Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Aku tidak bisa


__ADS_3

"Ah sudahlah, lagipula untuk apa kita membicarakan tentang masalah ini, bukankah itu bukan masalah kita?" seru Surya sembari memeluk sang istri. Spontan Melati berusaha untuk menolak pelukan suaminya.


"Em ... iya, itu memang bukan urusan kita, tapi aku merasa begitu kasihan melihat keadaan gadis itu, karena aku juga seorang wanita, aku bisa merasakan bagaimana perasaan gadis itu. Aku berharap pria yang sudah menyakitinya mendapatkan ganjaran yang setimpal dan karma yang tidak akan terlupakan selama hidupnya," ucapan Melati sejenak membuat Surya terdiam.


"Ah iya, kamu benar. Tapi, saat ini aku sedang tidak ingin membicarakan orang lain, aku ingin membicarakan tentang kita berdua, Mel! Aku sangat merindukanmu," Surya berkata sembari berusaha untuk memeluk istrinya. Namun, lagi-lagi Melati menghindarinya.


"Em ... maaf, Mas! Hari ini aku sedang ingin sendiri, aku ingin bertemu dengan Amanda, apa kamu bisa mempertemukan aku dengan putriku?" pinta Melati yang rasanya tidak mungkin Surya kabulkan.


Surya pun menghela nafasnya dan terlihat sedikit menjauh dari sang istri. Surya tampak berjalan mendekati pintu kamar dan berkata kepada istrinya. "Dengarkan aku, Mel! Untuk masalah itu maaf aku tidak bisa memenuhinya, dan aku harap Kumbang membawa Amanda pergi jauh, sehingga kita bisa hidup bahagia tanpa ada orang ketiga, sekarang kamu hanya milikku," seru Surya yang seketika membuat Melati menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak, Mas! Jangan lakukan itu, Amanda putriku, kamu tidak bisa berkata seperti itu, aku mohon izinkan aku untuk bertemu dengan putriku, Mas!" pinta Melati memelas.


Sayangnya, rengekan Melati tidak didengarkan oleh Surya.


"Maaf, Mel! Kamu tidak akan ku izinkan untuk bertemu dengan Amanda lagi. Dia sudah diambil oleh ayahnya. Ya sudah! Kita tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Amanda. Toh tujuan laki-laki itu menghamilimu karena ingin menghancurkan aku, tapi sayangnya tidak semudah itu dia bisa melakukannya, karena aku tidak akan pernah melepaskan mu," ungkap Surya sembari mengunci pintu kamar mereka.


Melati pun mulai panik, ia sudah tidak ingin lagi melayani Surya, karena Melati merasa jika Surya sudah menginjak-injak harga dirinya, Surya sudah sangat menghinanya. Jadi untuk apa lagi Melati mempertahankan pernikahan yang sudah tidak sehat ini.


"Kenapa kamu tanyakan itu sih, Mel? Apa kamu tidak merindukanku? Sudah 3 hari kita tidak tidur bersama. Hari ini aku ingin tidur ditemani oleh istriku, bukankah itu kewajibanmu?"balas Surya yang mulai mendekati Melati. Jarak mereka hanya sekitar 30 centi.

__ADS_1


Melati menatap bola mata suaminya yang penuh gairah, tapi tidak untuk dirinya. Melati pun berusaha untuk membujuk Surya agar tidak menyentuh dirinya saat ini.


"Em ... maaf, Mas! Sepertinya aku tidak bisa menemanimu." tolak Melati dan kemudian Ia menghindari Surya.


"Kenapa? Apa kamu masih marah padaku? Aku kan sudah minta maaf, tapi untuk membawa Amanda di rumah ini, aku tidak bisa memenuhinya. Pikirkan perasaanku, Mel? Amanda bukan darah dagingku, dia anak dari musuhku, tidak mungkin aku hidup satu rumah dengan melihat bocah itu. Amanda anak kalian! Dan Amanda mengingatkan ku dengan apa yang sudah kalian lakukan, dan itu sangat sakit!" ungkap Surya.


"Ya sudah! Jika seperti itu. Lebih baik kamu tidak usah memintaku untuk menemanimu tidur, bukankah kamu masih teringat dengan apa yang sudah Kumbang lakukan padaku? Ingat, Mas! Kumbang sudah menyentuhku. Dis sudah melihat semua lekuk tubuh istrimu. Apa kamu tidak jijik padaku? Bahkan Kumbang sudah menanamkan benihnya di rahimku, dimana kamu sendiri tidak bisa melakukannya," ucapan Melati seketika membuat Surya geram.


Melati sengaja berbicara seperti itu, karena ia merasa bimbang dengan suaminya, meskipun ia masih berstatus sebagai istri sah. Tapi, apa yang dikatakan Surya saat sedang emosi itu membuat Melati merasa begitu terhina. Apalagi ia juga penasaran dengan pria yang sudah membuat hidup Mawar hancur, karena petunjuk-petunjuk itu mengacu pada sang suami.

__ADS_1


"Maafkan aku, Mas? Sebelum aku mendapatkan kebenaran tentang siapa pria yang sudah menghancurkan hidup Mawar, aku tidak bisa tenang dan tidak akan bisa melayanimu dengan baik," batin Melati sembari menjauh dari sang suami.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2