
Amanda melihat wajah seorang pria asing yang belum pernah Ia temui tiba-tiba berada di sampingnya, sementara itu Kumbang masih terlihat gugup, antara bahagia dan sedih saat sang putri memanggil dirinya dengan sebutan Om.
"Om siapa? Mana Papa dan Mama? Manda pingin ketemu sama mereka," ucap gadis polos itu sembari memperhatikan sekitar, hanya ada dirinya dan Kumbang dan seorang dokter di samping Amanda.
"Om ... oh iya Om lupa, nama Om adalah Kumbang, Om adalah teman Mama dan Papa Amanda, hmm ... mereka masih pulang sebentar, Om disuruh nungguin kamu di sini," ucap Kumbang berbohong.
"Kok mereka pulang sih? Manda kan pingin ketemu," seru bocah itu dengan lugunya, ia benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada orang-orang dewasa di sekitarnya, ia juga tidak tahu jika Surya sudah tidak ingin bertemu lagi dengannya.
__ADS_1
"Iya sayang! Mama mandi dan mengambil baju untuk Manda sebentar, nanti Amanda juga pasti bertemu kok dengan Mama lagi, Manda sehat dulu, ya!" seru Kumbang kepada putrinya.
"Lalu papa? Kenapa papa ikut pulang juga? Apa Papa juga ingin mengambil baju sama kayak Mama? Oma juga nggak ada, mereka kemana sih? Kok tega banget ninggalin Manda sendirian?" pertanyaan lugu sang bocah membuat Kumbang bersedih, gadis sekecil ini tidak mungkin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tuanya, sebisa mungkin Kumbang harus membuat lupa Amanda terhadap Surya.
"Udah, Manda tidak usah bersedih, ya! Kan ada Om di sini, Om yang akan menemani Manda, Papa banyak urusan kantor, jadi Papanya Amanda tidak bisa meninggalkan pekerjaan kantor, Sayang!" ucap Kumbang sembari tersenyum.
"Iya Om! Tapi nanti Manda masih bisa ketemu sama Papa kan, Om?" lagi-lagi Manda bertanya tentang Surya. Tak bisa dipungkiri jika hubungan Amanda dan Surya terbilang sangat dekat, Surya sangat menyayangi Amanda yang ia anggap sebagai putri kandungnya sendiri, pun sebaliknya Amanda lebih dekat dengan Surya daripada dengan Melati sendiri.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, seorang pria terlihat menangis di sebuah ruangan yang gelap. Surya Kencana, pria yang sebelumnya sangat bahagia dengan kehadiran seorang anak perempuan yang lahir dari rahim Istrinya, anak yang sebelumnya ia anggap anaknya sendiri itu, nyatanya gadis kecil itu bukanlah darah dagingnya.
"Kenapa? Kenapa Tuhan? Kenapa semua ini harus terjadi, putriku Amanda ternyata bukan putri kandungku, aku sangat menyayangi anak itu, aku berikan kasih sayang segenap jiwaku, tapi kenyataannya Amanda adalah anak dari pria brengsek itu, mereka berdua sudah mengkhianati aku, Melati dan pria itu sudah menghancurkan hidupku!" ucap Surya dengan kedua tangannya yang mengepal erat.
Surya teramat mencintai Melati, karena hanya Melati satu-satunya wanita yang sudah membuatnya luluh, dari sekian banyak wanita yang singgah di hatinya, hanya Melati satu-satunya wanita yang menenangkan hati Surya. Bahkan, Surya rela meninggalkan wanita-wanita yang rela untuk menjadi budak nafsunya untuk mendapatkan cinta dari seorang Melati.
Dengan tatapan matanya yang tajam, Surya tidak akan pernah melepaskan Melati begitu saja, ia akan tetap mempertahankan Melati sebagai istrinya, meskipun dirinya sudah terlanjur sakit dengan apa yang terjadi, karena Surya sadar jika yang terjadi pada istrinya adalah sebuah cara Kumbang untuk menjatuhkan dirinya, karena mereka adalah musuh bisnis.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Mel! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa berpisah denganmu, biar saja Amanda diambil oleh ayah kandungnya, tapi aku tidak akan pernah membiarkan istriku diambil juga oleh pria brengsek itu!" ucap Surya dengan segala kemarahannya.
...BERSAMBUNG ...