Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Masih adakah kata maaf


__ADS_3

"Terima kasih, Mel! Aku sangat bahagia sekali. Aku pasti datang ke rumah orang tuamu secepatnya. Itu pasti, aku akan meminta kepada orang tuamu untuk memberikan putrinya menjadi istriku. Aku sudah tidak sabar lagi, nanti malam aja deh aku datang ke rumahmu, aku nggak mau lama-lama menjomblo, biar nggak diledekin Mawar lagi," ucap Kumbang yakin.


Mendengar Kumbang menyebut nama Mawar, Melati pun teringat akan Mawar dan Amanda.


"Mas, Amanda dan Mawar kok belum kembali juga, kita cari mereka yuk, Mas! Sudah sore, ayo kita pulang." Melati mengajak Kumbang untuk mencari Mawar dan Amanda.


"Iya, kamu benar juga. Ayo kita cari mereka!" Kumbang dan Melati berjalan mencari keberadaan Amanda dan Mawar. Mereka berkeliling taman, waktu yang menjelang senja membuat suasana taman mulai gelap.


Hingga akhirnya, Melati melihat ada orang yang sedang berada di tengah taman di dekat air mancur. Untuk sejenak Melati melihat Amanda yang sedang bersama wanita yang sangat ia kenal, yang tak lain adalah mantan Mama mertua.


"Amanda!" Melati memanggil nama putrinya yang saat itu sedang bersama Mama Seroja. Seketika Amanda menoleh dan berlari ke arah Melati.


"Mama!!"


"Amanda!!"


Melati menyambut kedatangan sang anak dengan melebarkan kedua tangannya. Amanda memeluk sang Mama, Melati tampak terkejut bagaimana bisa Amanda bertemu dengan Mama Seroja.


Kumbang yang saat itu sedang mendampingi Melati, tentu saja pria itu juga tidak kalah terkejut dengan kehadiran ibu dari pria yang sudah menghancurkan hidup adiknya.


"Nyonya, sedang apa Anda di tempat ini? Bukankah Nyonya harus merawat anak Anda yang sakit?" tanya Kumbang sembari menyilangkan kedua tangannya.


Mama Seroja menundukkan wajahnya karena malu, hari itu juga Mama Seroja meminta maaf kepada Melati dan Kumbang.


"Hari ini, Mama minta maaf kepadamu, Mel. Maafkan Mama karena sudah menuduhmu mandul dan tidak berguna, Mama sangat menyesal. Tidak sepantasnya Mama bicara seperti itu padamu. Karena kenyataannya semua itu terjadi karena kesalahan anak Mama sendiri. Sekarang, Surya sudah mendapatkan karmanya. Dia kehilangan kedua kakinya, mungkin itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang pernah Surya berikan kepada Mawar," ungkap Mama Seroja dengan sesenggukan.


Seketika Kumbang terkejut, bagaimana bisa Mama Seroja menyebut nama adiknya. Apa mungkin Mama Seroja sudah tahu semuanya.

__ADS_1


"Saya sudah tahu semuanya, Mawar sudah mengatakannya kepada kami. Tuan Kumbang, saya hanya wanita tua yang menginginkan kebahagiaan untuk putranya. Saya mohon dengan sangat maafkanlah anak saya. Saya rela bersujud di hadapan Tuan bila perlu, saya hanya ingin Tuan memaafkan anak saya, saya mohon Tuan, maafkanlah Surya!" seru Mama Seroja sambil berlutut di depan Kumbang.


"Nyonya, cukup Nyonya! Apa yang Anda lakukan! Anda tidak perlu melakukan hal seperti ini, saya hanya manusia biasa, Nyonya. Tak sepatutnya Nyonya bersujud seperti ini. Bangunlah! Saya ... saya memaafkan Surya!" ucap Surya yang terlihat iba melihat Mama Seroja yang tulus meminta maaf untuk putranya.


Untuk sejenak, Kumbang teringat akan almarhum ibunya. Kumbang memeluk Mama Seroja seolah dirinya sedang memeluk almarhum ibunya.


"Terima kasih banyak, Tuan! Saya sangat bersyukur akhirnya Tuan mau memaafkan anak saya, Tuan Kumbang benar-benar pria yang baik, semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuk Tuan," ucap Mama Seroja dengan linangan air matanya.


Melati yang melihat itu, tampak ikut terharu. Ia melihat sosok Kumbang yang sangat berbeda dengan biasanya. Pria yang terkenal tegas dan galak itu mendadak menjadi hello Kitty saat bersama wanita yang mengingatkan dirinya akan sosok almarhum sang Mama.


"Jangan menangis lagi, Nyonya! Saya sangat sedih jika melihat ada wanita yang mengeluarkan air matanya, seolah saya teringat akan almarhum Mama. Nyonya mengingatkan saya kepada Mama, sungguh beruntung Surya yang masih memiliki seorang ibu yang sangat menyayanginya, saya dan Mawar sudah tidak pernah merasakan kasih sayang Mama sejak orang tua kami meninggal 8 tahun yang lalu. Saya hidup berdua dengan adik saya, hanya dia keluarga saya. Hingga suatu hari Mawar ...!" Kumbang tidak melanjutkan kata-katanya karena dirinya masih sakit hati teringat akan kejadian yang menimpa adik satu-satunya.


"Saya tahu, Tuan pasti sangat bersedih karena anak saya sudah membuat Mawar seperti itu. Kalau saja saya tahu Surya berbuat seperti itu kepada Mawar, tidak mungkin saya izinkan Surya menikah dengan Melati. Sekarang, saya akan melakukan apapun untuk membayar penderitaan adik, Tuan. Katakan! Apa yang harus saya lakukan untuk mengembalikan kebahagiaan Anda dan adik Anda, Tuan!" seru Mama Seroja yang penuh ketulusan.


Kumbang tersenyum dan mencium tangan ibu kandung Surya itu.


"Katakan, apa yang Anda inginkan?" sahut Mama Seroja.


"Tolong! Jangan panggil saya Tuan. Panggil nama saya saja, jika diizinkan bolehkah saya memanggil Anda dengan Mama?" seru Kumbang dengan mata yang berkaca-kaca.


Mama Seroja tersenyum dan menganggukkan kepala. "Tentu saja, kenapa tidak. Saya pasti sangat senang memiliki dua orang anak laki-laki, Kumbang bisa memanggil saya dengan Mama," ucapan Mama Seroja seketika membuat Kumbang menangis haru. Setelah bertahun-tahun dirinya kehilangan sosok seorang ibu. Akhirnya kini ia mendapatkan seorang wanita yang rela menjadi ibunya.


"Terima kasih banyak, Mama!"


Mama Seroja memeluk Kumbang dengan kasih sayang, sungguh pria itu terlihat sangat manja. Melati tampak mengusap air matanya, Ia sangat terharu melihat pemandangan yang benar-benar membuatnya bahagia.


Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria yang membuat Kumbang terhenyak.

__ADS_1


"Apakah masih ada kata maaf untukku, Kumbang!"


Suara itu adalah suara Surya yang datang bersama Mawar. Kumbang melepaskan pelukannya dari Mama Seroja dan menoleh ke arah sumber suara.


Kumbang melihat Surya yang sedang duduk di kursi roda, sementara Mawar tampak berada di belakang Surya dengan tersenyum. Mawar mendorong kursi roda Surya untuk lebih mendekat kepada Kumbang.


Kini, jarak mereka hanya sekitar dua meter. Kumbang menatap wajah Surya yang saat itu sangat tidak terurus. Dulu, Surya adalah pria dengan segala pesonanya. Tubuhnya sangatlah gagah, ia adalah pebisnis saingan berat Kumbang. Sekarang, semua berubah seratus delapan puluh derajat. Penampilan Surya kini sangatlah memprihatinkan.


Kumbang mendekati Surya dan menatapnya dengan tajam, untuk sejenak Surya sedikit takut, bisa saja Kumbang melukai dirinya, karena Kumbang sangatlah dendam kepada Surya. Namun, Kumbang justru berjongkok di depan Surya sembari berkata, "Kenapa mukamu jadi rambut semua? Kamu nggak punya uang untuk beli pisau cukur, malang sekali nasibmu sekarang. Mawar! Nanti sepulang dari sini. Kamu mampir ke minimarket, beli cukuran untuk Surya, dan suruh dia membersihkan kumis dan jenggotnya. Jika tidak dibersihkan, bagaimana bisa Surya mencium pipimu, apalagi mencium bibirmu. Dia pasti kesusahan!"


Sontak apa yang dikatakan oleh Kumbang membuat semuanya tertawa. Surya pun terlihat bingung dan salah tingkah. Surya tampak cengar-cengir saat semuanya tertawa, apa mungkin Kumbang sudah memaafkan dirinya.


"Apa kamu memaafkanku?" sahut Surya yang seketika membuat Kumbang menatap dirinya.


"Memaafkanmu?" ucap Kumbang dengan tatapan matanya yang tajam. Surya pun terlihat gugup dan berkeringat. Hingga akhirnya, Kumbang berdiri dan merangkul Mama Seroja.


"Aku akan memaafkanmu jika kamu mengizinkan aku untuk berbagi ibu denganmu, Mamamu adalah Mamaku juga. Jika kamu tidak mengizinkannya, maka aku tidak akan memaafkanmu!"


Rupanya ucapan Kumbang seketika membuat Surya tersenyum bahagia. Ternyata Kumbang sudah memaafkannya.


"Tentu saja, Mamaku juga akan menjadi Mamamu. Tapi dengan satu syarat!" sahut Surya.


"Apa itu?" Kumbang terlihat mengerutkan keningnya. Kemudian Surya menarik tangan Mawar dan meminta izin kepada Kumbang untuk menikahi adiknya itu.


"Izinkan aku menikahi Mawar. Maka kamu bisa mendapatkan kasih sayang dari Mama sama seperti diriku," ucap Surya yang membuat Kumbang tersenyum.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2