Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Papa jadi-jadian


__ADS_3

Melati langsung membalikkan badannya membelakangi Kumbang saat ia melihat ayah putrinya itu tanpa memakai baju. Amanda yang melihat sang Mama telah datang. Gadis itu segera berlari menghampiri ibunya yang sudah lama ia rindukan.


"Mama!!!!" suara Amanda memanggil nama sang Mama, membuat Melati kembali membalikkan badan dan segera menyambut kedatangan putrinya yang beberapa hari ini tidak ia temui.


"Amanda, anakku!" ucap Melati dengan merentangkan kedua tangannya menyambut putrinya datang.


"Mama!! Mama kemana saja sih? Manda kangen banget sama Mama," ucap gadis itu sembari memeluk sang Mama dengan erat.


"Maafin Mama, Sayang! Mama sedang ada keperluan, kamu baik-baik saja, kan?" balas Melati sembari menciumi sang anak.


"Manda nggak apa-apa kok, ada Om Kumbang yang selalu menemani Manda." Kata Amanda sambil menunjuk ke arah Kumbang yang saat itu sedang sibuk memakai bajunya. Namun, rupanya Kumbang tidak bisa mengenakan bajunya sendiri karena luka di tangannya, menyebabkan Kumbang susah untuk memakai baju.


"Ah shiiit! Kenapa susah sekali," umpat Kumbang pada dirinya sendiri. Melati melihat Kumbang yang kesusahan untuk memakai pakaiannya. Ia pun mendekati Kumbang dan berusaha untuk menolongnya.


"Sini! Aku bantu." Ucap Melati yang seketika membuat Kumbang menoleh ke arah wanita yang sudah memberinya seorang putri yang cantik itu. Kumbang salah tingkah dan Ia pun tampak gugup saat Melati membantunya untuk memakai baju. Kumbang menatap wajah Melati, sementara Melati tanpa sengaja melihat luka pada lengan Kumbang sebelah kiri.


"Kamu terluka?" tanya Melati sembari menatap bola mata pria yang pernah mengisi hatinya itu.


"Em ... iya, tadi ada orang jahat yang menyerangku secara tiba-tiba, dan mereka berhasil melukaiku dengan pisau," ungkap Kumbang yang membuat Melati curiga jika sang suami lah yang melakukan itu kepada Kumbang.


"Orang jahat? Astaga, sepertinya luka ini harus segera diobati, lihat darahnya! Darahnya tidak berhenti keluar meskipun sudah diperban, harus diobati, jika tidak maka lukanya semakin bertambah parah," Melati terlihat khawatir terjadi sesuatu kepada Kumbang, ia pun segera membuka perban itu dan memberikan lagi obat yang tepat agar darah dari luka Kumbang bisa segera berhenti.


Dengan telaten, Melati membersihkan darah yang keluar dari luka sayatan itu dan memberinya salep. Dengan berbekal sedikit pengetahuan tentang dunia farmasi, Melati memberinya antibiotik agar luka itu tidak semakin parah, dan tentu saja agar darahnya bisa berhenti. Setelah ia memberi obat. Melati kembali menutup luka pada lengan Kumbang.

__ADS_1


"Kamu masih cantik seperti dulu, Mel! Tidak pernah berubah." bisik Kumbang dalam hati. Pria itu tersenyum saat menatap wajah wanita yang sangat dicintainya. Kali ini Kumbang tidak akan pernah melepaskan Melati dari tangannya.


"Kamu harus menjadi milikku, Mel! Harus!" tatapan mata itu begitu dalam, sedalam rasa cintanya kepada Melati yang tak pernah padam oleh waktu.


Kini, Melati sudah membalut luka itu dengan baik, setelah itu ia pun beranjak pergi. Melati masih gugup berada di dekat Kumbang.


"Sudah selesai, dan sekarang aku mau pergi, terima kasih banyak kamu sudah menjaga Amanda, dan terima kasih banyak atas apa yang sudah kamu lakukan pada putriku. Sekarang aku hanya ingin hidup tenang, biarkan aku pergi!" seru Melati sembari beranjak dari tempat duduknya. Namun, tidak semudah itu Melati bisa pergi. Kumbang menahan tangannya sembari berkata, "Kamu mau kemana, Mel? Kamu tidak bisa pergi begitu saja. Kamu pikir aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian? Dan sekarang tidak ada alasan lagi untukmu meninggalkan Surya." Mendengar ucapan dari Kumbang, Melati pun menjawab. "Apa yang kamu inginkan, Bang?" tanya Melati.


"Ceraikan Surya, dan menikahlah denganku. Kita bisa membina lagi hubungan kita seperti dulu, bagaimana?" tawar Kumbang penuh harap.


Amanda yang tak sengaja mendengar percakapan Melati dan Kumbang, gadis itu tampak tidak terima jika sang Mama menikah dengan Kumbang. Gadis kecil itupun protes.


"Kok Mama nikah sama Om Kumbang sih! Mama kan istrinya papa?" seru Amanda yang terlihat masih polos. Melati pun berusaha untuk menjelaskan kepada putrinya jika sebenarnya ayah kandungnya adalah Kumbang. Melati harus segera memberi tahukan rahasia ini, meskipun sang anak pasti bersedih jika tahu yang sebenarnya.


"Mama mau ngomong apa?" tanya Amanda dengan polosnya. Melati berjongkok di depan sang putri, kemudian ia pun memberanikan diri untuk berkata jujur kepada gadis cilik itu.


"Amanda! Sebenarnya papanya Amanda adalah Om Kumbang, bukan Papa Surya." Mendengar pengakuan dari sang Mama, tentu saja Amanda terkejut, anak seusia dia mas masih belum terlalu faham dengan maksud Melati.


"Kok gitu sih, Ma! Papanya Amanda kok banyak? Yang bener yang mana?" tanya sang bocah dengan lugunya. Kumbang pun membantu Melati untuk menjelaskannya kepada putri mereka.


"Yang bener adalah Om Kumbang ini papa kandungnya Amanda, dan Amanda juga memiliki papa lagi, tapi papa Surya itu cuma papa jadi-jadian," ucapan Kumbang seketika membuat Melati menepuk tangan Kumbang.


"Papa jadi-jadian? Jadi, papa Surya itu bukan Papa Amanda dong! Apa dia itu papa siluman?" jawaban polos Amanda membuat Kumbang dan Melati tertawa. Ternyata putri mereka benar-benar lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


"Kok Mama dan Papa malah ketawa sih! Heran sama orang dewasa, sukanya ketawa denger omongan anak-anak," sahut Amanda yang membuat Kumbang mendadak bahagia, karena Amanda sudah memanggil dirinya dengan sebutan Papa.


"Apa? Kamu panggil Om apa?" tanya Kumbang yang teramat bahagia akhirnya sang anak memanggil dirinya dengan Papa.


"Papa! Katanya tadi Om itu papanya Amanda, gimana sih!!" sahut gadis kecil itu sambil menyilangkan kedua tangannya.


Kumbang pun langsung memeluk putrinya penuh kasih sayang, akhirnya setelah bertahun-tahun dirinya bisa mendengar anak kandungnya menyebut dirinya dengan Papa.


"Terima kasih, Sayang! Papa sangat bahagia mendengarnya, kamu adalah putri Papa satu-satunya, putri yang paling cantik. Eh tidak-tidak, bukan satu-satunya, nanti harus ada lagi," seru Kumbang yang membuat Melati dan Amanda terkejut.


"Maksud Papa apa?" tanya Amanda bingung.


"Maksud kamu apa, Bang?" Melati pun ikut penasaran.


Kumbang melepaskan pelukannya dari sang anak dan ia pun menjawab pertanyaan dari kedua wanita yang sangat disayanginya itu.


"Ya nanti pastinya Ananda nggak bakalan sendirian kok. Amanda nanti pasti punya adek lagi, biar ada temannya. Amanda mau? Kalau mau nanti Papa minta izin dulu sama Mama buat bikinin Amanda Dede bayi," seru Kumbang yang tentu saja membuat Amanda sangat bahagia.


"Hiya iya Amanda mau, mau banget malah. Boleh ya Ma! Bikinin Manda Dede bayi lagi, Ma!" rengek gadis kecil itu yang seketika membuat Melati salah tingkah.


"Eh Amanda, ya nggak sekarang juga dong, Sayang! Nunggu beberapa bulan lagi." Balas Melati sembari menatap wajah Kumbang yang terlihat sumringah.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1



__ADS_2