Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Surya ke rumah sakit


__ADS_3

Surya tidak mendengarkan perkataan sang Mama, is tetap bertekad untuk membawa Melati pulang ke rumah, tak peduli jika dirinya tidak mendapatkan persetujuan dari Mama Seroja.


"Surya! Dengerin Mama dulu! Kamu tidak boleh membawa Melati ke rumah ini lagi, Mama tidak akan pernah setuju!" Mama Seroja terus mengatakan hal itu kepada sang anak. Namun, Surya tetap pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan Melati dan membawa pulang.


Mobil Surya melaju ke jalan raya, pria itu sudah bertekad dalam hatinya untuk membawa sang istri pulang ke rumah dan terpaksa ia memaafkannya kesalahan Melati meskipun sebenarnya itu sangat menyakiti hatinya.


"Aku tidak ingin Kumbang tertawa di atas penderitaanku, dia sengaja melakukan ini untuk membuatku hancur, hmm tidak semudah itu kamu bisa menghancurkan hidupku, Kumbang! Aku akan tetap mempertahankan pernikahan kami," ucap Kumbang serius.


Sementara itu di rumah sakit, Kumbang dengan telaten merawat dan menemani putrinya, pria yang biasa dilayani oleh banyak pelayan itu, kini ia sedang menjadi pelayan yang baik untuk putrinya sendiri, Kumbang tampak menyuapi Amanda untuk makan. Namun, rupanya Amanda tidak mau dan ingin sang Mama yang menyuapinya.


"Manda nggak mau makan, Om! Mama kemana sih? Manda pingin ketemu," seru gadis cantik itu sambil menutup mulutnya rapat-rapat.


"Iya, nanti Mama pasti ke sini, Mamanya Amanda sudah bilang sama Om suruh jagain Amanda sebentar, kalau Mama udah kembali nanti Amanda pasti disuapin sama Mama." Bujuk Kumbang.


"Bener ya, Om? Om nggak bohong, kan? Terus Papa kemana? Papa kok juga nggak ada sih!" Gadis kecil itu juga menanyakan tentang keberadaan Surya.


"Emm ... Papanya Manda sedang sibuk, gini aja deh anggap saja Om ini Papanya Amanda, ya! Nggak usah takut," ucap Kumbang. Namun, apa yang dikatakan oleh Kumbang nyatanya tidak disukai oleh Amanda.


"Nggak mau ah! Amanda nggak kenal sama Om, Manda takut!" balas bocah lugu itu dengan polosnya. Kumbang pun tidak bisa memaksa anaknya untuk segera percaya pada dirinya jika Amanda adalah anak kandungnya, mungkin butuh waktu lama untuk membuat Amanda mengerti tentang apa yang terjadi pada orang dewasa.

__ADS_1


"Ya sudah nggak apa-apa, Om nggak akan maksa, sekarang Manda makan dulu, ya! Biar nanti kalau ketemu Mama, Manda udah baikan dan sehat, Mama pasti senang lihatnya." Bujuk Kumbang yang tetap tidak mau Manda lakukan.


*


*


*


Sementara itu di sisi lain, Surya akhirnya tiba di rumah sakit, ia segera masuk ke dalam rumah sakit dan mencari keberadaan Melati, Surya mencari Melati di sepanjang koridor dan kamar anak-anak, karena ia tidak tahu jika Amanda sudah dipindahkan ke kamar pemulihan. Karena tak menemukan dimana Melati, akhirnya Surya bertanya kepada resepsionis tentang pasien bernama Amanda yang mengalami kecelakaan dua hari yang lalu.


"Suster! Di mana pasien yang bernama Amanda dirawat, anak kecil yang kemarin mengalami kecelakaan dan membutuhkan darah, apa dia masih dirawat di rumah sakit ini? Dan bagaimana keadaannya apa dia masih selamat atau sudah ...??" Surya tidak melanjutkan kata-katanya karena tidak mungkin dirinya mengatakan jika apakah Amanda sudah meninggal.


"Oh Amanda Putrinya Bu Melati. Amanda selamat, Pak! Kami sudah mendapatkan donor yang tepat, dan akhirnya dokter bisa menyelamatkan Amanda, sekarang dia dirawat di ruangan pemulihan," ucapan suster itu tentu saja membuat Surya begitu terkejut.


"Tuan Kumbang Kelana, beliau yang sudah mendonorkan darah untuk Amanda!" ungkap suster yang membuat Surya merasa semakin membenci Kumbang.


"Sekarang, dimana Melati?" Kumbang sedikit memaksa agar dirinya segera membawa pulang, karena dipastikan Melati dan Kumbang akan bertemu.


"Kami tidak melihat keberadaan Nyonya Melati sejak semalam, sepertinya beliau tidak ada di sini, Tuan! Dia pamit ingin pergi untuk mencari donor darah, tapi nyatanya sampai sekarang kami belum melihat kedatangan Nyonya Melati, justru Tuan Kumbang yang datang ke sini tepat waktu, dan sampai sekarang Tuan Kumbang masih menemani Amanda." Mendengar penjelasan dari sang suster, Surya pun bingung harus mencari Melati dimana lagi, karena semalam dirinya meninggalkan Melati di rumah sakit ini.

__ADS_1


Surya pun penasaran dengan keadaan Amanda, ia pun beranjak untuk melihat kondisi sang anak, meskipun Amanda bukanlah anak kandungnya tapi Amanda pernah menjadi bagian penting dari hidupnya.


Tak berselang lama, Surya tiba di depan kamar dimana Amanda dirawat, pria itu mengintip dari jendela kamar dan ia melihat Amanda sedang bersama Kumbang. Melihat Kumbang di sana, spontan rasa benci itu muncul kembali dan Surya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.


*


*


*


Sementara itu, Kumbang tetap membujuk sang anak untuk makan, Manda menggelengkan kepalanya dan tetap tidak mau makan, hingga akhirnya Manda dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang spontan membuat Amanda sumringah.


"Papa!!" teriak Amanda saat dirinya melihat Surya yang sedang berada diluar kamar. Kumbang segera menoleh ke arah jendela kamar dan tidak melihat siapapun diluar.


"Siapa yang kamu lihat?" tanya Kumbang curiga.


"Tadi ada Papa, Om! Itu tadi Papa ada di luar," seru Amanda sambil menunjuk ke arah jendela kamar.


Kumbang pun segera pergi keluar kamar Amanda, dan ia pun segera memeriksa apa benar Surya ada di luar kamar.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini dulu, ya! Om mau periksa sebentar, apa benar itu Papanya Manda atau bukan," pamit Kumbang dan ia pun segera keluar dari kamar perawatan Amanda dan segera melihat apakah Surya benar-benar ada di rumah sakit itu atau tidak.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2