Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Will you marry me!


__ADS_3

Untuk pertama kalinya setelah terakhir mereka bertemu beberapa tahun yang lalu, Mawar memeluk Surya. Suasana haru terasa begitu menyesakkan, dengan kondisi Surya yang lumpuh total. Mawar sudah melupakan luka hatinya. Ia mencoba berdamai dengan hatinya dengan menerima permintaan maaf dari orang yang pernah menyakiti dirinya.


"Maafkan aku, Mawar!" seru Surya disela-sela dirinya dan Mawar saling berpelukan.


"Aku memaafkanmu, Mas!" balas Mawar yang diiringi oleh air matanya.


Mama Seroja dan Amanda ikut bahagia, akhirnya Mawar mampu mengikhlaskan kepedihan yang pernah Surya buat, terlepas dari Surya yang pernah menikah dengan Melati. Karena Mawar tahu pada dasarnya Melati hanya milik kakaknya, mereka dipertemukan lagi dalam situasi yang berbeda. Saat Melati menjadi istri Surya.


Sementara itu di tempat lain, Kumbang dan Melati yang sebenarnya ikut serta ke taman kota itu. Mereka terlihat mencari-cari keberadaan Mawar dan Amanda. Mereka berangkat bersama, sesampainya di taman kota, Mawar dan Amanda pamit pergi duluan dengan membawa sebuah bola, sedangkan Kumbang dan Melati masih tertinggal di belakang.


Kumbang dan Melati belum tahu jika saat ini Mawar bertemu dengan Surya di dekat air mancur di tengah taman.


"Mas, Mawar dan Amanda pergi ke mana, ya?" tanya Melati yang saat itu sedang duduk bersama Kumbang di sebuah kursi taman sambil memperhatikan sekeliling mencari keberadaan Mawar dan putrinya.


"Mungkin mereka sedang sibuk bermain. Sudah, biarkan saja. Lagipula kita bisa lebih lama kan berdua di sini," balas Kumbang sembari tersenyum kepada Melati.


Melati tampak tersipu malu dan ia pun pura-pura memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa bosan. Kumbang melihat seorang pedagang es cream keliling yang menawarkan dagangannya. Seketika itu Kumbang membeli dua es krim, satu untuknya dan satu untuk Melati.


Setelah Kumbang mendapatkan dua es krim, ia pun memberikan satu es krim itu kepada Melati.


"Ini untukmu!" seru Kumbang sambil memberikan es krim itu kepada Melati.


"Terima kasih, Mas." Melati pun menerimanya dengan senang. Mereka pun menikmati es krim itu bersama-sama.

__ADS_1


Sejenak Melati teringat akan masa-masa saat dulu dirinya berpacaran dengan Kumbang, mereka selalu menghabiskan waktu untuk membeli es krim dan menikmatinya sambil melihat pemandangan senja di pinggir kota.


Melati tersenyum dan teringat dengan jelas saat Kumbang membersihkan es krim yang menempel pada sudut bibirnya. Begitu saja sudah terasa begitu romantis. Seketika Kumbang menatap Melati yang saat itu sedang senyum-senyum sendiri.


Melati yang sadar jika Kumbang sedang menatapnya, ia pun menatap balik pria itu dengan terkejut.


"Ngapain kamu lihatin aku kayak gitu, Mas?" seru Melati dengan tatapan curiga.


"Kamu ngapain senyum-senyum sendiri? Perasaan nggak ada yang lucu deh di sini?" jawab Kumbang sambil menjilati es krim miliknya, hingga tak terasa es krim itu menempel dan tertinggal pada sudut bibir Kumbang.


Tentu saja pemandangan itu seketika membuat Melati menyuruh Kumbang untuk diam.


"Eh stop-stop! Jangan bergerak!" titah Melati saat ingin memberi tahukan kepada Kumbang jika ada es krim yang menempel pada sudut bibirnya.


Kumbang pun berhenti dan menaikkan kedua alisnya. Sementara itu Melati tampak memberikan kode dengan menunjuk ke arah sudut bibir Kumbang.


"Hem apa sih?" balas Kumbang yang belum mengerti maksud Melati.


"Bibir kamu, belepotan tuh!" balas Melati.


"Hmm oh ya! Mana?" Kumbang rupanya berusaha untuk menggoda Melati. Ia memang sengaja membuat bibirnya belepotan agar Melati yang membersihkannya. Bukannya membersihkan sisa es krim itu, Kumbang justru menambahkan es krim pada bibirnya agar Melati semakin ingin untuk membersihkannya.


"Ya ampun, kamu ini gimana sih, Mas! Tambah belepotan gitu!" sahut Melati yang mulai geleng-geleng kepalanya.

__ADS_1


"Es krim nya enak banget, Mel! Hmm ...!!" Kumbang terus saja memakan es krim itu sampai Melati tidak tega melihat bekas es krim yang menempel begitu banyak pada bibir Kumbang, bahkan pipi pria itu pun tak luput dari krim yang menempel.


Melati mendekati Kumbang dan membersihkan sisa es krim itu dengan jarinya. Seketika Kumbang menatap wajah Melati dengan tajam hingga akhirnya Kumbang meraih tangan Melati dan memasukkan jari Melati yang digunakan untuk membersihkan sisa es krim tadi pada mulutnya.


"Mas! Apa yang kamu lakukan?" Spontan Melati terkejut saat Kumbang melakukan hal itu. Kumbang membersihkan satu jari telunjuk Melati dengan mulutnya, setelah itu ia berkata sembari duduk berjongkok di depan Melati, "Rasa manis itu masih sangat terasa meskipun hanya sebatas sisa, menikahlah denganku, Mel! Aku akan menerimamu dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki, karena aku mencintaimu tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam. Will you marry me, please!"


Setelah mengatakan hal itu, Kumbang mengeluarkan sebuah cincin yang akan ia sematkan pada jari manis Melati. Namun, spontan Melati menarik tangannya sehingga membuat Kumbang sangat terkejut.


"Tidak Mas, aku tidak mau!" balas Melati sembari berdiri. Kumbang menundukkan wajahnya dan Ia pun kembali memasukkan cincin itu pada kotak semula.


"Kenapa? Kenapa kamu menolakku?" seru Kumbang dengan wajah pasrah nya.


Melati membalikkan badan dan berkata kepada Kumbang, "Jika kamu benar-benar ingin menikahiku, datanglah ke rumah orang tuaku, mintalah izin kepada mereka. Dengan minta restu dari mereka, aku pasti sangat bersedia untuk menjadi istrimu," ucapan Melati seketika membuat Kumbang garuk-garuk kepala.


"Aduh! Apa orang tuamu kira-kira setuju, Mel? Dulu saja mereka tidak merestui kita, aku takut jika sekarang mereka masih tidak merestui hubungan kita," balas Kumbang khawatir.


Melati tersenyum dan menatap wajah Kumbang yang terlihat berkeringat. "Dulu, kita masih bocil di mata mereka, kita belum dewasa untuk mengerti tentang cinta. Mereka menganggap hubungan kita sebatas cinta monyet, itulah kenapa Ayah tidak terlalu peduli dengan hubungan kita," ungkap Melati.


"Hmmm cinta monyet gimana sih? Aku mikirin kamu sampai mimisan loh, tanya tuh Mawar, dia yang selalu ngeledekin aku, katanya aku si bujang lapuk lah, perjaka tua lah. Kenyang aku diledekin terus sama Adek sendiri. Tahu-tahunya aku ketemu lagi di malam itu, pertemuan yang tidak akan pernah aku lupakan, dan ternyata kamu istrinya Surya."


Kumbang menatap dalam-dalam wajah Melati, pria itu sungguh mencintai Melati segenap jiwa. Tanpa perduli jika Melati pernah disentuh oleh laki-laki yang tak lain adalah pria yang pernah membuat adiknya kecewa.


"Ini sudah takdir kita, Mas. Kalaupun aku tahu jika Mas Surya pernah punya hubungan dengan Mawar, mungkin aku tidak akan pernah mau menikah dengannya, bahkan sampai 5 tahun pernikahan kami belum ada tanda-tanda aku hamil, padahal menurut dokter aku dan Mas Surya sama-sama normal dan subur, tapi kenapa Tuhan belum menghadirkan bayi di antara kami. Justru aku harus mengandung anak dari pria lain, dan sekarang aku baru tahu ternyata Tuhan tidak mengizinkan aku dan Mas Surya untuk bersama. Tuhan mempertemukan kita lagi dengan cara seperti ini."

__ADS_1


Kumbang tersenyum dan memeluk Melati.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2