Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Diamputasi


__ADS_3

"Kok bunga Kamboja dan bunga Kantil. Memangnya Amanda mau jadi Nyi Blorong?" sahut Kumbang sambil tertawa.


"Apa, Pa? Nyi Gorong-gorong. Nggak mau ah!" sahut Amanda yang tentu saja semakin membuat Melati dan Kumbang gemas melihat putri mereka.


"Ya sudah! Sekarang kita makan, setelah ini kita akan bertemu dengan Tante Mawar, Amanda mau?" ucap Kumbang yang membuat Amanda mendadak gembira.


"Asyiiik beneran nih, Pa? Mau mau!" gadis kecil itu tampak begitu bahagia saat Kumbang akan mengajaknya bertemu dengan Mawar.


Sementara itu di tempat lain, Surya sudah kehilangan kesabaran, dirinya harus segera membawa Melati kembali pada dirinya. Ia pun berniat untuk datang ke kediaman Kumbang untuk mengambil istrinya, karena ia sangat yakin sekali jika Melati pasti ada di rumah Kumbang.


Ibarat menggali lubang kubur sendiri. Surya berencana untuk datang ke kandang singa. Ia tidak perduli lagi dengan Kumbang karena dirinya merasa memiliki kekuatan hukum untuk membawa Melati kembali. Karena dirinya adalah suami sah Melati. Surya akan melaporkan kejadian hilangnya sang istri kepada polisi. Pria itu akan datang dengan membawa petugas kepolisian untuk mengambil Melati dari tangan Kumbang.


"Aku akan datang menjemputmu, Sayang! Dan pria itu harus merasakan jeruji besi, dia sudah bermain-main dengan Surya. Dia belum tahu saja siapa sebenarnya Surya Kencana!" seru Surya saat dirinya dalam perjalanan menuju ke kantor polisi. Karena kondisi cuaca buruk dengan hujan deras yang menghalangi jarak pandang. sang sopir tampak kehilangan kendali, ban mobil mereka slip dan akhirnya mobil yang Surya tumpangi menabrak pembatas jalan.


'Braaakkk' terdengar begitu keras suara mobil Surya yang menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling di tengah jalan. Dalam kecelakaan tunggal itu, sang sopir meninggal dunia dan Surya mengalir luka berat di kakinya. Kedua kakinya terjepit badan mobil. Ia hanya bisa meraung kesakitan saat kakinya terjepit dan tidak bisa digerakkan.


Selang beberapa menit. Mobil ambulance datang dan segera mengevakuasi korban kecelakaan tersebut. Sungguh kejadian yang membuat hidup Surya akan berubah.


Surya dibawa ke rumah sakit dan segera mendapatkan perawatan insentif. Mama Seroja tampak begitu bersedih saat ada berita putra kesayangannya mengalami kecelakaan.


"Ya Tuhan! Tolong selamatkan putraku!. Wanita paruh baya itu begitu berharap sang anak baik-baik saja. Karena kondisi terakhir mobil yang ditumpangi Surya rusak parah.


Setelah beberapa jam Surya di dalam kamar operasi, akhirnya sang dokter keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tertunduk. Mama Seroja yang sudah lama menunggu dokter keluar dari kamar operasi, seketika menghampiri dokter dan bertanya, "Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" Mama Seroja bertanya dengan perasaan yang sangat khawatir.


"Begini Nyonya! Dengan sangat menyesal kami terpaksa menyampaikan berita ini. Kami sudah melakukan tindakan pada luka di kaki Tuan Surya, dan kami tidak bisa menyelamatkan kedua kaki Tuan Surya, maka kami terpaksa mengamputasi kedua kaki beliau. Jika tidak, maka luka itu akan menjadi infeksi dan berbahaya bagi kesehatan Tuan Surya," ungkap sang dokter yang seketika membuat Mama Seroja turun bisa menahan kesedihannya.


"Anak saya lumpuh, dokter?"

__ADS_1


"Iya, Nyonya! Tuan Surya tetap bisa melakukan aktifitasnya dengan menggunakan kursi roda," setelah mengatakan hal itu, sang dokter pun segera pergi. Mama Seroja begitu bersedih, anak satu-satunya yang ia bangga-banggakan ternyata lumpuh dan tidak bisa berjalan seperti dulu lagi.


Setelah beberapa jam setelah operasi, kini Surya sudah bisa ditemui. Tentu saja orang pertama yang bertemu dengan pria itu adalah Ibu kandungnya, Mama Seroja.


"Cobaan apa yang sedang Engkau berikan pada putraku ya Tuhan! Anakku lumpuh!" seru Mama Seroja saat melihat Surya yang masih terpejam.


Sedangkan di alam lain, Surya yang masih belum sadar dari tidurnya. Ia merasa seolah-olah bertemu dengan gadis yang pernah hadir dalam hidupnya. Saat itu Surya yang seolah sedang berdiri di atas bukit tiba-tiba didatangi oleh Mawar, gadis yang beberapa tahun silam menjalin hubungan asmara dengannya.


"Mawar!"


"Kamu jahat, Mas! Kenapa kamu tinggalkan aku?"


"Maafkan aku, Mawar! Aku mencintai wanita lain,"


"Apa dengan begitu kamu melupakan semua yang sudah kamu lakukan padaku? Kamu pria kejam!"


"Kamu egois, Mas! Kamu harus mati!"


Dalam mimpi itu, Mawar mendorong tubuh Surya hingga pria itu terjatuh ke jurang. Beruntung Surya masih bisa berpegangan pada batu besar yang ada di bibir jurang.


"Mawar! Tolong aku, Mawar! Aku mohon aku tidak ingin mati, Mawar!" Surya tampak memelas kepada Mawar agar dirinya bisa diselamatkan dari jurang yang curam itu. Namun, Mawar hanya diam dan melihat Surya yang sedang kesusahan untuk naik ke atas.


Surya yang mulai panik, ia pun terus memohon kepada Mawar untuk menolong dirinya.


"Mawar! Tolong!!!! Mawarrr!!!"


*

__ADS_1


*


*


"Mawar!"


Surya terbangun dengan nafas ngos-ngosan, keringat dingin mulai membasahi wajahnya. Sang ibu yang sedari tadi mendampingi putranya tampak berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Surya! Kamu kenapa, Nak? Syukurlah kalau kamu sudah sadar!" seru Mama Seroja. Surya terlihat masih linglung, baru saja Ia bertemu dengan Mawar dalam mimpinya.


"Mawar, kenapa dia datang dalam mimpiku arrhhhgggggg!" Kondisi Surya yang panik membuat dirinya bergerak cukup banyak sehingga ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada kakinya. Seolah dirinya tidak bisa merasakan apapun pada kedua kakinya.


"Surya! Tenangkan dirimu, Nak! Ada Mama di sini."


Perhatian Surya tertuju pada selimut yang menutupi kakinya, ia merasa jika kakinya tak bergerak sama sekali.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Ma?" tanya Surya sembari membuka perlahan selimut yang menutupi kakinya.


"Kamu mengalami kecelakaan, pak sopir meninggal dunia, Mama beruntung kamu masih selamat," ucap Mama Seroja yang belum berani berkata jujur. Takut jika sang anak akan histeris.


"Ada apa dengan kakiku, Ma? Kenapa aku tidak bisa merasakannya?"


Hingga akhirnya, selimut itu pun terbuka oleh tangan Surya sendiri. Seketika dunia Surya hancur saat melihat kedua kakinya yang sudah diamputasi.


"Kakiku! Kakiku mana, Ma? Kakiku mana???" teriak pria itu sambil menangis.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2