Maybe Mine

Maybe Mine
Kaget


__ADS_3

Kalya dan cavero pamit untuk pulang dulu dan membiarkan teman teman kutu kupret nya makan di restoran kalya.


" Lo mau gue anter ke mansion lo apa ke perusahaan bang agam. " Tanya cavero sembari berjalan beriringan menuju ke mobilnya


" Ke perusahaan bang agam aja, kan gue bawa si Jonny. " Jawab kalya


" Jonny? Siapa?. " Tanya cavero mengangkat alisnya, dia tidak pernah mendengar nama Jonny, dan seingatnya tidak pernah mempunyai teman yang bernama Jonny.


" Mobil kesayangan gue. " Jawab kalya terkekeh geli melihat ekspresi yang ditunjukkan cavero, sedangkan cavero hanya tersenyum tipis untuk menanggapi nya.


Saat perjalanan pulang cavero melihat bahwa kalya sekarang sedang tertidur nyenyak


" Et dah ni bocah abis makan malah molor, kecapean kali ya makanya baru duduk bentar udah molor aja. " Gunam cavero terkekeh melihat kelakuan kalya .


Cavero memandangi wajah kalya dalam posisi terpejam, entah dalam posisi apapun keadaan bagaimanapun ia selalu cantik, itu yang saat ini berada di dalam pikiran cavero.


" Lo cantik banget sih, lagi tidur gini aja cantik,eh tapi lo kalo bangun galak banget kaya singa. " Kata cavero menyelipkan anak rambut kalya ke samping ,


Kalya mengeliat merasa tidurnya terusik karena ada seseorang menyentuhnya, dan dengan cepat cavero mengusap ngusap kepala kalya, karena itu yang biasanya dilakukan saat adiknya, gara terusik saat tidur.


Mereka sudah sampai di kantor namun kalya masih tertidur dengan pulas


" Yaya. " Panggil cavero sambil menggoyangkan tubuh kalya akan tetapi tidak ada sahutan sama sekali


Caveeo berpikir apakah ia harus menggendong kalya, tetapi jika dia menggendong kalya apa nanti kata orang, dan kalo ada orang bertanya dia akan menjawab apa, lagi pula dia belum pernah masuk ke perusahaan ini. Setelah menimang nimang akhirnya dia memutuskan untuk menggendong kalya sampai ke dalam, karena tidak memungkinkan dia akan menunggu kalya di dalam mobil sampai nanti kalya bangun . kalya juga sangat susah untuk dibangunkan.


Cavero menggendong kalya ala bridal style, semua mata tertuju kepadanya, namun cavero sama sekali tidak peduli dengan tatapan semua orang yang berada di sana , semua menatap ke arah cavero dan kalya karena merasa aneh bahwa bos mereka yang notabene nya tidak pernah dekat dengan seorang pria, sekarang malah berada di gendongan seorang pria tampan, banyak bisik bisik dari beberapa karyawan yang cavero dengar


" Loh nona kalya sama siapa tuh. "


" Eh siapa tu cowo ganteng banget . "


Dan masih banyak lagi yang cavero dengar , cavero merasa aneh, mengapa semua orang memanggil kalya dengan sebutan nona, tetapi dia tidak terlalu memikirkannya, karena dia nanti akan bertanya langsung dengan kalya, pikir cavero.

__ADS_1


Dia mencari ruang direktur dan dia hanya mengandalkan instingnya saja, ketika dia sampai di lantai atas, dia menjumpai ruang yang bertuliskan ruang direktur dia segera memasuki ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, karena menurutnya yang mempunyai perusahaan ini adalah bang agam, abangnya kalya. Dan juga dia tidak bisa mengetuk pintu karna kedua tangannya digunakan untuk menyangga badan kalya .


Ketika dia memasuki ruangan tersebut hanya terdapat keheningan


" Dimana bang agam. " Batin cavero


Cavero membaringkan kalya di sofa lalu membuka jaketnya untuk menyelimuti kalya. Cavero duduk di sofa single di sebelah sofa yang kalya tempati, dia memandangi wajah kalya, wajah yang begitu tenang saat tidur dan akan menjadi singa jika bangun, dia tersenyum kecil mengingat kejadian kejadian beberapa waktu lalu saat bersama dengan kalya.


" Lo cantik. " Gumam cavero.


Cavero mengusap usap kepala kalya, dia sering melakukan itu karena dia menyukainya. Lagi pula itu juga akan membuat tidur kalya lebih nyenyak, pikirnya .


Cavero melihat nama yang berada di meja direktur adalah Kalya Mettasha Oceana Arkana, dahi cavero mengernyit kenapa namanya bisa Kalya Mettasha Oceana Arkana bukan agam. Dia heran keanehan keanehan yang terjadi disini. Mulai dari kalya yang mempunyai resto sampai sampai nama direktur yang bernamakan Kalya Mettasha Oceana Arkana.


" Apa jangan jangan ini perushaan kalya sendiri." Batin cavero


" Kenapa dia sehebat ini, gue sebagai laki laki ngerasa malu banget. " Kata cavero memandangi wajah kalya.


" Gue nanti bakal tanya sama yaya. " Kata cavero yang masih setia menemani kalya.


" Loh lo kok ada disini. " Kata agam terkejut mendapati cavero berada di dalam ruangan kalya


" Gue nemenin yaya , dia ketiduran di mobil tadi." Jelas cavero kepada agam


Agam manggut manggut karena dia memang tidak tahu menahu tentang kebohongan kalya tentang perusahaan


" Bang gue boleh tanya kaga. " Tanya cavero setelah agam duduk tepat di depannya


" Tanya apaan. " Tanya agam menatap cavero


" Ini sebenernya perusahaan siapa? Lo apa yaya." Tanya cavero menatap agam, tidak sabar menanti jawaban yang akan diberikan oleh agam


Agam berpikir sebentar menimang nimang jawaban yang akan di berikan kepada cavero. Ia takut salah bicara

__ADS_1


" Emang kalya ngomong apaan sama lo. " Tanya agam balik


Cavero diam dia juga bingung akan menjawab apa, apakah ia harus jujur tetapi jika ia jujur dia tidak akan mendapat jawaban yang sebenernya.


Kalya menggeliat dia belum sadar jika sekarang dia berada di dalam ruangan nya.


" Ehmm. " Kalya belum sadar jika ada cavero dan juga agam yang berada di ruangannya


" Loh kenapa kalian berdua ada disini. " Tanya kalya yang langsung terduduk akibat kaget melihat cavero dan agam


" Lo tadi ketiduran yaya trus gue bawa lo kesini. " Jelas cavero


" Lah ini ruangan siapa. " Tanya kalya pura pura bodoh


"Lah ini kan ruangan lo. " Kata agam keceplosan pdahal kalya sudah memberikan kode untuk diam.


" Jelasin aja yaya gue udah tau kok. " Kata cavero tersenyum lembut


Kalya mengehela nafas, mencoba untuk tenang, memikirkan dari mana dia akan bercerita kepada cavero.


" Iya ini perusahaan punya gue. " Kata kalya


" Lo jago banget jadi orang, kenapa lo bisa buat perusahaan ini trus punya resto juga. " Tanya cavero heran


" Lah ini mah belom seberapa ver, kalo lo udah tau semuanya lo malah bakal kaget. " Kata agam


" Emang lo punya apalagi. " Tanya cavero menatap kalya


" Gue... " Belom sempat kalya menjawab pertanyaan cavero tetapi agam sudah menyela nya.


" Ga bisa di sebutin satu satu lah, kalo gue sebutin nih ya bakal sampe besok kelarnya. " Jelas agam


" Hah . " Kata cavero terkaget

__ADS_1


" Kenapa ni cewe hebat banget si, gue kagum banget sama dia, gimana lo nglewatin hari hari lo dlu yaya, maafin gue udah ninggalin lo, karena emng ada suatu hal di masa lalu. " Batin cavero sedih


__ADS_2