Maybe Mine

Maybe Mine
Menebak


__ADS_3

Setelah adanya keributan yang terjadi, semua kembali ke pekerjaannya masing masing. Kalya diam masih mengingat ingat dimana terakhir kali dia meletakkan kalung itu, kalung yang sangat ia jaga, tetapi dia tidak bisa mengingat, terakhir kali dia melihatnya adalah di leher boneka teddy bear nya. karena memang dia sering meletakkan kalungnya di boneka teddy nya agar bisa ia liat terus menerus dari bangun tidur hingga ia akan tertidur kembali.


Setelah kalya merenung memikirkan nya, tiba tiba terbesit di pikirannya, terakhir kali kalya membawa seseorang ke dalam kamarnya adalah cavero, ya cavero cowok tinggi tampan dengan sejuta pesoananya yang sedikit demi sedikit mengambil hati kalya tanpa kalya sadari,kalya tanpa sadar membiarkan seseorang masuk ke dalam hatinya, dan dia lupa untuk membangun tembok besar untuk membentengi hatinya , kalya menuju nakas ke tempat dimana ia menyimpan ponselnya dan dengan segera dia mencari kontak bernama cav.


" Halo cav. " Kata kalya setelah sambungan telepon itu terhubung


" Ya yaya. " Kata cavero kaget mengapa kalya menelfon nya tiba tiba seperti ini, bukan kah mereka baru saja bertemu


" Kenapa. " Imbuh cavero karena tidak ada sahutan dari seberang telepon


" Lo waktu itu ngambil barang di kamar gue. " Kata kalya datar


DEG


cavero kaget, tapi dia mencoba untuk tetap tenang, jangan sampai ini ketahuan pikir cavero.


" Barang? Barang apa. " Tanya cavero tenang, sebisa mungkin dia menjaga suaranya agar tidak terlihat panik


" Lo jangan pernah boongin gue. " Kata kalya masih dalam keadaan nada datarnya


Cavero bimbang antara mau mengaku atau kah tidak, ini juga kan demi kebaikan kalya, dan sebentar lagi dia akan meminta kalya buat ngobrol berdua


" Gue gatau. " Kata cavero lagi.


" Yaudh thanks. " Kata kalya mematikan sambungan telfonnya


Kalya bingung, jika bukan cavero terus siapa lagi yang mengambil kalungnya, untung saja dia masih menyimpan beberapa fotonya, setidaknya jika bisa ia akan membuat kalung yang mirip semiripnya dengan kalung aslinya yang telah hilang itu. Cavero termenung, sampai kepalanya berdenyut karena memikirkan dimana kalungnya dan juga karena terlalu banyak menangis. Setelah lelah menangis kalya tertidur.


Pagi menjelang , kalya menggeliat untuk merenggangkan tubuhnya yang pegal dan kepalanya berdenyut. Kalya segera bangun untuk bersiap untuk ke sekolah , rasanya malas sekali.


" Males banget astagaaaa. " Keluh kalya


" Untung aja otak gue encer, 16 tahun udah kelas 3 SMA ya kalo gue bloon, masih 2 tahun lagi gue sekolah dah. " Kata kalya bermonolog sendiri


Setelah selesai bersiap siap kalya segera untuk ke bawah menuju meja makan, disana kosong seperti biasa

__ADS_1


" Huftttt kalo aja gue tinggal sama papa gue ga bakal dah makan sendiri. " Keluh kalya


" Gue si banyak acara mau tinggal sendiri, cari uang sendiri kan ribet sekarang jadinya. " Omel kalya kepada dirinya sendiri


Kalya melajukan jonny, sesampainya di sekolah sudah biasa di sambut oleh ketiga anak curutnya


" Oi kal. " Sapa ovra teriak teriak padahal banyak anak yang melihatnya, memang ovra tidak tau malu


" Heh jangan berisik anjrit. " Kata dyra memukul lengan ovra


" Sakit bege. " Keluh ovra mengelus elus lengannya yang di pukul dyra


" Lagian lo kaga punya malu ye, orang lo udah di liatin anak anak dari tadi masih aja di terusin. " Kata gwen


Kalya menatap ketiga temannya dengan datar, dan ketiga temannya melihat kalya dengan aura yang menyeramkan, ketiga temannya itu sudah menebak bahwa kalua sekarang sedang mendapat sebuah masalah


" Lo ga papa kal." Tanya dyra basa basi


" Gak. " Jawab kalya


Tak lama kemudian, terlihat cavero cs menyusul cavero menatap cavero dari belakang, dia tau sekarang kalya sedang bersedih dan itu tentunya karena dia, gara gara perbuatan yang dilakukannya.Cavero menanggil kalya


" Yaya. " Panggil cavero


Kalya hanya menoleh ke belakang tanpa menjawab panggilan cavero.


" Ayo ikut gue sebentar. " Kata cavero menatap kalya.


" Ada apa. " Tanya kalya heran


" Gue mau ngomong sama lo. " Kata cavero


Sedangkan teman temannya hanya menatap cavero dan kalya bergantian, apa yang terjadi di antara mereka berdua, bukan kah mereka berdua baik baik saja, terbukti mereka baru saja makan berdua sebelum mereka semua datang menganggu, memang pembuat onar.


Tanpa meminta persetujuan kalya, cavero menarik tangan kalya menuju ke rooftop, padahal gwen, dyra dan juga ovra belum sempat bertanya kepada mereka berdua

__ADS_1


" Eh eh lo mau bawa kalya kemana ver. " Teriak ovra khas suara cempreng nya


" Heh kuping gue budek nih goblok. " Kata gwen menoyor kepala ovra


" Lah kalo gue kaga teriak, gimana tuh mereka berdua denger. " Kata ovra bersungut-sungut merasa tidak Terima bahwa gwen menoyor kepalanya


" Lah tapi kan jangan pas kuping gue bege. " Kata gwen yang masih tidak Terima.


" Eh lo bertiga tau gak kenapa tuh mereka berdua, ada masalah kah. " Tanya dyra kepada teman temannya siapa kalo bukan gyan, mada dan juga ethan


" Biarin aja tu mereka berdua, pasti ada masalah privat yang harus mereka berdua selesain . " Kata ethan


" Jangan jangan vero mau gebukin kalya lagi. " Kata ovra dengan otak gesreknya


" Temen gue bukan sekejam itu beb, palingan kalo dia gasuka sama orang cuma dibunuh sampai mati. " Kata mada menakut nakuti ovra


" Lah kan bner apa gue bilang, cavero tuh mau jahatin kalya. " Kata ovra menatap kedua temannya


" Heh lo tuh di boongin sama cwo lo. " Kata gyan gemas gemas kepada ovra, karena mudah di bodohi oleh mada


" Buahaha hahah hahah hahah. " Mada tertawa keras melihat ekspresi pacarnya


" Ah pacar kurang ajar lo. " Kata ovra memukul pacarnya


Mada lari sedangkan ovra mengejar, gwen , dyra, gyan dan juga ethan geleng geleng kepala melihat tingkah pasangan absurd itu.


" Kira kira masalah apaan ya. " Kata dyra yang masih memikirkan masalah yang terjadi di antara cavero dan juga kalya, tetapi dia tidak bisa menemukannya


" Gue jadi kepo gini. " Giliran gwen sekarang yang memikirkan kalya dan juga cavero


" Kenapa lo mikirin mereka berdua sih. " Kata gyan yang langsung merangkul pundak dyra tanpa persetujuan dyra. Sedangkan dyra terkejut dengan perlakuan gyan.


" Lah temen gue mau dibawa kemana. " Teriak gwen.


" Lo ga beda jauh sama ovra, tadi aja marahin ovra sekarang malah dia. " Gumam ethan yang masih bisa di dengar gwen , sedangkan Gwen hanya melihat ethan sinis.

__ADS_1


__ADS_2