
Ana segera menghubungi Kumbang yang saat itu sedang bersama putrinya.
"Halo, Tuan!"
"Ada apa?"
"Begini, Tuan! Nyonya Melati ingin bertemu dengan Nona Mawar dan dia minta untuk diantarkan ke tempat Nona Mawar," seru Ana.
Kumbang menghela nafasnya, "Melati ingin bertemu dengan Mawar? Untuk apa?"
"Baiklah! Antarkan dia ke tempat Mawar, tapi ingat! Jaga Melati dengan ketat, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya," titah Kumbang.
"Baik, Tuan!"
Setelah Ana menutup teleponnya, ia pun segera mengantarkan Melati untuk bertemu dengan adik kandung Kumbang.
"Mari, Nyonya! Saya akan mengantarkan Anda kepada Nona Mawar," ucap Ana sembari mempersilahkan Melati untuk keluar dari apartemen itu. Lokasi rumah sakit itu tidak jauh dari apartemen Kumbang.
Sementara di sisi lain, Surya sudah memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera menjemput istrinya, ia tahu jika kepergian Melati karena sedang mencari Kumbang.
"Bawa Melati kepadaku, jangan kembali sebelum kalian mendapatkannya, mengerti!" titah Surya dengan tegas.
"Baik, Bos!"
__ADS_1
Beberapa anak buah Surya langsung bergerak ke lokasi dimana Melati berada, sedangkan Melati saat itu sedang pergi menuju ke tempat Mawar.
Saat Melati sedang dalam perjalanan ke rumah sakit jiwa dimana Mawar dirawat, anak buah suaminya sudah tiba di apartemen milik Kumbang, dimana Melati sebelumnya berada. Tentu saja mereka dibuat kecewa karena Melati tidak ada di dalam apartemen itu.
"Sialan! Kemana perginya mereka, tidak ada siapa-siapa di sini," seru salah seorang anak buah Surya.
"Kita harus segera mencarinya, mungkin istri Bos masih berada di sekitar sini, dia pergi tidak lama sebelum kita datang," ucap salah satu temannya.
"Hmm ... kita harus menemukannya segera, jika tidak Tuan Surya bisa-bisa mencincang kita habis-habisan." Sahut temannya.
Akhirnya, anak buah Kumbang segera pergi meninggalkan apartemen itu dan segera melacak jejak Melati, mereka berpencar untuk mencari keberadaan Melati agar tidak sampai ketinggalan jejak lagi, karena menurut security di apartemen itu, Melati baru saja keluar.
Sementara itu, Melati yang kini berada di dalam mobil yang dikawal ketat oleh anak buah Kumbang, wanita itu pun duduk di kursi belakang sembari menatap ke arah jendela mobil, ia berpikir kemana dirinya akan membawa pernikahannya dengan Surya, mengingat Melati masih merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya bersama Kumbang.
Tanpa diduga, anak buah Surya yang menyebar tanpa sengaja melihat Melati berada di dalam mobil yang sedang melaju sedang ke arah sebuah jalan menuju ke rumah sakit jiwa.
"Kamu benar, itu Nyonya Melati. Ayo ikuti mobil itu?" anak buah Surya pun segera mengikuti mobil yang membawa Melati.
Setelah beberapa saat, mobil berwarna putih itu masuk ke dalam rumah sakit jiwa SEHAT MENTAL. Melati pun segera turun dan mengikuti Ana yang tentunya wanita itu sudah mengetahui dimana Mawar dirawat.
Sedangkan anak buah Surya, juga ikut masuk dan menyusup ke dalam rumah sakit jiwa dan mereka berpura-pura menjadi keluarga salah satu pasien, untuk mengelabui anak buah Kumbang.
Ana berhenti di depan sebuah kamar yang khusus untuk Mawar, Kumbang sengaja membayar mahal untuk fasilitas adiknya agar Mawar mendapatkan kenyamanan selama di rumah sakit.
__ADS_1
"Mari Nyonya! Silahkan masuk!" seru Ana sambil membuka pintu kamar Mawar. Melati menghela nafas panjang dan Ia pun berjalan menghampiri seorang gadis yang sedang duduk di atas ranjang sambil memegang sisir di tangannya, sesekali gadis itu bernyanyi kecil saat ia menyisir rambutnya.
Melati berhenti di dekat ranjang tidur Mawar, gadis itu tampak membelakangi Melati.
"Astaga! Apa ini benar-benar Mawar? Ini benar-benar mustahil, Mawar tidak mungkin sampai seperti ini, pasti ada sesuatu yang sangat membuatnya tertekan mental dan batin, kasihan kamu Mawar," batin Melati yang merasa iba dengan apa yang menimpa Mawar.
"Mawar!!"
Melati memanggil nama Mawar dengan lembut, seketika Mawar langsung menoleh ke belakang dengan wajah ketakutan.
"Siapa kamu!" seru Mawar sambil mundur-mundur dan terlihat panik.
"Mawar, ini aku Melati. Apa kamu masih ingat padaku?" seru Melati sembari terus mendekati gadis itu. Sejenak Mawar melihat wajah yang tak asing lagi baginya, perlahan Mawar mulai berpikir siapakah wanita yang sedang berdiri di depannya.
"Ini Mbak Melati, Mawar. Kita dulu sering sekali pergi bersama, kita sering datang ke taman kota dan ke kebun bunga, apa kamu masih ingat?" Melati berusaha untuk mengingatkan memori Mawar.
Mawar berpikir cukup lama, tatapan matanya yang kosong seketika membuat sesak dada Melati melihatnya.
"Apa yang terjadi padamu Mawar? Kamu adalah gadis yang periang dan cerewet, kamu membuat orang-orang di sekitarmu tertawa melihat tingkah lucumu, dan sekarang kenapa terjadi seperti ini? Sungguh laknat pria yang sudah menghancurkan hidupmu seperti ini," Melati tidak bisa menahan rasa sedihnya melihat kondisi Mawar. Air mata itu tumpah saat melihat wajah Mawar dengan tatapan kosong.
"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan Kumbang, dia pasti sangat hancur melihat adiknya seperti ini. Ya Tuhan! Pria itu benar-benar pecundang, brengsek, bajingan!" Melati mengumpat sambil menangis sesenggukan hingga akhirnya tiba-tiba terdengar suara lemah yang memanggil nama Melati.
"Mbak ... Mel ...!" suara itu tertahan oleh seraknya tenggorokan.
__ADS_1
Melati spontan menoleh ke arah Mawar yang sedang menatapnya dengan air mata.
...BERSAMBUNG ...