
"Iya Nyonya, saya adalah gadis yang pernah anak Anda sakiti dan itulah kenapa Mas Kumbang ingin menghancurkan kehidupan pria ini. Karena pria ini telah membuat adiknya gila dan hampir saja bunuh diri. Dia juga sudah merampas segalanya dari saya, dan juga bayi yang tak berdosa itu."
Mawar tampak bersedih saat teringat dirinya yang sudah melenyapkan bayinya sendiri. Mama Seroja pun hanya tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa tatkala ia mengetahui kebusukan sang anak.
Hingga akhirnya, Surya tiba-tiba berkata kepada Mawar.
"Aku minta maaf, Mawar! Aku benar-benar mohon ampun padamu! Karena perbuatanku, hidupmu jadi menderita. Aku memang bajingan, brengsek dan tidak bertanggung jawab, mungkin itu yang menyebabkan Tuhan menghukumku seperti ini. Aku telah mendapatkan hukumannya, kedua kakiku diambil oleh Nya, mungkin ini semua sudah menjadi takdirku. Sekarang, aku tidak seperti dulu lagi, hidupku sudah hancur, aku tidak punya harapan lagi. Semuanya telah pergi, aku sudah pasrah! Aku akan menerima kenyataan ini!" Surya berkata sembari menitikkan air matanya.
Mama Seroja ikut menangis. Ternyata selama ini Ia juga terlalu egois, ia menginginkan seorang cucu dari putranya. Tapi, justru ia mendapatkan kenyataan jika Surya bukanlah ayah kandung Amanda. Nyatanya Surya sudah merugikan dirinya sendiri, ia menyia-nyiakan kesempatan sebagai seorang Ayah dengan menyuruh Mawar untuk menggugurkan kandungannya.
Sekarang, mungkin Surya mendapatkan teguran dari yang Kuasa, dirinya tidak bisa memiliki seorang anak dari Melati, padahal mereka berdua sama-sama memiliki kesuburan yang normal, justru Melati bisa hamil dengan pria lain, bukan dengan suaminya.
"Ini adalah karmaku, aku tidak bisa memiliki seorang anak dari wanita yang aku cintai. Tapi, Melati justru memberiku anak dari musuhku. Rupanya itu semua tidak lepas dari apa yang pernah aku lakukan padamu, Mawar. Tolong, maafkanlah aku! Aku ingin hidup tenang tanpa bayang-bayang dosaku di masa lalu. Bila perlu, aku ingin bersimpuh di hadapanmu untuk mendapatkan permintaan maaf darimu, Mawar!"
Surya terlihat berusaha untuk turun dari kursi rodanya dan ingin bersimpuh di hadapan Mawar saat itu juga. Tentu saja pria itu sangat kesusahan, karena bagaimanapun juga kedua kakinya sudah tidak ada.
"Papa!!" Amanda berlari ke arah Surya, gadis kecil itu tidak tega melihat Surya yang terlihat begitu menderita.
__ADS_1
"Surya! Kamu mau apa, Nak? Jangan turun! Berbahaya kamu bisa terjatuh," sahut Mama Seroja sembari menahan Surya untuk tidak turun dari kursi roda.
Mawar masih berdiri dan masih menahan amarahnya, sungguh ia masih sangat sakit hati dengan apa yang dilakukan oleh Surya kepadanya.
"Papa! Kenapa Papa jadi begini? Manda sayang Papa!" seru Amanda sambil memeluk Surya.
Bagaimanapun juga, Amanda adalah gadis kecil yang pernah ia anggap sebagai anak kandungnya, rasa sayangnya kepada Amanda tidak akan pernah pudar begitu saja, meskipun dirinya kecewa jika Amanda bukanlah putrinya sendiri.
Surya memeluk gadis itu dan berkata, "Amanda anakku. Maafkan Papa, Nak! Papa sudah meninggalkanmu, Papa sudah jahat sama kamu, maafin Papa!" ucap Surya dengan linangan air matanya.
Amanda gadis yang masih terlalu polos, meskipun ia sudah tahu jika ayah kandungnya bukanlah Surya, tapi dia tetap sayang kepada Surya.
"Nenek juga minta maaf, Sayang! Nenek sudah jahat sama kamu, ternyata kamu anak yang baik, sekali lagi maafin Nenek!" sahut Mama Seroja yang turut memeluk Amanda.
"Manda nggak marah sama Papa, sama Nenek! Karena Manda sayang kalian berdua," balas gadis kecil itu sambil memeluk Mama Seroja dan Surya.
Untuk sejenak, Mawar melihat sang keponakan yang sangat bahagia berada di dalam pelukan Surya dan Mama Seroja. Haruskah ia melupakan kesalahan Surya kepadanya? Karena bagaimanapun juga Surya sudah menyesali perbuatannya.
__ADS_1
Setelah Amanda puas memeluk Nenek dan Papanya, Ia pun membalikkan badan dan berlari ke arah Mawar yang saat itu sedang berdiri menatap mereka bertiga.
"Tante! Tante Mawar mau kan memaafkan Papa Surya? Kasihan Papa Tante, baru kali ini Manda melihat Papa menangis, Papa pasti sangat bersedih gara-gara Tante nggak mau maafin. Ayolah, Tante!! Maafin ya, nggak baik loh kita saling marahan, nanti Allah juga ikut marah. Apalagi kalau kita marahan sampai 3 hari. Kata Bu guru Allah pasti sangat marah sama kita, kalau kitanya juga marahan sama orang lain. Mumpung baru satu hari, cepetan gih! Maafin Papa Surya." Mendengar celotehan dari Amanda. Mawar pun memeluk sang keponakan.
Hingga akhirnya, Mama Seroja datang menghampiri mereka berdua sembari berkata kepada Mawar.
"Mawar! Sebagai bentuk permintaan maaf anakku. Aku sebagai ibunya memohon kepadamu, tolong maafkan anakku!" ucap Mama Seroja sembari bersimpuh di hadapan Mawar.
Spontan, Mawar langsung mencegah Mama Seroja untuk melakukan hal itu kepadanya.
"Nyonya! Untuk apa Anda melakukan hal ini?" ucap Mawar.
"Karena Surya tidak bisa melakukannya, biarkan aku yang bersimpuh di hadapanmu untuk meminta maaf. Putraku sudah kehilangan kedua kakinya dan semua itu sudah terbayarkan kesalahannya kepadamu. Sekarang, tinggal kata maaf yang ingin kami dengar," rengek Mama Seroja.
"Tidak, Nyonya. Anda tidak perlu melakukan itu, saya tidak pantas mendapatkan perlakuan layaknya Tuhan. Manusia hanya wajib bersimpuh di hadapan Tuhan Nya, bukan dengan sesama manusia. Jikalau memang kata maaf itu bisa membuat Anda tidak melakukan itu. Maka, saya iklhas memaafkan Mas Surya."
Surya tampak begitu gembira mendengar ucapan dari Mawar.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...