Maybe Mine

Maybe Mine
Hukuman


__ADS_3

Mereka semua saat ini sudah berada di dalam kelas, dan saat ini yang mengajar adalah bu endang salah satu guru bp yang merangkap menjadi guru bahasa Indonesia . Saat di dalam kelas dyra dan gwen sibuk mengobrol dan bercanda . Mereka tidak tau bahwa di depannya akan ada macan ngamuk.


" Ssstttt. " Kalya berbisik


" Lo berdua ngapain sih. " Tanya ovra


" Berisik banget tau. " Kata kalya menimpali


" Lo mau tau ga kal, dyr. " Kata dyra yang malah bertanya


" Gue punya sesuatu nih, lo berdua gue jamin tertarik deh. " Kata Gwen setengah berbisik


Kalya dan ovra yang tidak terlalu paham dengan kata yang di ucapkan gwen dan dyra pun kebingungan.


" Lo ngomong apa udin. " Bisik kalya


Sedangakan cavero cs juga kebingungan karena melihat kalya cs yang bisik bisik.


" Lo berempat ngapain. " Tanya ethan


Ovra dan kalya hanya mengedikkan bahunya karena memang mereka tidak paham apa yang mereka bicarakan. Tanpa diduga dyra dan Gwen malah melempar penghapus yang sudah di potong potong ke meja ovra dan juga kalya, tanpa mereka sadari juga aksi Gwen dan juga dyra di lihat oleh bu endang yang sedang mengajar di depan


" Kalian berempat maju. " Teriak bu endang menggelegar di seluruh ruangan


" Mampus kita. " Bisik ovra


" Kenapa bu. " Kata dyra pura pura bertanya


" Kenapa kenapa gausah sok polos kamu ya. " Kata bu endang menatap kalya cs dengan tajam


" Iye iye buk, biasa aja napa gausah ngegas tuh uratnya keluar semua. " Kata kalya memutar kedua bola matanya malas .


Kalya dan ketiga anak curutnya pun maju ke depan.


" Kalian tau apa kesalahan kalian. " Tanya bu endang berkacak pinggang


Bukannya mereka menjawab tetapi cavero yang menjawab


" Saya tadi liat kalau gwen sama dyra cuma tanya kalya tentang pelajaran yang bu endang jelasin tadi. " Kata cavero berdiri untuk membela kalya

__ADS_1


" Duduk vero. " Sentak bu endang


" Saya cuma mengatakan apa yang saya lihat. " Kata cavero lagi.


" Iya bu tadi saya juga denger sendiri kalo mereka berempat bahas pelajaran. " Kini giliran mada yang membela


" Kalian berdua duduk, jangan ikut campur ini urusan saya dengan mereka berempat. " Kata bu endang


" Tapi tadi memang saya tanya ke kalya kok bu. " Kata dyra yang menangkap kode dari cavero dan juga mada


" Memang apa yang kalian tanyakan. " Bu endang bertanya


" Tadi saya bertanya tentang teks editorial itu apa bu. " Jawab Gwen


" Terus jawaban apa yang kamu katakan tadi kalya . " Kata bu endang menghakimi


" Teks editorial merupakan artikel utama dalam suatu media massa yang ditulis oleh redaktur suatu media massa. Isinya berupa pandangan dari redaksi mengenai suatu peristiwa yang aktual, sedang jadi sorotan, fenomenal, atau kontroversial. Sinonimnya sering disebut juga tajuk rencana." Jelas kalya panjang lebar


" Kalo saya tadi tanya tentang kritik dan esai Bu. " Kata dyra mengangkat tangan


" Tapi saya tidak menjelaskan itu tadi." Bu endang mengangkat sebelah alisnya


" Kalau begitu apakah yang disebut dengan kritik dan esai ,kalya yang pandai." Kata bu endang seolah meremehkan


" Kritik dan esai sesungguhnya dua jenis teks yang hampir sama. Keduanya sama-sama berisi pendapat atau argumen. Dalam penulisannya, keduanya juga mesti didahului dengan proses analisis yang mendalam serta objektif dari penulisnya. Perbedaan keduanya terletak pada objek yang dibahas." Jelas kalya


Bu endang menganga dengan jawaban yang kalya katakan, memang benar dan lengkap sangat lengkap tetapi tidak tau kenapa bu endang tetap menghukum mereka berempat . murid yang lain pun tidak mempunyai keberanian untuk berbicara sepatah katapun apalagi untuk membela kalya cs .


" Tetap saja kalian berempat ibu hukum lari lapangan 7 kali putaran. " Kata bu endang.


" Hah banyak banget bu. " Keluh ovra


" Mau saya tambah lagi. " Kata bu endang menantang


Tanpa banyak kata mereka berempat ke loker masing masing untuk mengambil seragam Olahraga, memang semua kebutuhan siswa ada di lokernya masing masing.


" Ini semua gara gara lo berdua tau gak. " Kata kalya kepada kedua temannya tak lain tak bukan adalah dyra dan Gwen


" Orang kita berdua kaga ikut ngapa ngapain malah kena batunya. " Kata ovra melipat tangannya di depan dada

__ADS_1


" Ya sorry gue sama gwen tadi gabut banget tau . " Kata dyra membela diri


" Lagian tuh ya tadi kan kita juga udah alesan lo juga udah ngejelasin panjang kali lebar kali tinggi kenapa juga kita tetep di hukum, orang cavero sama mada aja udh ngebelain kita. " Kayta gwen mondar mandir sambil berpikir


" Udah lah ayok ganti baju aja biar cepet selesai ini hukuman. " Kata kalya menengahi


Mereka pun berganti baju dan bersiap untuk lari 7 putaran di tengah lapangan, apalagi hari ini cuaca sangat panas yang bisa membakar kulit. Tiga putaran sudah mereka lewati tetapi ketika akan memasuki putaran ke empat mereka tidak kuat, alhasil mereka berhenti untuk beristirahat. Tak lama kemudian cavero datang dengan mambawa sebotol air mineral yang bisa dipastikan akan diberikan kepada kalya.


Cavero meletakkan botol tersebut ke pipi kalya, otomatis kalya terkejut.


" Anjirr. " Kata kalya terlonjak kaget


" Dingin tau cav. " Kalya berdiri


" Ini minuman buat lo, gue tau lo capek kan haus juga. " Kaya cavero tersenyum kepada kalya


" Gausah repot repot tapi thanks ya. " Kata kalya sambil mengambil minuman tersebut dari tangan cavero.


" Yaudh gue balik. " Kata cavero tidak lupa mengacak asal rambut kalya


" Romantis banget sih. " Goda Gwen


" Eh inget disini masih ada orang. " Sindir dyra


" Dunia berasa milik berdua ya ges ya. " Giliran ovra yang menggoda


" Lo kalo mau beli sendiri, soalnya gue cuma bawa satu. " Kata cavero berbalik meninggalkan mereka berempat


Setelah kepergian cavero mereka mengambil air mineral yang ada di tangan kalya lalu meminumnya


" Cavero romantis banget si, neng jadi meleleh ni bang. " Kata ovra menatap kepergian cavero


" Keliatan dingin tapi kalo sama kalya angetnya minta ampun, paling lo tuh kaya microwave deh kal, soalnya lo anget cocok buat cavero yang dingin. " Kata dyra yang baru menyadari kedekatan cavero dan juga kalya.


" tapi kalya juga dingin bege. " kata ovra tidak Terima jika kalya dikatai pribadi yang hangat


" eh iya juga ya, kann kalya juga dingin banget sampe sampe nih ya gue rasanya tuh beku. " kata dyra membenarkan ucapan ovra


" Pengen deh punya cowo kaya si cavero. " Kata gwen membayangkan

__ADS_1


" Eh aneh aneh lu. " Kalya berdiri dan segera berlari untuk segera menyelesaikan hukumannya


__ADS_2