
" Disini tuh yang bloon sama tolol tuh siapa?. Lo apa kita semua?." Kini giliran kalya yang bertanya, tidak ada menjawab hanya beberapa bisikan gang kalya dengar
" Gue tanya sama lo sekali lagi, lo punya mulut kaga hah. " Sentak kalya kepada Reni dan tery, sedangkan mereka berdua menunduk tidak berani menjawab apalagi untuk menatap mata kalya, semua bergidik ngeri mendengarkan sentakan kalya, sangat menyeramkan menurut mereka.
" Kal udah Kal. " Kata dyra menenangkan kalya, karena memang kalya sangat susah untuk di tenangkan ketika dia sudah tersulut emosi.
" Gedek gue sama lo, kelakuan lo kek gini banget. " Kata kalya sekali lagi
" Gue ingetin ya, lo ngelakuin ini semua juga kaga bakal ada untungnya sama lo, yang ada malah temen temen lo ga suka sama lo, pda benci sama lo, apa lo ga sadar hah iya. " Sentak kalya lagi kepada mereka berdua
" Heh ayo jawab mana bacotan lo. " Tantang kalya
" Gue selama ini diem aja ya sama kelakuan lo berdua. " Tunjuk kalya
" Tapi gue sekarang udah muak ama kelakuan lo, gue tunggu besok, pertandingan selanjutnya semoga lo berhasil. " Kata kalya memutar tubuhnya meninggalkan kerumunan, di ikuti oleh semua teman temannya.
Keributan terjadi setelah kalya cs dan cavero cs pergi .
" Lo kenapa ga berani lawan ren. " Tanya tery kepada Reni
" Kalo lo berani jawab aja sendiri anjing. " Sentak reni
" Lah gue kan ngikut lo, kalo lo ngomong gue bakal ikutan ngomong, kalo lo nggak mah gue juga engga." Kata tery
" Lagian juga gue kaga berani ama dia, nyeremin banget sampe ga bisa napas gue tadi, untung tadi gue buang gas jadi ga terlalu nyiksa. " Kata tery cengengesan, tau kan buang gas, iya kentut.
" Sabar kal sabar. " Kata dyra mengulai perkataannya tadi
" Gue udah sabar ya dari dulu. " Jawab kalya dengan nafas naik turun menandakan sekarang dia masih di landa emosi.
" Tenangin diri lo dulu gih sana. " Kata ethan memberikan saran, cavero menatap ethan tajam tidak suka hujan ada yang memberikan perhatian kepada kalya.
__ADS_1
" Se- sorry ver gue kan cuma punya niat baik sama si kalya. " Kaga ethan karena sadar akan tatapan cavero
" Si doi udah mulai posesif nich. " Sindir gwen yang melihat arti tatapan dari cavero
" Apaaa apaaan sih kalian tuh. " Pipi kalya bersemu merah, yang tadinya dia dilanda emosi tapi sekarang malah dia yang malu sendiri akibat perkataann Gwen
" Lah pipi lo blushing kal." Tanya gyan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, seorang kalya mendadak blushing hanya karna di goda dengan teman temannya ya walaupun hanya begitu.
Kalya pergi meninggalkan teman temannya, dia tidaaak mau di goda lagi, dia bingung kepada dirinya sendiri, mengapa dia blushing hanya dengan perkataan Gwen yang seperti itu. Dia tidak akan pernah bisa blushing, ini bukan seorang kalya. Tetapi orang lain. Kalo bukan neng kalya siapa lagi wkwk. Kalya menuju ke perpustakaan, sangat jarang dia akan pergi ke sana paling hanya satu tahun sekali untuk mengembalikan buku paket yang di pinjamkan oleh sekolah, karena menurut nya disini dia bisa menghindar dari teman temannya.Semua mata menatap ka arah kalya, memang kalya di manapun berada akan menjadi pusat perhatian, apalagi tadi ada keributan dan itu akan menjadikannya lebih menjadi pusat perhatian
" Brukkk. " Rara menabrak kalya, tepat api kalya pada saat itu tidak menyadari bahwa yang di menabraknya adalah rara
" Eh eh sorry. " Kata kalya merasa tidak enak, karena rara pada saat itu membawa buku yang sangat banyak, dia menduga bahwa itu adalah buku pinjaman dari perpustakan tetapi mengapa banyak sekali.
" Lah lo ngapain ra. " Tanya kalya mengangkat sbelah alisnya
" La ini gue mau balikin buku pinjeman. " Jawab rara
" Bukan gue tau yang baca. " Jawab rara memutae kedua bola matanya malas
" Lah terus siapa lo gabut banget angkut angkut buku. " Kata kalya yang masih menertawai rara
" Itu lah si nenek lampir, kan besok lo mau tanding tuh cerdas cermat makanya dia udah nyiapin ini jauh2 hari. " Jawab rara
" Niat banget tu anak buat ngalahin gue. " Kata kalya
" Yaudh deh besok gue bakal ngalah di babak awal . " Kata kalya menyeringai
" Jangan gitu juga kali kal ekspresi lo bikin serem tau kagak. " Kata rara bergidik ngeri
" Lagian lo tuh ya udah di tindas kek gitu ga ada ngelawan ngelawan nya sama sekali cuma diem diem bae kaya orang mati. " Marah kalya kepada rara
__ADS_1
" Gue takut di pukul kal, badan dia kan lebih gede nih dari pada gue. " Jawab rara menatap badannya yang memang lebih kecil dari Reni
" Emang lo pikir badan gue kaga lebih gede dari dia, orang badan dia segede gentong. " Kekeh kalya
" Jangan kenceng kenceng kal, nanti kalo kedengeran orangnya bisa bisa dia ngamuk. " Ingat rara, karena Reni memang mudah tersindir
" Lah emang kenyataannya kan, lo juga liat sendiri. " Kata kalya
" Yaudh deh kal serah lo, gue mau ke perpus dulu balikin ini buku banyak, lagian lo juga bukannya bantuin malah di ajak ngobrol, mana bukunya banyak banget lagi berat. " Keluh rara,memang si neng kalya tuh ga peka banget.
" Haha haha hahah hahah lucu banget si lo makanya si angga klepek klepek sama lo. " Goda kalya , sedangkan pipi rara merona mendengarkan kalya.
" Cieee blushing ni yee. " Kata kalya, entah mengapa dia suka sekali menggoda temannya yang satu ini
" Apaaa si kal gue lama lama sama lo tambah bloon. "Kata rara kelepasan
" Mampus gue bakal ada singa ngamuk ini mah." Batin rsra memejamkan matanya takut akan ke marahan kalya
" Lo ngatain gue bloon, kurang ajar lo ya, orang udah di bantuin juga mana lo ga berterimakasih sama gue. " Kata kalya mencoba pura pura kesal, sangat senang menggoda rara ini.
Tiba tiba dari arah belakang, angga datang yang pastinya akan menyelamatkan pacarnya dari singa ngamuk yang sedang membelakangi nya ini.
" Eh lo apain pacar gue. " Kata angga mengambil alih buku yang ada di kedua tangan rara
" Gue nge goda cwe lo, lucu soalnya hahah haha haha. " Kata kalya tertawa
" Ihh ngeri banget, Jangan jangan lo suka sama cwe gue ya, jangan jangan lo mah nikung gue ya dari belakang. " Kata angga penuh selidik dengan memicingkan kedua matanya
" Lo pikir gue lesbi apa sampe sampe suka sama cewe lo. " Kata kalya tidak Terima kepada angga karena dikatain suka sesama jenis
" Kirain kal, yaudh gue cabut dulu. " Kata angga dan rara berlalu pergi. Meninggalkan kalya seorang diri.
__ADS_1