Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Saya gadis itu


__ADS_3

Mawar memperhatikan laki-laki lumpuh itu. Keduanya saling menatap, Surya pun mulai panik ketika Mawar semakin mendekati dirinya. Mawar yang masih menggendong Amanda, gadis itu kemudian bertanya kepada Mama Seroja.


"Ma-maaf, Nyonya! Tadi kalau saya tidak salah dengar, Nyonya memanggil Tuan ini dengan nama Surya?" tanya Mawar penasaran. Seketika Surya panik dan semakin salah tingkah ketika Mawar berada begitu dekat dengan dirinya. Ia khawatir jika Mawar mengenali dirinya. Bagaimana dia akan menghadapi Mawar dalam kondisi seperti ini. Tapi, ada satu pertanyaan dalam hati Surya. Bukankah Mawar sedang mengalami gangguan jiwa karenanya, karena Kumbang pernah berkata demikian kepadanya. Lantas! Bagaimana bisa Mawar berada di tempat seperti ini, jangan-jangan Mawar lari dari rumah sakit jiwa dan ingin mengamuk dirinya.


"Ah iya benar, ini anak saya. Namanya Surya," balas Mama Seroja sembari memegang pundak sang anak. Mendengar suara Mama Seroja, sontak Amanda yang digendong oleh Mawar, tiba-tiba menoleh ke arah Mama Seroja.


"Nenek!" panggil Amanda yang tiba-tiba minta turun dari gendongan Mawar.


"Manda! Kamu kenal dengan Nyonya itu?" tanya Mawar yang terkejut saat mendengar Amanda memanggil Mama Seroja dengan sebutan Nenek.


"Itu nenek Manda, Tante! Nenek!!" Amanda berlari menghampiri Mama Seroja. Sementara itu Mama Seroja tampak terkejut melihat Amanda yang sedang menghampirinya. Spontan Mama Seroja menghindari Amanda yang ingin memeluk dirinya.


"Nenek! Nenek kok lari sih! Amanda kangen sama Nenek!" seru bocah lugu itu.


"Aku bukan Nenekmu, pergi kamu! Kamu itu anak haram, huss pergi sana!" ucap Mama Seroja sembari terus menyuruh Amanda untuk menjauh. Amanda pun akhirnya menangis.


"Hu hu hu hu, Manda bukan anak haram, Manda anaknya Papa dan Mama, kenapa Nenek bicara seperti itu, hu hu hu!"

__ADS_1


Spontan Mawar yang baru menyadari jika Mama Seroja adalah Ibu mertua Melati, gadis itu pun segera menghampiri sang keponakan yang sedang menangis.


"Memang kenyataannya seperti itu, kamu bukan darah daging anakku, kamu itu anak haram Kumbang dan Melati!" sambung Mama Seroja yang pada akhirnya disela oleh Mawar.


"Cukup, Nyonya! Apa Anda tidak punya perasaan? Amanda hanya ingin memeluk Anda, anak tak berdosa ini hanya ingin dipeluk oleh wanita yang dianggapnya sebagai Nenek. Tapi nyatanya, Anda benar-benar seorang wanita yang jahat sekali." Sahut Mawar yang mulai geram dengan sikap Mama Seroja.


"Hei! Siapa kamu? Berani sekali kamu berkata seperti itu? Memangnya tahu apa kamu tentang anak ini!" ucap Mama Seroja sambil melototkan matanya. Sedangkan Surya, ia hanya terdiam dan bingung harus berbuat apa, ia sendiri juga takut jika Mawar akan melampiaskan kemarahannya kepada dirinya.


Mawar dengan lantang berkata kepada Mama Seroja bahwa dirinya adalah adik kandung Kumbang dan Amanda adalah keponakannya. Tentu saja pengakuan Mawar semakin membuat Surya gemetaran dan menundukkan wajahnya. Ingin sekali ia lari dari tempat itu, nyatanya dirinya tidak bisa memiliki kaki lagi untuk berlari.


"Apa? Jadi kamu adiknya pria brengsek itu, ya! Pria bejat yang sudah menghancurkan rumah tangga anakku, dia sudah menghamili Melati. Dasar laki-laki tidak beradab!" umpat Mama Seroja. Seketika Mawar tak terima sang kakak disebut seperti itu oleh Mama Seroja.


Tentu saja Mama Seroja sangat kaget saat Mawar berkata demikian.


"Apa maksudmu! Kamu jangan sembarangan bicara, anakku ini pria yang terhormat, pria berpendidikan. Tidak seperti Kumbang, dia memang kaya, tapi kelakuannya seperti binatang saja!" ucap Mama Seroja yang sangat kesal terhadap Kumbang.


"Yang binatang, yang bejat dan yang brengsek itu adalah anak Anda sendiri, Nyonya! Tanyakan sendiri padanya? Apa yang sudah dilakukannya kepada seorang gadis enam tahun yang lalu, pria brengsek ini sudah membuat kehidupan gadis itu sangat menderita, hilang arah dan tujuan hidupnya. Tanyakan! Tanyakan padanya!" sahut Mawar sembari terus menunjuk ke arah Surya.

__ADS_1


Mama Seroja pun mendekati putranya dan berkata, "Surya! Katakan pada Mama, jika gadis ini berbohong! Katakan Surya! Bilang sama Mama itu tidak benar."


Mama Seroja tampak mendesak Surya untuk berbicara sejujurnya. Hingga akhirnya, Surya pun mengangkat wajahnya dan menatap Mama Seroja dengan tatapan penuh penyesalan.


"Surya, lihat Mama! Kamu jujur sama Mama! Apa benar apa yang dikatakan gadis itu?"


Surya menoleh ke arah Mawar yang sedang menatapnya tajam dan penuh kemarahan. Seolah saat ini Surya sudah tidak punya harapan lagi untuk hidup, dirinya sudah tidak berguna lagi, mungkin hari ini ia harus meminta maaf kepada Mawar atas apa yang pernah dilakukannya kepada dirinya.


Perlahan, Surya menganggukkan kepalanya dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh Mawar.


"Iya, dia benar, Ma!" balas Surya dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Mendengar jawaban dari sang anak, Mama Seroja seketika tercengang, ternyata putranya selama ini menyembunyikan sebuah rahasia besar yang tidak pernah ia ketahui.


"Surya, jadi itu benar. Kamu sudah membuat kehidupan seorang gadis menderita? Kamu menghancurkan hidupnya, dan kamu tidak pernah memberi tahukan kepada Mama siapa gadis itu? Kenapa kamu lakukan itu, Surya? Gadis itu anak orang, kalau Mama tahu sedari awal, Mama tidak akan membiarkan kamu menikah dengan Melati, sekarang katakan! Siapa gadis itu dan di mana dia sekarang?" desak Mama Seroja.


"Gadis itu ada di sini, Nyonya! Dan saya lah gadis itu." Mawar mengaku jika dirinya adalah gadis yang sudah dibuat gila oleh putra Mama Seroja.

__ADS_1


"Apa?"


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2