
Niat hati ingin memarahai kalya, malah tidak jadi karena udah keasyikan membahas masa lalu mereka, yang tentunya masa lalu yang tidak bisa di putar kembali, dan hanya bisa di kenang.
" Eh dek gue kan pengen marahin lo ya, kenapa gue kaga pernah bisa si marahin lo tuh, gemes gue tau sama diri gue sendiri. " Keluh agam, yang memang dia tidak pernah memarahi seorang kalya sekalipun
" Haha haha karna gue imut trus lucu, terus gue juga ngangenin makanya lo ga bisa marahin gue. " Gurau kalya memuji dirinya sendiri
" Mrs prefect, tapi emang gue ngakuin si . " Sindir agam, sudah dipastikan jika agam sekarang bersama kalya di satu ruangan pasti akan terjadi sindir menyindir
" Udah deh bang, gue mau istirahat dulu, bsok kan mau ada pertandingan. " Kata kalya mengingatkan abangnya
" Lah jam segini lo udah tidur haha ini mah jam tidur bocil kali dek. " Goda agam yang gak tahu kalya tidak pernah tidur jam segini
" Gue pukul juga lo nih, mau tidur jam segini salah jam segitu salah. " Jawab kalya
" Lah tapi emang bner kan lo jarang banget tidur jam segini, klo ga salah malah ga pernah ya gak." Kata agam lagi yang membuat darah kalya naik
" Au ah bang malah emosi tau gak gue ngomong sama lo. " Putus kalya
Kalya memutuskan sambungan telfonnya, merasa kesal dengan agam di tambah juga dengan karena hari ini dia memang sangat lelah, entah apa yang dilakukannya tetapi dia merasa sangatlah lelah. Padahal cuma melakukan sedikit latihan. Handphone kalya kembali berdering, ia menghela nafasnya, kenapa hari ini banyak yang nelfon dia. Kalya menatap layar ponsel nya terlihat cavero sedang menelfon. Mau tidak mau dia harus mengangkat nya. Bukannya ia malas untuk mengangkat hanya saja dia merasa lelah.
" Halo. "Kata kalya Setelah panggilan telepon tersambung
" Halo yaya. " Jawab cavero
" Kenapa suara lo lemes gitu ya, lo belum makan emang. " Tanya cavero
" Gue cape cav, ini tadi mau tidur eh lo nya telfon, gue abis makan apa belom ya tadi gue sendiri lupa. " Jawab kalya dengan nada suara yang lemas
__ADS_1
" Eh sorry, gue ganggu ya, kalo gitu gue matiin.." Kata cavero merasa tidak enak kepada kalya
" Eitttssss, lo kebiasaan deh kalo nelfon langsung lo matiin aja seenak jidat lo. " Ucap kalya memotong ucapan cavero
" Hehe hehhe maaf yaya kan gue ga mau kalo gangguin lo, biar lo juga kan bisa tidur sore. " Kekeh cavero mendengar perkataan kalya
" Ya tapi ga gitu juga bambanggg, cepetan lo mau ngomong apaan, ini juga udah malem deh kenapa bilangnya masih sore . " Kata kalya yang sudah tidak sabar untuk memejamkan matanya
" Oh iya, jangan lupa buat bsok, ada pertandingan basket sama si kedua cabe cabean. " Kata cavero mengingatkan
" Udah gitu doang. " Kata kalya kesal mendengar cavero, mengapa hari ini banyak yang mengingat kan tentang pertandingannya, dia juga tidak akan lupa dengan pertandingannya dengan kedua cabe di skolah
" Iya astagaa kenapa banyak yang ngingetin gue, yaudh kalo gitu gue mau tidur cape, terus nih ya gue ingetin sekali lagi, ini udah malem bukan masih sore. " Kata kalya yang lansung menutup panggilan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari cavero
" Night yaya, have a nice dream. " Cavero tetap mengucapkan walaupun dipastikan jika kalya tidak mendengar.
" Dasar calon ibu ibu sensian banget. " Kekeh cavero
" Non ada teman teman nona di bawah. " Kata biani di depan pintu
" Iya bi suruh tunggu aja. " Jawab kalya dari dalam
" Astaga kenapa tu tiga anak pagi pagi gini udah disini, untung aja kan gue udah siap siap. " Kata kalya, mengapa teman temnanta itu sangat bersemangat ketika dia akan bertanding. Kalya menuruni anak tangga satu perdatu, disana dia sudah melihat ketiga anak curutnya sedang makan di meja makan. Pada numpang makan tuhhh ya.
" Lo semua kenapa pagi pagi udah kesini si, langsung makan lagi, modus doang lo kesini pagi pagi niatnya cuma pengen numpang sarapan q. " Kesal kalya menatap mereka semua
" Gas di mansion gue abis kal. " Tawa gwen melihat kalya
__ADS_1
" Nah betul tuh gas kita bertiga tuh abis, makannya kita numpang makan ke mansion lo. " Jawab ovra menyetujui apa yang dikatakan Gwen
" Tapi yang lebih bener jawaban lo si kal soalnya kedua temen lo tuh tukang tipu. " Kata dyra jujur yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari ovra dan juga gwen
"Serah lo dah penting lo bertiga seneng. " Kata kalya. Merasa heran dengan ketiga temannya itu padahal mereka semua anak orang kaya tapi masih saya mengatakan numpang makan dirumah orang, memang aneh banget ketiga Anak curut kalya tuh.
Sesampainya di sekolah, terlihat anak anak sudah memakai baju Olahraga, kalya mengela nafas, kenapa mereka semua sangat antusias dengan pertandinggannya, padahal kalya yang notabene nya adalah pemainnya kalau boleh jujur dia sangatlah malas . Padahal juga yang tanding hanyalah Reni dan juga dia mengapa harus semua anak yang memakai olahraga . Semua berkumpul di lapangan, terlihat kepala sekolah memberi arahan. Dan disinilah kalya berada di tengah lapangan dengan juna yang menjadi wasitnya, dan terlihat cavero cs tidak jauh dengan kalya cs.
Kalya sangat bersemangat karena mendapat dukungan dari teman temannya, pada lah dari tadi mah dia sangatlah malas .
" Kalya semangat ya kita semua selalu mendukungmu. " Teriak yuko yang paling kencang di antara mereka semua. Kalya hanya tersenyum menanggapinya.
" Lo pasti kalah sama gue. " Kata Reni memandang remeh kalya
" Kita liat aja nanti siapa yang bakal nangis nangis kejer kalo dia kalah. " Kata kalya menyeringai
" Lo udah latihan pun tetap ga bakalan bisa ngalahin gue. " Kata Reni dengan percaya dirinya, tidak tau kalau sebentar lagi dia akan menangis.
Pertandingan di mulai, setelah beberapa saat akhirnya Reni kalah telak dengan kalya. Ya emang siapa si yang bisa ngalahin neng kalya, semua siswa menyoraki Reni karena terlalu banyak menyombongkan diri tapi tidak pernah bisa membuktikan kemampuannya.
" Huu huu huuu banyak omong si. " Teriak salah satu siswa kepada Reni
" Bacod doang gede tapi ga ada skil haha haha hahah. " Kata ovra heboh
" Makannya kalo pilih lawan tu yang se imbang, queen ko dilawan ya kaga bakal bisa. " Ucap rara, pdahal Reni adalah teman sekelasnya tetapi dia malah membela orang lain.
" See lo bisa lihat sendiri kan, gue disini yang bakal ngalahin lo. " Ucap kalya kepada Reni yang sekarang ini menatapnya dengan penuh kebencian.
__ADS_1
" Lo tunggu aja kalo pembalasan gue " Teriak reni tidak tahu malu.
" Siyappp gue bakal tunggu pembalasan dari lo. " Jawab kalya menyeringai