Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Hari Bahagia


__ADS_3

Hari yang dinantikan telah tiba. Pasca bercerai dari Surya, selang 3 bulan kemudian Melati dan Kumbang mengumumkan pernikahan mereka. Sedangkan Mawar dan Surya tanpa menunggu bulanan untuk segera menikah, Surya segera memperistri Mawar setelah keduanya mendapatkan restu dari Kumbang.


Tepat di hari ini, Melati akan menjadi pengantin untuk kedua kali, sedangkan Kumbang sudah tidak sabar untuk segera mengesahkan pernikahan mereka.


Mawar mendekati sang kakak yang saat itu sedang berdiri di depan cermin, dengan tangis bahagia, Mawar mengucapkan selamat untuk kakak tersayang.


"Hari ini, Mawar sangat bahagia. Bukan karena Mawar sudah menikah dengan Mas Surya, tapi Mawar ikut bahagia karena Mas sudah mendapatkan cinta sejati Mas, yaitu Mbak Melati. Mawar sangat iri melihat kisah cinta kalian berdua, Mas Kumbang benar-benar mencintai Mbak Melati dengan tulus, Mawar berdoa semoga kalian berdua hidup bahagia selamanya sampai ajal memisahkan," seru Mawar dengan tangis bahagianya.


Spontan, Kumbang langsung memeluk sang adik dan mencium keningnya.


"Terima kasih banyak, adikku! Hanya kamulah penyemangat Mas selama ini, jika kamu bahagia tentu saja Mas juga ikut bahagia. Mas melakukan semua ini demi kamu, agar kamu mendapatkan keadilan, selama Mas masih hidup aku tidak akan pernah membiarkan adikku menangis. Sekarang, kamu sudah mendapatkan kebahagiaanmu, aku percaya jika Surya pasti akan membahagiakanmu, apalagi sekarang sudah ada keponakan Mas yang akan hadir dari rahimmu, Mas sangat bahagia sekali." Kumbang terlihat begitu bahagia apalagi sekarang Mawar divonis mengandung satu bulan setelah dua bulan menikah dengan Surya.


Tentu saja kehamilan Mawar adalah kebahagiaan Mama Seroja dan juga Surya. Akhirnya selama ini Mama Seroja akan mendapatkan cucu kandung dari putranya sendiri. Surya pun menyadari jika selama ini Tuhan memang tidak mengizinkan dirinya untuk memiliki anak dari Melati, karena Melati bukan jodoh yang digariskan untuknya.


Kedua kakak beradik itu saling menyayangi satu sama lainnya. Saling menyayangi dan saling mendukung. Hingga tiba waktunya Kumbang harus segera datang ke tempat akad nikah sekarang juga.


"Ya udah, Mas! Kita harus berangkat. Mbak Melati pasti sudah menunggu kamu," seru Mawar sembari melepaskan pelukannya.


"Iya, kamu benar! Bukan Melati saja yang menunggu, tapi aku juga nggak sabar menunggu. Aku deg-degan sekali, Mawar." sahut Kumbang sembari mengusap keringat yang mulai membasahi wajah tampannya.


"Hmm ... masa sih deg-degan, bukannya Mas Kumbang dan Mbak Mawar udah cup cup!" goda Mawar sambil menyenggol lengan sanh Kakak.


Spontan Kumbang mengacak-acak rambut adiknya yang terurai panjang, "Haaa ... itu beda lagi, dulu aku memaksa dia, kalau sekarang kan enggak, malunya itu loh!" sahut Kumbang sambil tersenyum malu.


"Malu? Ngapain malu? Mbak Melati kan udah lihat semuanya?" sahut Mawar tidak percaya.


"Enggak lah! Dia nggak ngelihat sama sekali, dia cuma bisa merasakannya langsung tanpa melihat jika aku yang sedang bergoyang," ucap Kumbang sembari merapikan jasnya.


"Wow! Berarti Mbak Melati belum melihat bentuknya dong?" bisik Mawar sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Ya iya, dia belum melihat ketampanannya, bahkan rambutnya yang indah pun dia nggak tahu sama sekali. Tapi, dia sih sepertinya suka dan keenakan. Meskipun dia sedikit nangis, apa aku yang terlalu kasar ya atau terlalu besar!?"ucap Kumbang berpikir keras.


"Hmm ... kalau itu sih Mas yang terlalu bersemangat, nggak lihat sikon apa Mbak Melati itu udah siap apa enggak. Tapi, ukuran yang cukup besar bisa juga berpengaruh sih, Mas! Au ah udah-udah cepetan berangkat! Kok malah ngomongin anu sih!" seru Mawar sambil mendorong tubuh sang kakak untuk keluar dari kamar.


Kumbang pun tersenyum sumringah. Akhirnya mereka segera berangkat ke tempat ijab Kabul di sebuah hotel bintang lima, sekalian pasangan pengantin baru itu akan menginap di hotel tersebut.


*


*


*


'Saaaaahhhhhh'


Finally, Kumbang telah resmi memperistri Melati hari itu juga. Kemudian Kumbang menyempatkan cincin pernikahan pada jari manis sang istri. Begitupun sebaliknya, Melati yang saat itu cantik dengan gaun pengantin berwarna putih tampak menyematkan cincin kawin pada jari manis Kumbang.


Sementara itu, tatapan mata Kumbang tidak pernah bisa berpaling dari wajah istrinya. Semuanya mengucapkan selamat kepada mempelai berdua, tak terkecuali Surya sebagai mantan suami Melati yang kini menjadi adik iparnya.


"Terima kasih banyak, Mas! Aku juga ucapkan selamat untuk kalian. Akhirnya, kamu dan Mama akan mendapatkan seorang bayi impian kalian, aku ikut bahagia dengan kehamilan Mawar, selamat ya!" balas Melati sembari tersenyum kepada keduanya.


*


*


*


Pesta pernikahan yang begitu megah membuat Melati terlihat sedikit lelah. Ia pun meminta izin kepada suaminya untuk masuk ke kamar dulu.


"Mas, aku masuk dulu ke kamar, aku capek banget!" pamit Melati.

__ADS_1


"Hmm ... iya, istirahatlah!" balas Kumbang.


Melati pun akhirnya pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Kumbang sudah mempersiapkan kamar pengantin yang indah, kamar VIP yang sengaja Kumbang minta untuk menjadi kamar spesialnya malam ini.


Melati masuk ke dalam kamar itu dengan perasaan takjub. Rasa capek dan lelah yang awalnya ia rasakan, kini berganti dengan rasa kagum dan bahagia.


"Oh My God! Ini indah sekali, so sweet. Romantis sekali suasananya." seru Melati sembari melihat dekorasi kamar pengantin yang penuh dengan bunga-bunga segar, cahaya temaram yang semakin membuat suasana kian romantis.


Perlahan Melati berjalan ke arah ranjang tidur yang tentunya sudah dihiasi dengan bunga-bunga segar. Tampak di tengah ranjang big size itu sebuah gaun malam yang terbuat dari silk sutra yang sangat lembut. Melati mengambil gaun itu dan ia tersenyum.


"Kamu ingin aku memakainya, oke!" seru Melati sembari berjalan menuju ke kamar mandi, ia harus membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum sang suami datang ke kamar. Berpengalaman sebagai seorang istri, tentu saja Melati sudah tahu bagaimana caranya memuaskan suami di atas ranjang. Bukan hal yang baru untuknya. Tapi, malam ini terasa begitu istimewa karena ia akan bertemu lagi dengan pria yang sudah memberinya seorang anak.


Melati memakai sabun untuk membuat kulitnya lembut dan harum, setelah itu ia mengeringkan tubuhnya dan mulai mengoleskan lotion wangi yang akan membuat Kumbang tergoda dengan harum tubuhnya.


Setelah cukup mengoleskan kirim lotion. Melati segera memakai gaun panas itu tanpa lapisan lainnya, murni hanya gaun tipis yang menerawang. Tentu saja lekukan tubuh indahnya terlihat begitu jelas seolah tanpa ada sesuatu yang menghalangi kemolekan mulusnya kulit itu.


Ia mengoleskan make up pada wajahnya, meskipun tidak terlalu tebal, setidaknya makeup itu terkesan segar dan cantik pada wajah Melati. Rambut panjangnya tak lupa ia biarkan terurai.


Setelah Melati mempersiapkan dirinya untuk berpenampilan menarik untuk sang suami. Kini ia berjalan ke arah ranjang tidur dan berbaring dengan gaya yang menggoda.


Melati merebahkan tubuhnya dengan satu tangan menyangga kepalanya dengan posisi miring. Sementara itu satu kakinya bertumpu pada kaki satunya sehingga pose itu terlihat begitu menggoda bagi siapa saja yang melihatnya, dengan membawa setangkai bunga mawar yang ia cium aromanya.


Tiba-tiba.


"Ceklek!"


Suara pintu dibuka oleh seseorang. Kedua mata Melati melihat kedatangan sang suami yang saat itu baru saja masuk ke dalam kamar pengantin mereka.


Langkah kaki itu terdengar semakin mendekati ranjang tidur dimana Melati berada.

__ADS_1


Hingga akhirnya, wajah Kumbang pun mulai terlihat begitu bahagia, ia tersenyum seringai tatkala melihat Melati yang tengah menggodanya.


__ADS_2