
Karena gagal mencelakai Kumbang, Surya pun kembali ke rumah, ia terlihat begitu kesal karena anak buahnya tidak bisa melumpuhkan Kumbang.
"Sial! Kenapa bisa gagal, aku tidak akan biarkan pria itu mengambil Melati dariku, tidak akan!" Surya pun akhirnya tiba di rumahnya. Saat ia turun dari mobil, Surya dikejutkan dengan pintu rumah yang terbuka lebar.
Pria itu spontan berlari dan melihat keadaan rumah. Sesampainya Surya tiba di dalam rumah, ia terkejut saat melihat sang Mama yang sedang terbaring di atas sofa.
Dengan segera Surya menghampiri Mamanya dan membangunkannya, "Mama! Mama bangun, Ma! Mama kenapa?" Surya menepuk-nepuk pipi sang Mama, dan berharap Mama Seroja segera sadar. Karena tak kunjung bangun, Surya pun segera melihat ke kamarnya, di mana sang istri ia kurung di dalam kamar.
"Melati!!" teriak Surya saat mengetahui jika pintu kamar mereka terbuka. Surya melihat jika Melati sudah tidak ada di dalam kamar. Surya mencari keberadaan Melati disekitar ruangan. Namun sayang, Melati tak kunjung ketemu.
"Melatiiiiiiii! Di mana kamu?" teriakan Surya seketika membuat Mama Seroja terbangun. Mama Seroja bangun dan ia sendiri juga bingung kenapa dirinya tidur di sofa.
"Surya! Ada apa anak itu teriak-teriak!" seru Mama Seroja sembari beranjak pergi menghampiri sang anak yang bingung mencari keberadaan istrinya.
"Surya! Kamu ini kenapa sih! Teriak-teriak seperti orang gila, pusing nih kepala Mama," sahut Mama Seroja sambil memegangi kepalanya.
"Ma! Di mana Melati? Katakan Ma? Kenapa Melati tidak ada di kamar?" tanya Surya yang sangat panik istrinya hilang.
"Ya Mama nggak tahu, Mama nggak nengok kamarmu sama sekali, tadi Mama di luar dan ada sales panci yang nawarin Mama. Tapi Mama tolak, panci Mama masih bagus kok. Setelah itu Mama sudah tidak ingat apa-apa lagi, dan tahu-tahunya Mama bangun dengar kamu teriak-teriak," ungkap Mama Seroja yang membuat Surya semakin geram.
"Aku yakin sekali ini pasti kerjaan pria brengsek itu, aku harus membawa Melati pulang, aku tidak akan biarkan mereka bertemu, tidak akan!" ucap Surya sembari beranjak pergi keluar untuk mencari keberadaan Istrinya yang pastinya Melati dibawa kabur oleh Kumbang.
"Surya, tunggu Mama! Mau kemana kamu malam-malam begini, ini sudah larut malam Surya!" seru Mama Seroja sambil mengejar putranya. Surya tidak perduli dengan ucapan sang ibu, ia pun terus pergi ke mobilnya dan segera mencari keberadaan Melati. Tapi, disaat Surya baru saja membuka pintu mobil. Ia dikejutkan dengan suara Mama Seroja yang sedang berteriak.
"Aaaaaaaaaa ...!!"
Suara lengkingan itu spontan dan Surya langsung melihat sang Mama, Surya sangat terkejut saat melihat Mama Seroja yang jatuh dari tangga karena mengejar putranya.
"Mama!! Astaga, kenapa bisa seperti ini!" Surya segera mengangkat ibunya dan langsung membawa sang ibu masuk ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Kali ini Surya gagal mencari Istrinya. Ia justru harus membawa sang Mama yang saat itu mengalami kecelakaan terjatuh dari anak tangga.
*
__ADS_1
*
*
Sedangkan di sisi lain, akhirnya Kumbang sampai di rumahnya, kondisi lukanya yang semakin berdarah membuat Kumbang sedikit lemas. Sang asisten segera membantu bosnya untuk menghubungi dokter. Namun, Kumbang menolaknya.
"Aduh Bos! Luka Bos cukup dalam, bos harus ke dokter," seru asisten Dharma sambil membantu Kumbang melepaskan pakaiannya.
"Ini hanya luka kecil, nanti juga sembuh sendiri," jawab Kumbang dengan santai. Sementara itu Amanda melihat Kumbang yang sedang terluka. Gadis itu mengintip dari balik pintu, sejenak Amanda kasihan kepada pria yang beberapa hari ini menemani dirinya di rumah sakit.
"Kasihan juga Om Kumbang, pasti sakit sekali. Jahat sekali orang yang sudah menyakiti Om Kumbang, Manda doain biar Om Kumbang cepat sembuh," ucap gadis itu lirih. Hingga tiba-tiba terdengar suara yang menyuruh Amanda untuk masuk ke dalam kamar Kumbang.
"Masuklah, Manda! Sedang apa kamu berdiri di situ?" ternyata itu adalah suara Kumbang sendiri yang sudah tahu kehadiran putrinya yang sedang mengintip dirinya. Spontan Amanda pun terkejut bagaimana caranya Kumbang tahu jika dirinya sedang mengintip Kumbang.
"Tidak usah takut! Om nggak akan marah kok!" ucap Kumbang sembari tersenyum. Perlahan, Amanda memperlihatkan wajahnya yang menggemaskan. Dengan menundukkan wajahnya, Amanda berjalan masuk ke dalam kamar Kumbang. Terlihat sang asisten Dharma ikut tersenyum melihat kelucuan gadis kecil itu.
"Bos! Ternyata Amanda itu lucu sekali ya, Imut!" bisik asisten Dharma.
"Ya ya imut kata Bos! Tapi kayaknya hanya Nyonya Melati yang tahu keimutan Bos." Kumbang tertawa kecil mendengar ucapan dari Asistennya. Hingga akhirnya, Amanda datang mendekati Kumbang yang saat itu lukanya sudah diperban. Namun, ia masih belum memakai baju.
"Maaf, Om! Amanda nggak sengaja. Jangan marah ya!" ucapan polos gadis itu membuat Kumbang ingin menggendongnya. Kini Amanda duduk di atas pangkuan sang ayah.
"Siapa yang marah sama kamu? Om nggak marah kok, masa anak seimut Amanda Om marahi sih," ucap Kumbang sembari tersenyum. Amanda tersenyum dan tiba-tiba mencium pipi Kumbang.
'Cup'
Seketika Kumbang terkejut dan tidak menyangka jika putrinya mencium pipinya. Setelah mencium pipi Kumbang, Amanda pun melihat rambut Kumbang yang berantakan, gadis cilik itu pun berkata dengan nadanya yang lucu.
"Rambut Om kok berantakan, sini! Amanda sisirin ya! Biar Om jadi ganteng lagi." Ucapan Ananda spontan membuat asisten Dharma tertawa kecil. Sementara itu Kumbang terlihat cengar-cengir.
"Hehehe masa sih! Jadi, sekarang Om jelek, ya!" seru Kumbang. Amanda pun turun dari pangkuan Kumbang dan mengambil sisir di atas meja rias. Setelah mengambil sisir, Amanda pun segera menyisir rambut Kumbang dengan lembut.
__ADS_1
Terasa begitu mengharukan saat putri kecilnya menyisir rambutnya, Kumbang merasa begitu bahagia, tangan mungil putrinya adalah sebuah sentuhan yang teramat lembut. Asisten Dharma ikut terharu melihat sang Bos bisa berkumpul kembali dengan putri kandungnya.
Di saat Kumbang sedang asyik disisir rambutnya oleh sang putri. Tiba-tiba asisten Dharma mendapatkan kabar jika Melati sudah tiba bersama anak buah Kumbang.
Asisten Dharma sengaja tidak memberi tahukan kepada Kumbang jika Melati sudah datang, asisten Dharma ingin memberikan kejutan untuk sang Bos, disaat Amanda sibuk bersama dengan ayah kandungnya.
"Sebentar lagi Bos dan Nyonya Melati akan bertemu, saya ingin Nyonya Melati melihat kebahagiaan kalian!" batin Asisten Dharma. Pria kepercayaan Kumbang itu segera memerintahkan anak buahnya untuk menunjukkan di mana kamar Kumbang, agar Melati bisa bertemu dengan putrinya.
Setelah mendapatkan pesan dari asisten Dharma. Ana, pengawal Melati itu pun menunjukkan kepada Melati di mana Amanda berada.
"Kita sudah sampai, Nyonya!" ucap Ana sembari menunjukkan rumah Kumbang yang mewah. Melati melihat rumah sang konglomerat itu dengan takjub. Ternyata Kumbang sudah membuktikan jika dirinya pasti berhasil dalam mencapai mimpinya.
"Ini rumah Kumbang?" tanya Melati tidak percaya.
"Iya, Nyonya! Ini Mansion utama milik Tuan Kumbang. Mari! Amanda ada di dalam," seru Ana sembari menunjukkan jalan menuju ke kamar Kumbang.
"Ah iya!" Melati pun mengikuti langkah Ana masuk ke dalam Mansion mewah itu. Hingga akhirnya mereka tiba di depan kamar Kumbang.
"Kenapa berhenti?" Melati melihat Ana berhenti di depan sebuah pintu besar nan mewah.
"Nona Amanda ada di dalam, Nyonya. Silahkan!" Ana mempersilahkan Melati untuk masuk ke dalam kamar Kumbang.
"Benarkah? Putriku!" Melati yang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang putri, seketika ia langsung membuka pintu kamar Kumbang.
"Amanda ini Mama, Nak! Aman ...!" Melati tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia melihat Kumbang yang sedang bertelanjang dada, sementara Amanda sibuk menyisir rambut sang ayah.
Kumbang spontan melihat Melati yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Pandangan mata mereka bertemu lagi, pertemuan pertama setelah terakhir Melati meminta Kumbang untuk menjauhi putrinya dan dirinya Yaitu sekitar lima tahun yang lalu.
"Melati!"
"Kumbang!!!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...