
Matahari terbit dari ufuk timur, cahayanya bersinar perlahan seiring berjalannya waktu . Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat siswa untuk pembelajaran yang berkaitan dengan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan . Tetapi ada beberapa siswa yang sangat malas dengan pembelajaran Olahraga ini, kalian pasti tau kan siapa mereka?, ya mereka adalah kalya cs. Akan tetapi setelah dari kantin tadi cavero cs dan kalya cs segera menuju ke ruang ganti untuk berganti pakaian menjadi olahraga, semalas malasnya mereka, mereka akan tetap mengikuti pembelajarannya.
Semua siswa sekelas kalya saat ini berkumpul di tengah lapangan
" Huftttt... Panas banget woiii. " Keluh ovra menyeka keringat yang ada di dahinya.
" Iyaaaaa oiii kalo kaya gini mah baru sebentar aja udah bau asem nih ketek gue. " Kata Gwen menimpali sambil mencium bajunya
" Itu mah udah dari dlu ketek lo bau. " Kata dara menggoda Gwen
" Emang ni guru ya kaga ada otak, masa nyuruh muridnua olahraga di siang bolong kaya gini, bukannya sehat yang ada malah dehidrasi. " Kata kalya ikut ikutan kesal dengan ketiga temannya, sedangkan cavero, mada, gyan dan juga ethan hanya diam mendengarkan keluhan ciwi-ciwi tersebut.
Pak Baydi memasuki lapangan, pertanda akan dimulainya pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
" Selamat siang anak anak. " Sapa pak Baydi kepada semua siswa.
" Siang pakkkk. " Jawab semua siswa serempak
" Pakkk kenapa jam pembelajaran olahraga di ganti jam segini dah. " Keluh sang ketua kelas
__ADS_1
" Woi lo tuh ketua kelas seharusnya mencerminkan contoh yang baik, lah ini malah ngajarin budak kelasnya contoh jelek. " Sindir ethan yang memang tidak menyukai ketua kelasnya itu
" Iya tuh bner. " Jawab siswa siswa yang lain
" Ya masa ketua kelas kerjaanya cuma nyuruh doang. " Bela yuko terhadap ethan
" Diam diam, ini perintah dari kepala sekolah, makannya jam pelajaran kalian semua di ganti menjadi siang hari tidak pagi hari. " Jawab pak Baydi tenang
" Sekarang ngadem aja yuk pak panas nih. " Usul dyra yang memang sepertinya sudah tidak kuat menahan panas
" Iya Pak gausah olahraga dah, atau olahraga nya main monopoli aja dah kita ikhlas. " Usul teman yang lain
Mau tidak mau pak Baydi menuruti keinginan anak didiknya, yang menang hari ini sangatlah panas, dan sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pelajaran di tengah lapangan .
" Terserah kalian semua mau ngapain, saya sudah capek ngurusin kenakalan kalian. " Sahut pak Baydi cepat dan segera meninggalkan lapangan
" Yeeeeeee. " Teriak semua siswa.
" Dah yok kita ganti baju. " Kata ovra mulai beranjak ingin mengganti bajunya menjadi seragam formal
__ADS_1
" Sini aja bege gausah ganti, ribet deh ganti baju mulu, udah pake ini aja lebih nyaman geraknya. " Jawab dyra cepat
" Iya nih lagian tuh liat si kalua palingan udah molor, tega lo ninggalin dia disini. " Kata Gwen yang tidak mendapat jawaban dari ovra dan langsung mendudukkan bokongnya lagi.
Kalya membaringkan badannya ndi tengah rerumputan, yang memang sangat nyaman apalagi tempatnya itu di bawah pohon, akan tetapi meskipun begitu tetap ada cahaya yang menyorot wajah kalya . Cavero meletakkan telapak tangannya yang besar di atas kalya bertujuan untuk menutupi wajah kalya dari cahaya matahari. Kalya merasa ada yang aneh karena tadi dia merasakan sedikit panas di wajahnya, tetapi mengapa sekarang ia tidak merasakan panas sama sekali di wajahnya.
" Euggghhhh. " Lenguh kalya
" Cc-cavv. " Kata kalya terbata melihat wajah cavero dari dekat . Cavero hanya tersenyum menanggapi nya.
" Lo ngapain. " Kata kalya lagi menunggu cavero yang tak kunjung berucap
" Gue lagi nutupin wajah my queen biar ga kepanasan. " Jawab cavero yang seketika jawaban cavero itu tidak baik untuk keadaan jantung kalya
" Ee-eh lo ngomong aaapan di My queen segala kan gue bukan siapa siapa lo. " Jawab kalya gugup, untuk menyembunyikan kegugupan nya kalya melihat ke lain arah, agar cavero tidak melihat pipinya yang seperti kepiting rebus.
" Kalo sekarang emang belom gatau kalo bebrapa hari kemudian. " Jawab cavero santai yang langsung merebahkan kepalanya di paha kalya, karena tadi kalya bangun untuk menutupi kegugupan nya.
" Lo apa apan si ko tiduran di paha gue. " Kata kalya menyingkirkan kepala cavero dadi pahanya.
__ADS_1