Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Teringat Mawar


__ADS_3

Kumbang menyeringai, ia pun menunjukkan bahwa dirinya adalah mantan kekasih Melati, dimana dulu mereka pernah menjalin hubungan cinta.


"Iya! Aku dan Melati dulu adalah pasangan kekasih yang sangat bahagia, kami berpacaran saat masih SMA, tentu saja getar-getar asmara itu masih ada dan belum bisa hilang, apalagi saat aku bertemu dengan dirinya di malam itu. Kau tahu Surya! Melati belum bisa melupakanku sepenuhnya, aku sangat merasakan jika Melati sangat menyukai apa yang aku lakukan!" perkataan Kumbang membuat Surya bertambah emosi. Ia pun spontan mencengkram kerah leher Kumbang dengan tatapan emosinya.


"Bajingan kamu, Kumbang! Aku tidak tahu kenapa aku harus bermasalah dengan orang macam kamu, entah dendam apa yang ada dalam hatimu, sehingga kamu terlalu jauh mencampuri urusan rumah tanggaku, apa hanya karena aku musuh bisnismu, lantas kamu melakukan hal ini? Benar-benar manusia terkutuk!" umpat Surya dengan satu tangannya hampir saja memukul wajah Kumbang, tapi dengan cepat Kumbang mampu menelak Surya dan akhirnya Kumbang berhasil membuat tangan Surya terikat di belakang.


"Aaawww ... brengsek kamu, Kumbang! Apa yang kamu inginkan dariku?" pekik Surya saat merasakan sakit pada kedua tangannya akibat dikunci oleh Kumbang.


"Kamu tahu kenapa aku ingin melakukan semua ini? Karena aku ingin melihatmu merasakan penderitaan yang sama persis dengan apa yang dirasakan oleh seorang gadis. Kau harus tahu itu!!" balas Kumbang dengan tatapannya yang penuh kemarahan saat teringat akan sang Adik.


"Apa maksudmu? Seorang gadis siapa? Aku tidak mengerti!" sahut Surya yang sejatinya ia tidak tahu jika Mawar telah mengalami depresi berat karena perbuatannya.


"Ck! Jangan pura-pura bodoh! Apa kamu lupa dengan seorang gadis yang bernama Mawar? Kamu sudah lupa, kah?" seru Kumbang mengingatkan nama sang adik.


"Ma-Mawar??" Surya tampak terkejut saat mendengar nama Mawar disebut.


"Iya, Mawar! Apa ingatanmu sudah pulih? Masih ingat kah tentang dia?" sambung Kumbang dengan seringainya.


Sejenak, Surya teringat akan seorang gadis yang dulu sangat tergila-gila kepadanya, gadis itu bernama Mawar, dulu Mawar adalah gadis yang sangat cantik dan populer di sekolahnya, Mawar jatuh cinta kepada Surya, seorang pria yang dikenalnya lewat media sosial.


Akhirnya, karena keseringan chat hingga akhirnya hubungan mereka semakin akrab, baik Mawar ataupun Surya memutuskan janjian untuk bertemu di luar, saat itu Kumbang masih kuliah semester akhir, sementara sang adik masih sekolah kelas 12 dan sebentar lagi akan lulus sekolah.


Surya saat itu adalah seorang mahasiswa yang juga semester akhir, Surya dari dulu sudah terkenal playboy dan sering gonta-ganti pacar, hingga akhirnya ia kenal dengan gadis yang bernama Mawar, Surya pun penasaran dengan sosok Mawar, ia seorang gadis SMA yang terkenal ceria dan murah senyum, sehingga membuat Surya jatuh cinta kepada gadis itu.


Tapi sayang, Surya memanfaatkan keluguan Mawar, ia sebenarnya tidak memiliki rasa kepada gadis itu, Surya hanya menyukai seorang teman kampusnya yang bernama Melati, Surya mencintai Melati sejak mereka pertama kali bertemu. Tapi Melati tidak terlalu menghiraukan Surya, karena Melati fokus pada kuliahnya.

__ADS_1


Surya selalu mendapatkan penolakan dari Melati sehingga membuat Surya emosi dan melampiaskannya kepada Mawar, gadis tak berdosa itu. Surya mengajak Mawar ketemuan dan membawa Mawar ke sebuah hotel.


"Kita mau kemana, Mas?" tanya Mawar saat Surya melajukan mobilnya ke suatu tempat.


"Nanti kamu juga tahu!" balas Surya sembari tersenyum smirk.


Setelah beberapa menit, akhirnya Surya membawa Mawar ke dalam hotel, Surya menyewa sebuah kamar hotel untuk bersenang-senang dengan gadis yang selalu mengejar-ngejarnya itu.


"Mas Surya! Kenapa kita di sini, Mas? Aku tidak mau, aku ingin pulang saja!" seru Mawar sembari berusaha untuk keluar dari kamar itu. Namun, bagaimana pun cara Mawar keluar dari kamar, Surya tidak akan membiarkan gadis itu pergi.


"Kamu mau kemana, Sayang! Bukankah ini adalah saat-saat yang kita nanti-nantikan, kamu ingin bertemu denganku, kan? Dan sekarang kita bisa puas-puaskan melepas rindu di sini, ayolah jangan menolakku!" seru Surya yang seketika membuat Nawar takut.


"Tapi, Mas! Tidak di tempat ini juga, di sini cuma kita berdua saja, aku takut terjadi sesuatu, Mas! Kita di luar aja yuk!" ajak Mawar yang merasa was-was jika berdua saja dengan pria yang bukan muhrimnya.


"Sayangnya aku tidak mau, aku sudah terlanjur nyaman di sini. Sudahlah! Tidak usah keluar, disini saja. Bukankah kamu sangat mencintaiku, hmm! Apa kamu tidak ingin membuktikan cintamu padaku, buktikan jika kamu benar-benar mencintaiku, Sayang!" ucap Surya sembari mendekati Mawar.


Surya pun menggelengkan kepalanya, "Itu belum cukup, kamu harus melakukan satu hal lagi yang mampu membuatku percaya jika kamu benar-benar cinta kepadaku, jika kamu bersedia melakukannya, aku akan menikahi mu setelah itu," seru Surya yang terus saja merayu Mawar untuk menuruti permintaannya.


"Apa itu, Mas!" tanya Mawar dengan polos. Surya pun menyeringai dan perlahan Surya mulai menyentuh bibir gadis itu. Awalnya Mawar menolaknya, tapi karena Surya yang sudah pro dalam hal tersebut, tentu saja sangat mudah membuat Mawar mulai dikuasai oleh pria itu.


Perlahan namun pasti, akhirnya Surya berbisik pada telinga Mawar sambil menyentuh sesuatu yang merupakan sebuah simbol mahkota seorang gadis yang menjadi kebanggaan mereka.


"Aku minta ini!" bisik Surya sembari terus mengelus tempat itu. Mawar pun spontan melepaskan tangan Surya dari sana sambil berkata, "Jangan, Mas! Jangan yang ini, yang lainnya saja, kalau ini aku tidak bisa memberikannya kecuali kepada suamiku kelak, jadi maafkan aku!" ucap Mawar yang merasa jika Surya sedang menginginkan dirinya.


Spontan Surya melepaskan tangannya dari tubuh Mawar yang saat itu tidak bisa dipungkiri jika dirinya mulai terbakar gelora.

__ADS_1


"Kenapa, Mas?" Mawar tampak terkejut saat Surya tiba-tiba menjauhi dirinya.


"Sepertinya aku tidak melihat cinta pada dirimu untukku, aku benar-benar kecewa padamu," ucap Surya yang sedang berpura-pura. Mawar pun tidak ingin membuat Surya kecewa, karena rasa cinta itu sudah membutakan mata hati seorang Mawar.


Gadis itu mendekati Surya dan memeluknya dari belakang.


"Tidak, Mas! Jangan bicara seperti itu, tentu saja aku sangat mencintaimu, aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku bersedia untuk melakukannya, asalkan kamu tidak meninggalkanku, berjanjilah!" seru Mawar sembari menyandarkan kepalanya pada punggung Surya.


Akhirnya, senyum kemenangan tampak pada wajah Surya, pria itu kemudian membalikkan badannya dan menatap wajah Mawar yang saat itu terlihat begitu polos dan lugu.


"Itu artinya kamu mengizinkan aku untuk melakukannya?" tanya Surya sebelum dirinya melakukan hal yang lebih, Mawar pun menganggukkan kepalanya pelan.


"Kamu tidak menyesal?" tanya Surya sekali lagi.


"Ti-tidak! Tapi aku mohon setelah itu nikahi aku!" balas Mawar yang seketika membuat Surya tertawa senang.


"Tentu saja, Sayang! Itu sudah pasti, aku akan menikahimu setelah kita melakukannya." Surya berkata sembari membuka kancing baju Mawar. Mawar pun pasrah, karena rasa cintanya yang begitu besar, ia pun tidak perduli dengan kesuciannya, malam itu Surya berhasil membawa Mawar ke dalam perangkapnya.


"Tahan, Sayang! Aku tahu ini adalah yang pertama untukmu! Akan sedikit terasa sakit, tapi jangan khawatir setelah itu aku akan membawamu terbang melayang," bisik Surya saat pria itu mengarahkan senjatanya tepat sasaran.


"Aaahhh ... sakiiiitttt, Mas!" pekik Mawar saat benteng pertahanannya jebol di malam itu juga. Sementara itu Surya yang sudah berhasil membuat Mawar kehilangan keperawanannya, pria itu tampak menikmati tubuh Mawar dengan puas.


Tanpa mendengarkan rintihan Mawar, Surya terus bergerak dan mengoyak apa yang menjadi kebanggaan seorang gadis itu.


Mawar hanya bisa pasrah, ia menangis di bawah kungkungan pria itu, sekilas Mawar teringat akan pesan sang kakak yang sangat menyayanginya.

__ADS_1


"Jangan pernah percaya kepada laki-laki manapun! Selama Kakakmu ini masih hidup, tidak akan pernah ada laki-laki yang bisa menyakiti adikku! Jika ada laki-laki yang berani membuatmu menangis, katakan padaku! Siapapun pria yang sudah membuat adikku terluka, aku akan mengejarnya walaupun sampai ke lubang tikus sekalipun, kubuat dia bertekuk lutut di hadapanmu, Mas sangat menyayangimu, Mawar!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_2