Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Mawar


__ADS_3

"Itu artinya kamu menolakku? Apa kamu sudah lupa dengan kewajibanmu sebagai seorang istri? Aku tidak bisa kamu perlukan seperti ini, aku tidak terima!" sahut Surya yang terlihat marah dengan penolakan dari istrinya.


"Kau tahu aku sedang merindukan putriku, tolong jangan egois, Mas. Jika kamu memang mencintai ku, pasti kamu tidak akan memaksakan kehendakmu, bukan? Aku mohon aku hanya ingin bertemu dengan Amanda putriku, bukankah kamu juga menyayanginya, Mas! Dia sudah menganggapmu ayah kandungnya sendiri, apa kamu juga tidak kasihan kepada Amanda, pasti dia merindukan kita berdua," balas Melati yang berharap Surya bisa menuruti permintaannya.


Sejenak, Surya menundukkan wajahnya. Apa yang dikatakan Melati memang benar, tidak bisa dipungkiri jika Surya masih menyayangi Amanda seperti putri kandungnya sendiri. Karena sedari bayi Surya sudah menganggap Amanda anak kandungnya, pria itu benar-benar menyayangi putri Kumbang dan Melati itu.


"Mas! Kenapa kamu diam? Kamu masih sayang kan sama Manda? Kamu tidak bisa membohongiku," seru Melati.


Surya tampak mengusap wajahnya dan Ia pun duduk dengan wajah lelahnya. Ia tidak tahu kenapa dirinya begitu menyayangi Amanda, meskipun ia tahu jika Amanda bukanlah putri kandungnya.


"Kau tahu Mel! Aku merasa hidup ini tak adil untukku, kenapa aku harus mengalami hal seperti ini, apa salahku? Kumbang datang dan berusaha untuk menghancurkan rumah tanggaku, dia berusaha untuk merebutmu dari tanganku, tapi tidak semudah itu dia bisa mengambil dirimu, apapun akan aku lakukan agar kamu tidak pergi meninggalkanku, aku sangat mencintaimu, Mel!" ujar Surya dengan menatap wajah sang istri dalam-dalamnya.


Perasaan cintanya kepada Melati memang sungguh besar, tidak bisa dipungkiri kehadiran Melati membawa dampak besar dalam kehidupan Surya, sehingga Surya merasa jika Melati adalah wanita teristimewa bagi dirinya.

__ADS_1


Melati tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya tentang siapa sebenarnya sang suami, apa benar kecurigaannya kali ini terhadap Surya memang nyata.


Melati pun memberikan sebuah pertanyaan kepada Surya yang pastinya membuat pria itu bingung harus menjawab apa.


"Mas! Ada yang ingin aku tanyakan padamu," Melati mulai bertanya dengan menatap bola mata sang suami dalam-dalam.


"Apa yang ingin kamu ketahui?" balas Surya.


"Sebelum kamu bertemu denganku, apa kamu pernah mencintai gadis lain?" pertanyaan Melati yang pastinya membuat Surya menghela nafas panjang.


"Apa kamu kenal dengan gadis yang bernama Mawar?" tanya Melati yang seketika membuat Surya melototkan matanya. Jantung pria itu berdetak sangat cepat saat ia mendengar nama Mawar disebutkan.


"Ma-Mawar! Mawar siapa? Bagaimana kamu bisa bertanya tentang siapa itu Mawar, aku tidak tahu siapa Mawar," jawab Surya berbohong.

__ADS_1


"Kamu tidak berbohong padaku kan, Mas? Kamu benar tidak mengenal Mawar?" desak Melati.


"Tentu saja, Mel! Aku sungguh-sungguh tidak tahu siapa sebenarnya Mawar, bagaimana bisa kamu berfikiran jika aku mengenal perempuan yang bernama Mawar," Surya tampak gugup dan mulai berkeringat dingin. Melati mengernyitkan dahinya dan semakin penasaran apakah sang suami benar-benar tidak kenal dengan Mawar.


"Jika kamu tidak mengenal Mawar. Lantas, kenapa kamu gugup seperti itu?" ucap Melati yang membuat Surya tertawa kecut.


"Emm ... aku memang tidak kenal dengan gadis yang bernama Mawar. Memangnya ada apa dengan gadis itu? Sampai-sampai kamu harus bertanya kepadaku seolah aku pernah mengenalnya," seru Surya.


Melati berdiri dan beranjak pergi kearah luar jendela, Melati pun menjelaskan kepada suaminya siapa sebenarnya Mawar.


"Mawar! Dia gadis yang aku temui di rumah sakit jiwa itu," jawaban Melati membuat Surya mulai berpikir.


"Di rumah sakit jiwa? Yang katamu adiknya temanmu itu?" sahut Surya.

__ADS_1


"Iya! Kondisi gadis itu sangat memilukan, kau tahu Mas. Dia bilang jika laki-laki yang sudah menghancurkan hidupnya adalah pria yang bernama Surya," ucap Melati sambil membalikkan badannya dan melihat ekspresi wajah sang suami yang saat itu tampak panik.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2