
Tanpa lama lama lagi gue langsung masuk ke ruang bang agam, tapi pas gue masuk kenapa ruangan nya sepi, kaga ada siapa siapa, bang agam kemane, apa jangan jangan dia lagi pacaran lagi sama pacar barunya. Tapi tak lama kemudian bang agam masukkk.
" Ceklek ." Bunyi pintu di buka
" Bang agammmm. " Kata gue berteriak, dia kaget sambil memegangi dadanya
" Setannnn. " Teriaknya kaget, karena emang gue teriak kenceng banget trus ngagetin juga
" Lo mau gue cepet mati ya. " Sentak bang agam melototin gue, gue bukannya takut malah balik nantang melototin dia balik
" Kalo gue mati siapa yang bakal urus ni perusahaan, terus anak anak cabang lo. " Imbuh bang agam , dan masih banyak lagi omongan dai yang bikin gue pusing, gue cuma diem ngedengerin dia ngoceh dari sabang sampe merauke , tapi kenapa mulutnya kaga berbusa jdi heran sendiri gue.
Author pov
Setelah agam ceramah kepada kalya, dia merasa tenggorokan nya kering, dengan cepat ia menyambar cappucino fredo yang di beli oleh kalya
" Udah tausiyah nya. " Tanya kalya memutar kedua bola matanya malas
" Lo ga cape apa bang ngomong dari tadi kaga ada jedanya, untung tu mulut kagak berbusa . " Kata kalya melihat agam yang meminum cappucino fredo nya tanpa jeda
" Lagian nih ya dek gue tuh udah capek capek nih malah lo kagetin kayak bgitu, udah tau klo gue tuh gampang kaget. " Kata agam duduk
" Lo adaa apaan kesini, tumben banget lo ke perusahaan. " Tanya agam yang memang kalya sangat jarang untuk ke perusahaan
" Jadi gini bang, adek lo yang asoy geboy semlehoy ini mau curhat sama lo, mau deep talk nih. " Kata kalya menjelaskan
" Udah tau nih gue kalo roman romannya kya gini. " Kata agam, sesekali meminum cappucino fredo milik kalya karena miliknya memang sudah habis
" Eh bang itu punya gue, kenapa lo minum juga minuman gue bege. " Kata kalya merebut minumannya
" Ya elah dek pelit amat lu, gue masih haus nih, tenggorokan gue masih kering rasanya. " Kata agam merebut kembali cappucino fredo yang ada di tangan kalya
Kalya mengalah dengan kelakuan abang nya itu, walaupun agam ngeselin tapi sebenernya dia sayang kepada kalya .
" Nah sekarang lo mau cerita apa. " Tanya agam setelah sekian lama kalya menunggu
__ADS_1
" Udah bang? . " Tanya kalya
" Gue tuh nunggu lo ngoceh trus minum trus ngoceh trus minum lagi, lamaaa tau gak kaya nunggu doi pekaaa. " Imbuh kalya, memasang ekspresi sedih
" Lo pasti mau cerita tentang tu anak baru kan, si cav stau siapa itu." Kata agam mengingat anak yang kemarin ia temui beberapa hari yang lalu saat dia di cafe bersama kalya
" Heh panggilan cav itu cuma buat gue doangg ya. " Kata kalya menatap agam tajam
" Iye iye ya udah deh maap, cepetan kalo lo mau cerita, mau sekarang apa nanti, kalo sekarang masih jam kerja. " Kata agam
" Jadi kalo ga jadi sekarang percuma dong bang gue nungguin lo dari tadi. " Kata kalya mimijit pangkal hidungnya
" Ya mau gimana lagi, ini juga kan perusahaan lo yang punya, dri pada lo marah marah nih ya mending lo juga ke ruangan lo deh sono, kerjain apa yang harusnya lo kerjain. " Saran bang agam kepada kalya, karena memang dari tadi dia melihat bahwa mood adiknya sekarang sangat lah buruk
" Yaudah yaudah nanti malem gue ke apartemen lo, kalo ga gitu lo aja yang ke mansion gue titik ga ada penolakan. " Kata kalya kepada agam. Setelah mengatakan seperti itu dia pergi ke ruangannya sendiri untuk melihat pekerjaannya.
Saat perjalanan ke ruangannya, handphone kalya terdengar berbunyi, setelah kalya melihat handphone nya ternyata cavero menelpon nya
" Halo. " Kata kalya setelah sambungsn telfon nya terhubung
" Lagi di luar. " Jawab kalya heran
" Di luar dimana? Gue mau ngajak lo makan. " Kata cavero
" Gue sama bang agam ini. " Jawab kalya, memang saat ini dia bersama agam kan, dia tidak ingin cavero mengetahui kalau dia sekarang berada di perusahaan, ya perusahaan nya sendiri
" Ngapain. " Tanya cavero lagi dengan nada bicara yang terdengar berbeda
" Gue ke perusahaan nya nganterin cappucino fredo titipan nya. " Jawab kalya, dia mengaku bahwa yang punya perusahaan adalah agam , bukan dia.
" Gue jemput nanti jam 2 di perusahaan abang lo, nanti lo share lock. " Kata cavero, sebelum kalya menjawab ternyata cavero sudah mematikan sambungsn telfon nya
Kalya kesal dengan cavero, merasa bahwa cavero se enaknya sendiri, dan perkataan dari cavero yang tidak bisa di bantah
" Ngeselin banget si tu cowok. " Sepanjang perjalanan menuju ke ruangannya kalya marah marah sendiri dan mengumpati cavero
__ADS_1
" Se enak jidatnya tau ga kalo nyuruh nyuruh. " Berbagai macam sumpah serapah sudah keluar dari mulut kalya.
Kalya menuju ke ruangannya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan setelah itu dia akan makan bersama cavero, entah kemanan nanti cavero membawanya pergi, ia hanya akan mengikuti.
" Banyak bangettt anjirrrrr. " Kaya kalya setelah memasuki ruangannya, memang pekerjaan kalya sekarang sangat lah banyak
" Ini mah ga bakal cukup kalo sampe jam dua, jam dua aja palingan cuma dapet dua berkas. " Kata kalya malas melihat beberapa tumpuk berkas yang berjejer rapi di atas meja kerjanya
" Pusing banget pala gue padahal belom gue sentuh itu berkas. " Kata kalya pusing memikirkan bagaimana menyelesaikan semua berkas tersebut dengan cepat
" Alah kalo ga selesai gue minta tolong biani aja." Kata kalya bersemangat untuk meminta tolong
Setelah sekian lama dia mengerjakan berkasnya, handphone kalya kembali berbunyi dan terlihat beberapa notifikasi dari cavero
" Mana tempatnya. " Tanya cavero
" Share lock cepet. " Kata cavero lagi
" Sabar napa. " Kata kalya menggerutu
Walaupun begitu kalya tetap mengirimkan lokasi nya sekarang , tak lama kemudian cavero sampai dan dia segera menelfon kalya
" Gue di bawah. " Kata cavero dari sambungsn telfon
" Bentar gue turun. " Kata kalya berjalan keluar untuk mengabadi abangnya dulu.
" Tapi gue kabarin abang gue dulu. " Imbuh kalya kepada cavero
" Lah kata lo tadi lo sama bang agam, kenapa sekarang lo baru mau ngabarin dia. " Tanya cavero, kalya bingung harus menjawab apa, tetapi kapan sih seorang kalya yang tidak punya ide
" Gue tadi keliling perusahaannya dia jadi gue ga sama dia lah. "Jawab kalya
" Bang agam gue keluar ya mau makan. " Kalya berteriak dari luar pintu ruangan agam
" Iyeeee. " Sahut agam dari dalam
__ADS_1
Kalya sampai dibawah, terlihat cavero sudah menunggunya di halaman depan sambil bersandar di mobilnya, terlihat keren menurut kalya