
Ketika istirahat, kalya cs belum selesai menyelesaikankan hukumannya, semua mata menatap kepada kalya dan ketiga temannya, menatap kagum ciptaan Tuhan yang sedang menjalani hukuman di lapangan itu, emang siapa sih yang nolak pesona kalya cs, cantik bak bidadari. Tetapi yang di lihat malah biasa saja, padahal dari kiri dan kanan banyak yang menyoraki mereka berempat. emang orang cantik mah beda ya ges ya.
" Astaga cape banget jadi cewe cantik. " Keluh ovra mengibaskan rambutnya ke belakang
" Kepedean banget lo. " Kata dyra memutar kedua bola matanya malas mendengar perkataan ovra yang mempunyai tingkat kepedean yang sangat tinggi
" Emang gue cantik takut kalah saing, bilang sayang, teret tereretet teret srepettttt. " Kata ovra yang malah memeragakan dj tik tok yang lagi viral
" Astaga temen lo kesambet apaan deh, jadi aneh gini hiii. " Kata Gwen ngakak karna kelakuan ovra
" Bukan temen gue." Tolak kalya memperagakan ekspresi jijik
" Tega lo bertiga." Kata ovra, dan ketiga temannya pun malah meninggalkan dia sendirian di belakang
Di sisi lain cavero duduk di bawah pohon yang terletak di belakang sekolah, jauh dari jangkauan semua orang, cavero menatap kosong ke arah depan, menatap sesuatu yang ada di genggamannya. Dia masih ragu untuk mengungkapkan unek uneknya selama ini kepada kalya. Cavero akhirnya menghela nafas dengan berat untuk kesekian kalinya, dia ingin memberanikan diri untuk itu. Tapi dia sepertinya akan menunggu sebentar lagi.
Dia bingung, dia harus apa, haruskah ia sedih atau pun senang, sedih karena seseorang itu tidak mengingatnya atau kah senang karena ia sudah menemukan seseorang yang selama ini di carinya. Setelah dia termenung cukup lama, dia menyusul teman temannya yang sudah di pastikan berada di kantin semua. Ketika berada di tengah perjalanan, dia dipanggil oleh salah satu guru lebih tepatnya adalah pak adi.
" Vero. " Panggil pak adi
" Iya kenapa pak. " Tanya cavero
" Bisa ke ruang bapak sebentar. " Tanya nya
" Ya bisa sih pak, emang ada apaan pak tumben banget. " Tanya cavero yang memang dia tidak pernah di panggil untuk ke ruang guru.
" Tidak ada papa cuma ada keperluan aja. " Jelas pak adi.
" Oh iya sekalian juga panggil kalya buat kesini." Imbuh pak adi
Cavero pun bertanya tanya ada keperluan apa sampai sampai dia dan kalya di panggil ke ruang guru. Dia menerawang inget satu peristiwa yaitu ketika dia dan kalya telat berangkat sekolah dan masuk lewat gerbang belakang. Tapi dia biasa saja, emang apa sih yang ditakutin cavero selain seorang kalya. Anjay cavero mulai bucin nih
" kalya lagi dapet hukuman pak dari fans fanatik bapak. " Jelas cavero
" Lah memang siapa fans fanatik bapak . " Tanya pak adi
" Bu endang. " Kata cavero singkat padat jelas. Tanpa banyak berkata pun cavero pergi meninggalkan pak adi
Cavero menuju ke tengah lapangan dimana kalya menyelesaikan hukumannya, dia melihat kalya dan ketiga temannya sudah duduk di pinggir lapangan, yang artinya mereka semua sudah menyelesaikan hukumannya
__ADS_1
"Yaya." Panggil cavero
" Kenapa. " Kata kalya menengadah ke atas melihat ke arah cavero, dari bawah kalya melihat cavero mempunyai wajah yang sempurna.
" Lo tadi di panggil pak adi, sama gue juga di suruh ke ruangan dia." Kata cavero
Bukannya menjawab kalya malah diam memperlihatkan cavero
" Kal hoyyy. " Kata ovra mengangetkan kalya
" Lo diajak vero ngomong dodol. " Kata dyra
" Gue tau klo cavero tuh ganteng, tapi kalo diajak ngomong tuh nyaut napa, kasian tu kepanasan. " Kata Gwen terkekeh geli, karna melihat kejadian langka, seorang kalya yang mengagumi Ketampanan seorang laki laki.
" E-eh iya kenapa. " Tanya kalya linglung
" Astaga temen gue bloon banget. " Kata ovra yang ga sadar diri
" Lo juga blooon bege. " Kata dyra menoyor kepala ovra
" Lo di suruh ke ruangan pak adi sama gue. " Kata cavero terkekeh geli karena kelakuan kalya
Tak lama kemudian gyan, ethan dan juga mada menyusul ke lapangan
" Gue udah tunggu lo daritadi kenapa ga ke kantin kantin sih. " Kata gyan yang kesal dengan cavero karena mereka bertiga sudah menunggu lama
" Sorry. " Kata cavero yang membuat gyan tambah geram
" Au ah, urusin sono temen lo yang kaya es batu. " Kata gyan yang mulai duduk di sebelah dyra
" Lo dari mana aja ver. " Tanya ethan
" Gue di panggil pak adi. " Jelasnya
" Kenapa. " Mada bertanya sambil duduk di sebelah ovra dan memberikan air mineral kepada ovra.
" Makasi beb. " Kata ovra cengengesan
" Temennya juga di pikirin kali bang. " Kata dyra menyindir
__ADS_1
" Kaga tau. " Kata cavero mengedikkan kedua bahunya
Setelah berganti pakaian kalya cs menuju ke kelas tanpa ke kantin, tidak tau kenapa mereka semua malas dengan keramaian, faktor lelah kali ya. Sedangkan cavero dan kalya menuju ke ruang pak adi untuk menemuinya.
" Tok tok tok. " Ketuk kalya
" Silahkan masuk. " Pak adi mempersilahkan mereka berdua untuk masuk
" Silahkan duduk. " Kata pak adi
" Kenapa pak. " Tanya kalya to the point
" Jadi begini kalya dan cavero, sekolah kita akan mengadakan acara, acara dies natalis sekolah. " Kata pak adi menjelaskan
" Terus ngapain bapak manggil kita berdua. " Tanya kalya, sedangkan cavero hanya diam mendengarkan
" Saya mau minta tolong kepada kalian bedua unutk menjadi putra dan putri di sekolah. " Terang pak adi
Kalya dan cavero diam tidak tau harus bagaimana
" Bisa kan. " Tanya pak adi lagi.
" Kalian juga tidak menutup kemungkinan untuk menjadi pasangan lomba fashion show dan lain lain juga karena akan ada banyak agenda yang akan di adakan oleh sekolah. " Imbuh pak adi lagi
Kalya menyenggol lengan cavero ingin melihat respon yang di berikan cavero, apakah mau atau tidak.
" Saya Terima pak. " Kata cavero
Kalya tidak percaya apa yang dikatakan cavero, bukankah cavero anti dengan kegiatan sekolah, kenapa sekarang dengan gampang ia menerima tawaran yang di berikan oleh pak adi.
Mereka berdua keluar dari ruangan pak adi. Dengan segera kalya bertanya kepada cavero
" Kenapa lo Terima. " Tanya kalya
" Apa salahnya. " Kata cavero yang malah balik bertanya
" Bukannya lo anti yang begituan, ikut ikutan acara sekolah yang menurut lo ga penting. " Tanya kalya berhenti melihat ke arah cavero
" Kalo sama lo gue mau terus kok. " Kata cavero menatap dalam ke arah mata kalya sambil tersenyum lembut
__ADS_1
Bisa kalya rasakam sekarang wajahnya terasa panas dan bisa dia pastikan kalau pipinya merah semerah tomat, untuk menutupi kegugupan nya dia meningggalkan cavero sendirian di belakang.