Melati Yang Ternoda

Melati Yang Ternoda
Aku memang pria itu


__ADS_3

"Apa? namanya Mawar? La-lalu apa hubungannya denganku? Apa kamu mengira jika aku adalah pria itu, karena namaku sama? Kamu menuduhku, Mel?" sahut Surya mengelak.


"Aku tidak menuduhmu, Mas! aku hanya bertanya, kalaupun kamu tidak mengenal Mawar kenapa harus marah? Dan apa kamu tahu jika Mawar itu adalah adiknya Kumbang, kenapa aku menduga jika kamu ada hubungannya dengan Mawar, karena kamu bilang jika Kumbang ingin balas dendam kepadamu, dari situ aku mulai faham, jika kamu pasti ada hubungannya dengan depresi yang dialami oleh Mawar. Katakan padaku, Mas? Benarkah kamu tidak mengenal Mawar?" lagi-lagi Melati terus mendesak suaminya agar jujur.


Bukan seorang Surya jika ia tidak bisa membolak-balikkan fakta, pria itu justru curiga kepada istrinya.


"Oh ... tadi kamu bilang kamu bertemu dengan temanmu yang adiknya sedang dirawat di rumah sakit jiwa. Sekarang kamu bilang jika gadis itu adalah adiknya Kumbang, aku curiga jika kamu sudah mengenal Kumbang sedari dulu, apa itu benar?" pertanyaan Surya tidak akan bisa Melati hindari.


Sepertinya masalah ini harus diselesaikan dengan segera, agar Melati bisa bertemu lagi dengan putrinya. Dan Mawar bisa mendapatkan keadilan.


"Oke! Aku dan Kumbang memang saling kenal. Bahkan, kami kenal dengan baik sejak 10 tahun yang lalu saat kami ada di bangku sekolah. Kumbang dan aku pernah menjadi sepasang kekasih, maaf jika kamu harus tahu, karena aku ingin semuanya menjadi clear dan tidak ada yang ditutup-tutupi, aku hanya ingin keadilan untuk Mawar, dia gadis yang sangat malang." Ungkap Melati yang tentu saja membuat Surya tiba-tiba memukul tembok.

__ADS_1


Pria itu terlihat begitu marah dan cemburu, ternyata sang istri dan musuh bebuyutannya itu pernah menjalin asmara, itulah kenapa Kumbang bersikeras untuk mendapatkan Melati.


"Aaarrrgggghhhh! Kenapa harus pria itu, Mel!" teriak Surya tidak percaya.


"Itu memang kenyataannya, Mas! Aku minta maaf lagi, dan sekarang aku hanya ingin tahu dari mulutmu, apa benar kamu pria yang sudah membuat Mawar seperti itu, katakan! Kalaupun kamu jujur, aku tidak akan marah. Tapi, aku ingin kamu bertanggung jawab atas apa yang menimpa Mawar, nikahi dia Mas dan ceraikan aku!" ucapan Melati benar-benar seperti sebuah sayatan luka dalam hati Surya.


Dengan cepat, Surya menarik tangan istrinya dan berkata, "Iya!! Aku memang pria itu, puas kamu! Tapi aku tidak akan pernah menikahinya, karena aku tidak mau kehilanganmu, Mel! Kamu akan tetap menjadi istriku, aku tidak perduli dengan Mawar lagi, bahkan Kumbang sekalipun, karena aku hanya mencintaimu, ingat itu!"


Surya mengusap pipinya yang ditampar oleh sang istri. Rupanya pria itu masih belum sadar juga, ia pun beranjak keluar dari kamar dan mengunci Melati di dalam kamar, agar sang istri tidak bisa pergi kemana-mana.


"Mas! Buka pintunya! Aku ingin pergi dari sini, aku sudah muak denganmu, biarkan aku pergi! Mas Surya, buka pintunya!!" teriak Melati dari dalam kamar.

__ADS_1


Mama Seroja melihat putranya yang mengunci Melati, wanita paruh baya itu pun bertanya kepada putranya.


"Surya! Kenapa dia berteriak seperti itu? Sudahlah! Biarkan saja Melati pergi, untuk apa lagi kamu pertahankan wanita jalaang itu?" ucap Mama Seroja yang tidak pernah digubris oleh anaknya. Surya yang terlanjur kesal, pria itu pun memilih keluar rumah dan mencari hiburan.


"Surya! Mau kemana kamu? Mama belum selesai bicara, Surya!" teriak Mama Seroja yang memaksa Surya untuk mewanti-wanti ibunya agar tidak membebaskan Melati.


"Surya pergi dulu, Ma! Jangan pernah bukakan pintu untuk Melati, dan Mama jangan coba-coba biarkan Melati pergi, Surya mau bikin perhitungan dengan Kumbang."


Setelah mengatakan hal itu, Surya pun segera pergi dengan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Kumbang.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2