Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Mencintai Melati


__ADS_3

Setelah mengatakan hal itu kepada Mawar, Surya pun segera membukakan pintu kamar itu dan meminta Mawar untuk pergi.


"Silahkan jika ingin pergi! Aku tidak akan memaksamu, aku minta maaf tidak bisa mengantarmu pulang, aku ada urusan sangat penting," ucapan Surya memang terdengar biasa, tapi tidak bagi Mawar. Kata-kata itu jelas sangat menyakitinya, seolah ada sesuatu yang Surya sembunyikan dari Mawar.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku, Mas? Aku merasa ada sesuatu yang sengaja kamu sembunyikan," batin Mawar sembari beranjak pergi keluar dari kamar hotel itu.


"Aku pulang dulu!" pamit Mawar, dan Surya pun cuma tersenyum kepada gadis itu. Dengan langkah kaki yang canggung, Mawar pun melangkahkan kakinya menuju keluar hotel, sungguh perasaannya bercampur aduk menjadi satu, kehilangan sesuatu yang paling berharga dan ia merasakan sikap Surya yang mulai berubah.


"Semoga saja kamu tidak membohongi ku, Mas! Aku tidak tahu apa jadinya jika Mas Kumbang tahu apa yang terjadi padaku, dia pasti marah besar," Mawar bermonolog sendiri sepanjang perjalanannya menuju keluar hotel.


Sementara itu, Surya pun bersiap untuk bertemu dengan pujaan hatinya yang merupakan teman sekampusnya, Melati. Dengan penuh semangat Surya berpenampilan sebaik mungkin agar dirinya terlihat menarik di depan Melati.


"Melati! Entah kenapa aku sangat mencintai dirimu, kamu adalah wanita yang selalu aku puja, tidak ada yang bisa mengubah perasaan ini, jika suatu hari kamu menerima cintaku, aku berjanji tidak akan kembali lagi ke duniaku yang penuh dosa ini, aku akan setia kepadamu, untuk selamanya!" ucap Surya dengan serius.


Akhirnya, Surya segera pergi ke luar hotel dan segera melajukan mobilnya menuju rumahnya untuk mengambil buku antropologi yang akan Ia serahkan kepada Melati.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Surya segera mencari buku itu secepatnya, agar dirinya bisa segera bertemu dengan Melati. Mama Seroja melihat sang putra yang tiba-tiba datang dan buru-buru mengambil buku itu.


"Surya! Kamu sedang mencari apa, Nak? Kenapa terburu-buru?" tanya Mama Seroja penasaran.


"Surya sedang mencari ini, Ma! Aku mau antarkan buku ini ke rumah Melati," seru Surya sembari menunjukkan buku itu kepada sang Mama.


"Hanya buku? Tapi, kenapa kamu terlihat sangat rapi sekali? Kamu kan baru saja pulang, besok kan bisa diantar, atau enggak dibawa sambil kuliah," balas Mama Seroja.


"Tidak bisa, Ma! Surya maunya sekarang, itung-itung sambil apel, bukankah ini malam Minggu? Biasa Ma anak muda," sahut Surya dengan bahagia. Mama Seroja pun mulai mengerti kenapa sang anak tampak gembira.


"Ya beda dong, Ma! Melati itu bagi Surya cewek yang lain daripada yang lain, dia itu gimana ya, dia itu nggak manja, selalu tampil sederhana tapi sangat anggun, dia ramah bicaranya, cantik juga. Pokoknya dari sekian banyak gadis yang Surya temui, hanya Melati yang bisa menggetarkan hati Surya, yang lain hanya main-main saja, Ma! Tapi sayang, Melati tidak ingin berpacaran dulu, dia ingin fokus pada kuliahnya, padahal aku ingin sekali menikah dengannya, Ma!" ungkap Surya yang membuat Mama Seroja merencanakan sesuatu.


"Kamu sungguh-sungguh mencintai Melati?" tanya sang Mama. Surya mengangguk yakin.


"Tentu saja, Ma! Aku sangat mencintainya, tidak ada wanita lain dalam hati Surya, kecuali Melati!" balas Surya sungguh-sungguh, seolah dirinya sudah lupa dengan gadis yang bernama Mawar, yang baru saja ia renggut kesuciannya.

__ADS_1


"Baiklah! Itu mudah saja bagi Mama, Mama akan melamar Melati untukmu, Mama sangat mengenal baik kedua orang tua Melati, Mama akan mengajak Bu Retno untuk berbesan, Bu Retno teman Mama arisan. Bagaimana? Apa kamu setuju?" pertama Mama Seroja seketika membuat Surya sangat bahagia.


"Benar itu, Ma? Yess! Terima kasih banyak, Mama! Surya sayang banget sama Mama," Surya memeluk sang Mama dan ia tidak bisa membendung perasaannya yang begitu bahagia.


Sementara di tempat lain, Mawar baru saja turun dari taksi, jalannya sedikit gontai, dan sesekali ia meringis menahan rasa sakit akibat ulah Surya. Baru saja Ia masuk ke halaman rumah, Mawar sudah dihadang oleh sang Kakak.


"Mawar?"


Seketika Mawar sangat terkejut saat melihat wajah sang kakak yang menatap dirinya.


"Mas Kumbang!!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_1


__ADS_2