Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Melati menghilang


__ADS_3

Melati pun mulai berpikir untuk mencari cara agar kecurigaannya bisa terjawab, apa benar semua ini ada hubungannya dengan sang suami, ataukah hanya sekedar tuduhan yang tidak berarti.


Sementara itu Mawar pun mulai tertidur setelah diberikan obat bius oleh dokter. Melati mendekati adik Kumbang itu dan menatap wajah malang gadis yang dulu pernah dekat dengannya.


"Kasihan sekali kamu Mawar. Semoga saja dugaanku salah, dan semoga Surya bukan orang yang sama dengan suamiku, jika itu benar terjadi, akulah orang pertama yang akan membawa pria itu meminta maaf kepadamu, tak perduli jika dia adalah suamiku. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu," Melati pun mulai merencanakan untuk mengetahui kebenaranya, apakah pria yang sudah membuat Mawar itu adalah suaminya atau bukan. Karena Melati curiga dari hubungan buruk suaminya dengan Kumbang.


Sebelum Melati pulang, seorang suster mengobati luka di kepala Melati. Sambil mengobati kepala Melati, sang suster pun berkata, "Sepertinya kedatangan Nyonya sedikit membawa perubahan pada Nona Mawar, saya perhatikan Nona Mawar lancar berkomunikasi dengan Anda, dan saya berharap Nona Mawar bisa kembali sembuh seperti sedia kala," ucap sang suster sembari tersenyum.


"Iya, Sus! Semoga saja! Apa Tuan Kumbang sering datang ke sini?" tanya Melati.


"Iya, dua Minggu sekali Tuan Kumbang menyempatkan untuk menemui adiknya, sebenarnya saya sangat kasihan sekali melihat Tuan Kumbang yang selalu bersedih melihat adiknya. Tapi bagaimana lagi, Nona Mawar harus mendapatkan perawatan ekstra karena depresi yang Nona Mawar alami sangat mempengaruhi jiwanya, gadis yang malang!" ungkap suster yang biasa merawat Mawar.


Setelah luka di kepala Melati selesai diplester, ia pun pamit untuk pergi. Melati keluar dari kamar Mawar, Melati tidak melihat Ana yang saat itu sedang menerima telepon dengan membelakangi Melati, maka ia pun berjalan terus tanpa tahu jika Ana masih berada di sekitar kamar Mawar sedang menunggu Melati keluar.


Sedangkan anak buah yang lainnya sedang sibuk mengobrol dan tidak tahu jika Melati sudah keluar dari kamar Mawar.


Melati terus berjalan di sepanjang koridor rumah sakit, tanpa ia sadari jika ada dua orang yang sedang membuntuti dirinya dari belakang. Di saat situasi mulai sepi, tiba-tiba dua orang itu membekap dan segera membawa Melati untuk masuk ke dalam mobil.


Melati pingsan dan akhirnya Ia pun berhasil dibawa oleh anak buah Surya. Dalam keadaan tidak sadar, Melati langsung dibawa pulang ke rumah Surya sesuai perintah dari sang Bos.

__ADS_1


Tentu saja kedatangan Melati membuat Mama Seroja terkejut.


"Loh loh ini ada apa? Ngapain wanita jalaang ini datang lagi ke rumah?" seru Mama Seroja yang baru saja pulang dari rumah sakit bersama Surya.


"Mulai saat ini, Melati akan tinggal di rumah ini, dan Mama tidak bisa melarang ku!" ucap Surya dengan kondisi kepalanya yang masih diperban.


"Surya! Kamu tidak ingat apa yang sudah dilakukan oleh Melati? Dia sudah mengkhianatimu, Nak!" ucap Mama Seroja. Surya pun tidak perduli dengan ucapan ibunya.


"Itu bukan salah Melati sepenuhnya, pria itu berusaha untuk menghancurkan aku dengan menyentuh Melati, tapi tidak semudah itu Kumbang menghancurkan pernikahan kami, aku tidak akan biarkan Melati jatuh ke tangan pria itu," seru Surya dengan serius.


*


*


Sementara itu, Ana yang selesai menelpon seseorang, ia pun segera melihat ke dalam kamar Mawar, anehnya tidak ada Melati di dalam kamar Mawar, yang ada hanya seorang perawat dan Mawar yang sedang tidur.


Ana pun bertanya kepada perawat itu dimana keberadaan Melati.


"Loh bukannya Nyonya tadi sudah pergi keluar? Baru saja dia keluar, mungkin sekarang masih ada di sekitar sini," ungkap sang suster yang sontak membuat Ana langsung pergi keluar dan segera mencari keberadaan Melati.

__ADS_1


Namun sayang, Melati tidak bisa ditemukan, Ana pun segera memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Melati saat itu juga. Tapi nihil, setelah mereka mencari keberadaan Melati di sepanjang rumah sakit, mereka tidak menemukan keberadaan Melati.


"Gawat Bos! Nyonya Melati tidak ada di rumah sakit ini, kami sudah mencarinya di sudut ruangan, sepertinya Nyonya Melati sudah keluar dari rumah sakit ini," ucap salah seorang anak buah Ana. Karena mereka tidak juga menemukan keberadaan Melati, akhirnya Ana menghubungi Kumbang.


"Halo Tuan!"


"Iya ada apa? Sebentar lagi aku dan Amanda pergi ke apartemen, suruh Melati untuk menunggu kami!" ucap Kumbang yang sudah bersiap untuk menemui Melati bersama putri mereka.


"Tapi Tuan! Ada berita buruk!" seru Ana memberanikan diri.


"Apa maksudmu?" Kumbang mulai serius.


"Maaf, Tuan! Nyonya Melati menghilang, kami sudah mencarinya dimana-mana, tapi tetap saja Nyonya Melati sudah tidak ada," ungkap Ana dengan sedikit ketakutan.


"Apa? Melati hilang? Bagaimana bisa? Cepat cari dia sampai ketemu, aku tidak mau kehilangan Melati dan aku tidak mau dia kembali kepada suaminya, cepat! Temukan segera!" titah Kumbang dengan sedikit emosi, hampir saja dirinya mendapatkan Melati. Kini ia harus kehilangan lagi ibu dari putrinya.


"Aku tidak akan biarkan Melati kembali pada suaminya, tidak akan!"


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2