" Iye ayang Gwen. " Kata ovra di sertai emote muntah


" Lah ngapain konvoi segala, emang di jalan raya pake konvoi segala, dasar si Reni sama tery kang lawak. " Kata dyra tidak habis pikir dengan Reni dan tery


" Lawack deck. " Tiba tiba kalya datang


" Lah ini anak kenapa baru gabung, dari mane lo. " Tanya ovra kepo.


" Dari nyari om om, soalnya duit gue abis. " Canda kalya


" Hahaha Sa ae lo neng. " Tawa kalya, memang bercanda dengan sahabat sahabat nya itu adalah hal yang sangat menyenangkan bagi dia.


Kalya ijin pamit dlu kepada semua sahabatnya menurut nya obrolan temannya itu sangatlah absurd dan kalya sudah lelah tertawa menghadapi ketiga anak curutnya. Kalya rebahan sambil mendengarkan musik , dengan tidak sengaja dia melihat salah satu bonekanya, disana tidak ada kalung yang menggantung di leher boneka teddy nya, kalya kaget, terkejut, serta panik jangan sampai benda yang selama ini ia jaga akan hilang, dan tidak ada yang menjual benda yang hilang itu.


Kalya terduduk di lantai, merasa tidak bisa menjaga kalung tersebut, dan tentunya peluang untuk mencari seseorang itu akan sangat kecil karena hanya kalung itu satu satunya yang menjadi petunjuk dan untuk meyakinkan sesorang bahwa itu adalah dia, kalya menangis melipat kedua tangannya dan menyembunyikan wajahnya di antara keduanya, mengapa dia sebodoh ini, mengapa dia tidak memperhatikan bonekanya.


Dengan cepat kalya memanggil biani. Untuk menanyakan di mana kalinya berada


" Bianiii biani lo dimana, woiii biani cepet kesini. " Teriak kalya keluar kamar, sampai sampai beberapa pelayan menghampirinya untuk bertanya apakah memerlukan bantuan mereka.


" Ada apa nona. " Kata biani menunduk yang saat ini sudah berada di hadapan kalya.


Semua merasakan bahwa saat ini suasana yang ada di sini sangar mencekam akibat aura yang di timbulkan oleh kalya

__ADS_1


" Siapa yang berani masuk ke kamar gue. " Tanya kalya datar dan dingin.


" Ss- saya tidak tau nona. " Jawab biani apa adanya


" Lo ga mungkin gatau, emang siapa yang bersihin kamar gue. " Tanya kalya lagi melipat tangan di depan dada.


" Sa- saya nona dan beberapa pelayan yang ada disini. " Jawab biani yang saat ini kesusahan walaupun hanya sekedar menelan salivanya


" Yang bersihin kamar gue maju. " Perintah kalya


Sekitar lima pelayan pun maju menurutu perintah dari kalya, memang mereka ber lima serta biani yang membersihkan kamar kalya beberapa hari ini.


" Lo semua ada yang ngambil barang di kamar gue. " Tanya kalua penuh selidik melihat beberapa orang yang ada di depannya


" Saya tidak nona. " Jawab pelayan satu


" Saya juga tidak nona. " Jawab pelayan dua


" Saya juga tidak nona, saya hanya membersihkan bagian kamar mandi. " Jelas pelayan tiga.


" Saya juga tidak nona, saya hanya membersihkan walk in closet saja. " Jawab pelayan empat


" Saya juga tidak nona, saya membantu dia ke walk in closet nona di bagian tas dan juga jam tangan . " Jelas pelayan lima


" Siapa yang bersihin bagian perpustakaan sama rak boneka gue. " Tanya kalya


" Itu saya nona. " Jawab biani


" Iya nona kami tidak di perbolehkan biani untuk membersihkan tempat tersebut. " Kata salah seorang pelayan yang niatnya ingin membela diri


" DIAMMMMM, SIAPA YANG SURUH LO NGOMONG. " sentak Kalya tajam membuat semua yang berada di mansion tersebut ketakutann.

__ADS_1


__ADS_2