
" Lama banget lo turun nya, gue nungguin lo sampe kepanasan tau" Kata cavero saat kalya sudah berada di depannya
" Ya kan antri dulu naik liftnya, lagian nih ya lo kan cowok masa nunggu cewek sebentar aja ngeluh." Jelas kalya merasa bahwa hari ini cavero sedikit cerewet saat bersamanya
" Yaudh lah ayok naik. " Kata cavero, cavero membukakakan pintu mobil untuk kalya
" Kenapa lo bukain pintu segala, gue bukan anak kecil kali. " Kata kalya kepada cavero, merasa tidak enak saat cavero membukakan pintu mobil untuk nya
" Santai aja kali, kan sekarang lo jadi tuan putri. " Kata cavero tersenyum lembut
DEG
Kalya bingung harus merespon seperti apa, karena memang dia kaget, apa maksud perkataan caveeo tadi
" Jantung oh jantung jangan gini, lo kenapa suga dag dig dug trus sih kalo deket cama si cav. " Kata kalya dalam hati sambil memegangi dadanya
" Lo kenapa ya? Dada lo sakit?. " Tanya cavero menatap mata kalya, kalya bisa melihat di mata cavero sedang memancarkan kekhawatiran kepada kalya
" Gg- gue gg- a ken- apa ken- apa kok. " Jawab kalya tergagap karena memang saat ini dia masih gugup
" Gue pikir lo sakit, klo sakit kan mending gue anterin lo pulang. " Kata cavero sambil memasangkan sabuk pengaman nya dan juga kalya.
" Anjing ini anak suka banget bikin jantung gue dag dig dug ser deh untung aja gue kaga punya riwayat penyakit jantung. " Kata kalya memegangi dadanya lagi
" Kagak lo santai aja. " Jawab kalya gugup
" Ttt- hanks ya. " Imbuh kalya
Cavero hanya menanggapi nya dengan tersenyum
Mobil cavero akhirnya meninggalkan kawasan perusahan agam , lebih tepatnya perusahaan kalya yang sekarang ini di anggap milik agam. Cavero fokus pada jalan di depannya, namun tak ayal sesekali melirik ke arah kalya yang cantik.
" Kalya tolong dong, jus nya. "Pinta caveroi menunjuk ke arah botol di sebelah kalya
" Jus ini. " Tanya kalya memastikan
__ADS_1
Cavero hanya mengangguk sebagai jawaban. Kalya membuka penutup botol jus itu dan memberikan nya kepada cavero, namun bukannya mengambil botol tersebut dari tangan kalya tetapi malah memajukan wajahnya dengan mata yang fokus menatap ke arah jalanan.
Kalya memutar kedua bola matanya malas, ia paham sekali maksud cavero yang meminta bantuan untuk minum
" Ini bocah kenapa jadi manja gini ya, padahal dulu dinginnya gak ketulungan kaya kulkas seribu pintu dah. " Batin kalya
" Eh tapi dia lucu juga si kalo manja gini. " Batin kalya cekikikan
Mau tidak mau kalya membantu cavero minum, untung saja di dalam mobil ada sedotan buat minum. Jadi kalya tidak susah susah untuk membantu cavero minum.
" Makasih yaya. " Kata cavero
" Padahal kan lo bisa minum sendiri tanpa bantuan gue. " Kata kalya
" Makan atau pun minum dari tangan orang lain tuh enak tau. " Jawab cavero
" Lagian nih ya kalo semisal gue makan atau minum sambil nyetir, bisa jadi kan gue oleng terus nabrak, emang lo mau kita kecelakaan trus lo kan belom lulus sekolahnya." Imbuh cavero panjang lebar
" Lo ko jadi cerewet gini sih cav, biasanya kan lo kalo ngomong satu kata dua kata doang. " Kata kalya heran
Kalya diam melihat ke arah keluar jendela tanpa berani menatap cavero balik
" Astaga kenapa ni mobil kaga sampe sampe, jantung gue udah copot rasanya , apalagi klo dia gini terus. " Batin kalya menjerit
Sembari melihat ke arah luar, mata kalya mengerjap ngerjap, apakah ini benar sekarang dia bersama cavero si cowok dingin yang tak tersentuh.
Kalya memegang rambutnya dan mengingat kejadian tadi, sekelebat bayangan kejadian masa lalu ada di pikirannya, dia mengingat seseorang yang dulu juga sering mengacak acak rambutnya asal. Bagi kalya tindakan yang dilakukan cavero tadi membuatnya merasa aneh, bukannya dia tidak pernah diperlakukan seperti itu, hanya saja itu aneh bagi seorang cavero.
Tak lama kemudian mereka sampai di salah satu tempat makan dan kebetulan tempat makan tersebut adalah milih kalya, saat mereka berjalan beriringan beberapa pelayan tundek kepada kalya, cavero merasa aneh ada yang jangkal kepada semua pelayan tersebut, ketika dia berjalan dengan kalya mengapa banyak pelayan yang tunduk kepada mereka, sedangkan dengan pengunjung lainnya hanya biasa aja
" Eh ya lo aneh ga si ko pada tunduk ke kita ya. " Tanya cavero.
" Perasaan lo aja kali, kan kita pengunjung jadi wajar dong kalo mereka gitu ke kita. " Jawab lkalya tenang
Mereka berdua duduk di salah satu tempat yaitu pojok, beberapa waiters menghampiri mereka berdua
__ADS_1
" Nona kalya pesan apa. " Tanya waiters tersebut
Kening cavero mengkerut, berpikir mengapa waiters ini mengensli kalya.
" Loh kok mba nya kenal teman saya. " Tanya kalya kepada waiters tersebut.
Kalya sudah memberikan kode kepada waiters tersebut, dengan memelototi waiters itu, tetapi sayangnya waiters tersebut tidak menangkap kode dari yang kalya berikan.
" Kan ini restorannya nona muda kalya kak. " Jawab waiters itu tersenyum, kalya bersiap untuk menerima berbagai pertanyaan yang di tanyakan oleh cavero.
" Mampus nih gue. " Batin kalya
" Ini waiters juga kenapa ga nangkep kode dari gue sih, bego banget, jangan jangan dia waiters baru lagi makannya ga nangkep kode gue. " Kata kalya memijat pelipisnya
Setelah mereka berdua memesan cavero bersiap untuk melontarkan segala pertanyaan yang ada di benaknya.
" Ini beneran restoran lo ya. " Tanya cavero memastikan
" Kalo semisal gue bilang iya lo percaya apa engga. " Tanya kalya balik
" Gue selalu percaya apa yang keluar dari mulut lo. " Jawab cavero
" Seperti yang waiters tadi bilang, ini beneran restoran yang gue bikin. " Jelas kalya kepada cavero
" Sumpah Demi apa. " Tanya cavero lagi karena memang dia ingin memastikan sekali lagi apakah jawab yang kalya berikan tadi benar atau kah bohongan belakang
" Hmm beneran ini punya gue, kalo lo ga percaya lo bisa tanya ke waiters disini. " Kata kalya
" Lo hebat banget ya udah bikin restoran sendiri. " Puji cavero kepada kalya
" Gue ga hebat kok cuma waktu itu ada peluang bisnis aja jadi gue bikin restoran ini deh. " Kata kalya tersenyum tenang
" Lo ga tau aja cav kalo perusahan tadi punya gue, yang gue akuin itu punya bang ayam. " Batin kalya
" Apalagi lo tau kalo gue punyaa banyak anak cabang, terus anak cabang punya gue di bidang usaha apapun, lo bakal kaget deh gue jamin. " Batin kalya terkekeh geli membayangkan cavero
__ADS_1