Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Bukan orang yang pertama untukmu


__ADS_3

Melati tampak malu-malu, Kumbang pun meraih tangan sang mantan dan menciumnya dengan lembut. Namun, Melati merasa tidak enak, mengingat dirinya masih berstatus sebagai istri orang.


"Jangan lakukan itu! Saat ini aku masih menjadi istri sah Mas Surya. Maaf!" ucap Melati sembari sedikit menjauhi Kumbang.


Kumbang pun menghela nafas panjang dan mencoba mengerti maksud Melati. Sementara itu Amanda tampak meminta izin kepada Melati untuk bermain di luar. Melati pun mengizinkan karena di luar penjagaan sangat ketat, sehingga Melati tidak akan khawatir putrinya hilang.


"Okay! Aku yang seharusnya minta maaf, aku terlalu bersemangat untuk mendapatkanmu. Kau tahu, Mel! Sejak kamu bilang putus, saat itu aku merasa hidupku redup tanpa cahaya, semuanya terasa hambar, mungkin di luar aku terlihat begitu tegar, tapi tidak dalam hati ini. Aku tidak bisa melupakanmu begitu saja," ungkap Kumbang sembari mengambil sesuatu yang pernah terjatuh dalam kamar itu. Kamar di mana Melati pernah ada bersama Kumbang menikmati sebuah malam yang akhirnya menghadirkan seorang putri yang sangat cantik.


Kumbang mengambil benda itu dan ingin memberikannya lagi kepada Melati.


"Kau masih ingat saat terakhir kamu menginjakkan kaki di kamar ini? Apa kamu masih ingat dengan suasana kamar ini, Mel?" tanya Kumbang yang membuat Melati terpaksa memperhatikan sekeliling, di mana kamar Kumbang yang luas itu sedikit mengingatkan dirinya tentang kejadian yang menimpanya, yaitu sebuah lampu kristal gantung yang berada tepat di atas ranjang mewah milik Kumbang.

__ADS_1


Sejenak memori Melati teringat saat Kumbang memaksa dirinya untuk melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan, sesuatu yang membuat Melati hanya bisa merasakan sebuah rasa yang pada akhirnya membuat dirinya pasrah. Antara sadar dan tidak. Mata sayunya hanya bisa memandang cahaya lampu kristal yang berada tepat di atasnya, dengan diiringi gerakan Kumbang yang terus bergerak aktif tanpa henti. Air mata itu pun akhirnya terjatuh dari pelupuk mata.


"Iya aku ingat! Harusnya kamu tidak usah mengingatkan tentang itu, kamu sudah membuat hidupku hancur," ucap Melati yang masih trauma atas pemerkosaan dirinya.


"Hidupmu hancur? Aku tidak mungkin membuat hidupmu hancur, Mel! Aku hanya ingin Surya menderita. Aku pikir, aku bisa menghancurkan Surya dengan menghancurkan dia lewat istrinya, saat itu aku belum tahu siapa sebenarnya istri Surya, dan akhirnya setelah kita melakukannya, aku baru sadar jika wanita yang pernah berada dalam kamar ini adalah kamu. Andai saja aku tahu jika itu adalah kamu, mungkin aku tidak akan membiarkanmu pergi, kamu akan menjadi penghuni abadi di dalam kamar ini." Ungkap Kumbang sembari tertawa kecil.


"Kamu sudah gila!" Sahut Melati sembari memalingkan wajahnya.


"Gila! Iya aku memang gila, aku tergila-gila padamu, bahkan sejak kejadian itu aku tidak bisa melupakanmu, meskipun aku bukan orang yang pertama untukmu, tapi akulah orang pertama yang membuatmu disebut sebagai seorang Ibu, bukan suamimu Surya. Pria brengsek yang sudah membuat adikku berada di rumah sakit jiwa, kau tahu bagaimana perasaanku saat melihat adik kesayangan ku seperti itu, hancur! Sebagai seorang kakak, hatiku teramat hancur, Mel! Dan itu semua gara-gara Surya!!!!"


"Sssttt sudah-sudah! Aku tahu bagaimana perasaanmu, aku sudah melihat kondisi Mawar. Aku sangat yakin sekali jika Mawar pasti sembuh, percayalah padaku! Mawar pasti sembuh," ucap Melati sembari memeluk Kumbang. Merasa begitu nyaman, Kumbang meletakkan kepalanya pada pangkuan Melati, pria itu seperti anak kecil yang sedang manja kepada ibunya. Ia menangis, kali ini Melati tidak melihat sosok Kumbang yang tegar, hatinya begitu rapuh jika ia teringat akan Mawar.

__ADS_1


Melati mengusap pucuk kepala Kumbang, tidak bisa dipungkiri rasa itu masih ada, dan Melati pun seolah teringat kembali pada saat mereka sedang berpacaran. Kumbang sering meletakkan kepalanya pada pangkuan Melati.


"Astaga! Apa yang terjadi pada diriku? Kenapa perasaan ini muncul kembali, apakah aku masih memiliki perasaan kepada Kumbang?" batin Melati sembari menatap wajah Kumbang yang sedang menangis, hingga akhirnya ia dikejutkan saat Kumbang menghadap ke arahnya. Spontan Melati melepaskan tangannya dari kepala Kumbang dan ia terlihat gugup.


Kumbang pun masih meletakkan kepalanya pada pangkuan Melati, kemudian pria itu mengeluarkan sesuatu dari tangannya, sebuah anting-anting yang terjatuh saat Melati meninggalkan kamar Kumbang saat itu.


"Bukankah ini milikmu!" seru Kumbang saat menunjuk giwang emas bermata putih itu.


"Giwangku?" seru Melati yang sudah pasti mengingat giwang miliknya. Kumbang bangun dan berusaha untuk memasangkan kembali giwang milik Melati.


Melati memalingkan wajahnya saat Kumbang memasangkan giwang Melati yang hilang. Setelah memasangkan giwang itu, sejenak Kumbang mengusap rambut sang mantan dan berusaha mencium pipinya.

__ADS_1


Tanpa diduga spontan Melati menoleh ke arah Kumbang sehingga wajah mereka saling bertemu, dan pada akhirnya tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2