Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Bab 20 : Membaik


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul sembilan malam, Kumbang sudah berada dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sementara itu Melati ia baru saja tiba di alamat apartemen dimana Kumbang tinggal.


"Ini dia apartemennya, semoga saja aku bisa segera bertemu dengan Kumbang, harus!"


Dengan segera Melati langsung masuk ke area apartemen mewah itu, ia pun langsung mencari kamar dimana Kumbang dikabarkan menginap di sana.


"Nomor 25, ini pasti kamarnya," seru Melati sembari mengetuk pintu kamar itu, tapi sayang! Tidak ada jawaban dari dalam, seolah di dalam apartemen itu tidak ada penghuninya.


"Kumbang, ayo buka pintunya, pliss!!" Melati terus menggedor-gedor pintu apartemen itu, hingga akhirnya seseorang datang menghampiri Melati dan mengatakan kepadanya bahwa penghuni apartemen itu sudah keluar setengah jam yang lalu.


"Maaf, Nyonya! Anda mencari siapa?" tanya seorang wanita yang seumuran dengan Melati.

__ADS_1


"Emm ... saya sedang mencari pak Kumbang yang tinggal di apartemen ini, tapi dari tadi saya tidak mendapatkan jawaban dari dalam," balas Melati.


Wanita itu pun mengatakan jika ia melihat penghuni apartemen itu sudah keluar dengan seorang pria seksi setengah jam yang lalu. Tentu saja Melati tidak bisa percaya, jauh-jauh dirinya pergi ke luar kota hanya untuk menyusul Kumbang, nyatanya pria itu justru pergi, bagaimana dengan nasib Amanda nanti, jika Kumbang tidak segera menolongnya.


"Nyonya tahu kemana mereka pergi?" tanya Melati yang semakin panik.


"Saya tidak tahu, Nyonya. Sepertinya mereka orang-orang penting," ungkap wanita itu.


Melati lemas seperti tak bertulang, ia menyandarkan tubuhnya pada pintu apartemen Kumbang, kemana lagi ia harus mencari keberadaan ayah kandung anaknya itu, kepalanya mulai berputar-putar sepertinya Melati terlihat sangat kelelahan, karena dari saat Amanda masuk ke rumah sakit, Melati tidak istirahat sama sekali. Dan akhirnya ia terjatuh juga.


Sekitar satu jam lebih perjalanan, akhirnya Kumbang tiba di rumah sakit dimana putrinya dirawat.

__ADS_1


Dengan segera Kumbang datang dan mencari dimana keberadaan putrinya, tentu saja sangat mudah bagi Kumbang untuk mengetahui dimana kamar sang buah hati, dan saat itu juga ia menemui dokter, karena kondisinya sudah malam dan dokter sudah pulang. Ia pun memanggil dokter yang biasa membantunya. Tak menunggu lama, dokter pun datang dan segera melakukan prosedur transfusi darah dengan mengambil darah Kumbang dan setelah itu men-transfusikannya ke dalam tubuh gadis kecil itu.


Kumbang melihat wajah sang putri yang sangat pucat, air matanya tak bisa terbendung lagi, selama ini ia selalu mengalah untuk tidak mendekati putrinya, tapi kali ini ia akan bertekad mengambil Melati dan juga anaknya dari tangan Surya.


"Amanda, Sayang! Cepatlah sadar, Nak! Papa ada di sini bersamamu," Kumbang tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan putrinya. Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya Kumbang bisa bernafas dengan lega, dokter mengatakan jika kondisi Amanda sudah stabil dan ia selamat dari marabahaya.


"Selamat, Pak Kumbang! Akhirnya kondisi putri Bapak sudah membaik, beruntung Anda datang tepat waktu, jika dalam dua jam saja Anda tidak datang, maka kami tim dokter tidak bisa berbuat banyak," seru sang dokter yang membuat Kumbang begitu bahagia.


"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih banyak!" Kumbang sujud syukur, sang asisten pun ikut terharu melihat bosnya yang sangat menyayangi putrinya.


"Bos! Saya ikut senang melihat putri Anda selamat, dan sekarang Bos harus istirahat!" seru asisten Dharma.

__ADS_1


"Kalau kamu mau istirahat, istirahatlah! Aku ingin menemani putriku," balas Kumbang sembari menyandarkan kepalanya pada tempat tidur sang anak.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2