Maybe Mine

Maybe Mine
Accompany


__ADS_3

Sesampainya di kelas, kalya dan cavero di interogasi oleh teman temannya


" Lo dari mana bege. " Tanya ovra


" Lo habis ngapain, jangan jangann lo habis mojok ya. " Kata Gwen dengan tatapan menyelidik


" Eh bukan, paling si vero abis minta cium kan. " Kata gyan ikut ikutan


" Lo semua apa apaan sih, gue timpuk tau rasa lo. " Kata kalya menatap mereka tajam.


Terjadi kegaduhan di kelas karena akan berlangsungnya pertandingan yang di ikuti oleh kalya dan juga Reni


" Kal udah nyiapin besok apa belom. " Tanya yuka salah satu teman sekelas kalya yang blasteran Jepang Indonesia


" Iya nih kal lo udah nyiapin belom, jangan sampe deh lo kalah sama si cabe cabean itu, siapa tuh nama nya?. " Kata angga menimpali ucapan yuko


" Reni sama tery. " Jawab gwen kepada angga


" Udah santuy aja, gue tapi kaga nyiapin apa apa si. " Kata kalya cengengesan, entah mengapa setelah mendengar nasihat dari cavero hatinya susah mulai membaik, ya walaupun masih sedih mengingat barangnya yang hilang .


" Ciaaa ilah kal orang lo sambil merem aja nih ye lo bakal tetep menang dah. " Sahut ovra yakin kepada salah satu sahabatnya itu akan menang, karena siapa si yang bisa ngalahin kalya.


" Kita tim hore aja dah" Kata gyan menimpali


" Loh ver lo kaga bantuin kalya nyiapin apa apa gitu. " Kata yuko kepada cavero karena dari awal dia masuk dia dekat dengan kalya


Cavero mengedikkan bahunya malas untuk menjawab, babang vero kayanya tiap hari sariawan dehhh


" Gue saranin lo jangan ngajak si vero ngomong, kalo lo ngajak si vero ngomong sama aja bikin sakit atiiii. " Kata ovra mendramatisir


" Lebayyyyy lo. " Kata dyra mengusap wajah ovra


" Anjing lo, make up gue nanti luntur bloon. " Kata ovra tidak terima dengan apa yang dilakukan dyra


" Pusing gue liat lo berdua. " Kata Gwen memutar kedua bola matanya malas melihat kedua temannya


" Pokoknya gue do'ain yang terbaik ye buat lo. " Kata yuka sambil berlalu ke tempat duduknya

__ADS_1


" Thanks. " Kalya tersenyum menanggapi nya, kalya baru menyadari bahwa teman sekelasnya peduli padanya.


Bel pulang skolah berbunyi, membanggakan semua siswa siswi boleh pulang ke rumah masing masing, tetapi tidak dengan kalya, dia akan di sekolah untuk latihan basket ya walaupun dia sudah mahir di bidang itu, tapi apa salahnya untuk melatih diri, kalya tidak mau menganggap remeh, apalagi lawannya sekarang Reni dan tery, dapat dipastikan bahwa kedua orang itu akan berbuat curang untuk mendapatkan juara pertama .


" Lo kaga pulang. " Tanya dyra kepada kalya, biasanya kalya paling semangat untuk pulang


" Gue disini dulu, mau latihan basket, kan besok gue ada pertandingan tu. " Jawab kalya bersiap untuk ke loker mengambil baju olahraganya


" Lo ko ga bilang di kal, kan kita semua bisa nemenin lo latihan. " Kata gwen dengan wajah sendu karena tidak bisa menemani sahabatnya


" Iya gmna si kal, ko lo ga bilang ke kita kita. " Kata ovra menimpali


" Ya gapapa astaga, lo bertiga juga kan ada keperluan pastinya, yakali gue minta nemenin, lagian juga cuma latian basket. " Kata kalya kepada temannya, ahhh temannya itu memang teman yang baik bukan.


" Iya juga si, gue abis ini juga ada les,gue dipaksa bokap sama nyokap buat les soalnya udah kelas tiga. " Kata ovra dengan malas, kalya sangat tau temannya yang satu itu, sangat malas dengan urusan belajar


" Halah lo ngapa ngapain juga tetep males kali vra." Kata dyra dengan senyum mengejek


" Gausah jujur jujur kali dyr. " Kata ovra


Sedangkan cavero cs sudah berada di depan kelas menunggu kalya dan yang lainnya.


" Lo ko bertiga, mana si kalya. " Tanya ethan celingak celinguk mencari keberadaan kalya


" Dia mau latian basket katanya besok udah mulai pertandingan. " Jawab gwen


" Eh ver lo temenin sono si kalya, kasian dia kalo sendirian. " Kata dyra kepada cavero yang memang dyra sudah mempercayakan kalya kepada cavero.


" Nah tu bener tu sekalian pdkt jiyaaaaa. " Kata mada sama gesreknya dengan pacarnya


Cavero tampak berpikir menimang nimang apakah dia harus menemani kalya atau kah tidak, tapi pasti iya lah yaaaa wkwk


" Yaudh deh gue nemenin yaya. " Kata cavero berlalu ke dalam


" Jangan kasih kendor ver. " Ucap gyan berteriak


Kalya kaget mengapa cavero masih disini, bukankah tadi dia dan teman temannya sudah keluar dulu, dan mengapa dia kembali, apakah ada barang yang tertinggal, pikir kalya

__ADS_1


" Loh lo ngapain kesini?. " Tanya kalya mengangkat alisnya


" Gue mau nemenin lo latian basket. " Jawab cavero


" Ga.. " Jawab kalya.


" Gausah nolak, gue ga suka kalo ada orang yang nolak gue. " Jawab cavero


" Udah sana ganti baju dulu lo, gue tunggu di lapangan basket. " Cavero berlalu meninggalkan kalya yang masih kaget


Setelah berganti pakaian, kalya melihat cavero sedang bermain basket, dan dia menunggu cavero di pinggir lapangan, cavero belum menyadari bahwa sudah ada kalya


" Keren. " Satu kata yang terucap dari bibir kalya , dia berkata pelan sangattt pelan, dengan keringat yang menetes di dahinya itu membuat kesan tersendiri untuk kalya, menurutnya saat ini cavero sangatlah tampan, kata dilan ga ada yang bisa ngukur ketampanan dari cavero wkwk


" Eh yaya udah selesai ganti bajunya. " Kata cavero menghampiri kalya


" Yaya. " Panggil cavero


" Yaya. " Panggil cavero lagi sambil melambai lambaikan tangannya di depan wajah kalya


" E- eh iyaaa. " Kalya tersadar dari lamunannya


" Lo kenapa ngelamun, gue tau gue ganteng. " Kata cavero menyunggar rambutnya


" Ge er bangettt si lo. " Kata kalya mendorong cavero.


" Lo mau gue ajarin apa mau belajar sendiri. " Tanya cavero


" Gue latian sendiri aja, kalo gue butuh lo gue bakal minta bantu, lo sono aja duduk hus hus. " Kata kalya mengusir cavero


Di samping lapangan cavero duduk, melihat kalya tanpa terlewat sedikitpun. Cavero melihat kecantikan kalya dan aura yang di keluarkan oleh kalya, dia bisa menjadi mengerikan disaat dia marah dan dia akan menjadi kelinci kecil saat senang kepada orang yang dia sayang, apakah dia salah satunya tanya cavero dalam hati.


" Lo cantik banget si yaya, ga beda dari dulu maupun sampe sekarang, tetep cantik. " Gumam cavero terseyum melihat kalya yang memasukkan bola ke dalam ring


" Pasti banyak banget yang suka lo di luar sana. " Cavero berubah sendu, merasa tidak percaya diri apakah ia bisa mendapatkan kalya


" Ah tapi gue ga bakal kalah, dari dulu mah gue selalu menang ga pernah kalah. " Puji cavero kepada dirinya sendiri

__ADS_1


__ADS_2