
Seruni menidurkan Keysha yang sudah terlelap semenjak perjalanan pulang ke rumah.
Sesaat bayangan Dirga muncul di benak nya. Membuat wanita itu terhanyut dalam lamunan , mengingat setiap kenangan indah di masa lalu.
Perlahan hati nya merasakan desiran aneh. Seruni menggelengkan kepala dan mengusap wajah dengan telapak tangan.
" Tidak..tidak..ini tidak boleh terjadi. Aku sudah punya Mas Radik dan tak boleh memikirkan laki-laki lain. Ya Tuhan maafkan aku. " Lirih nya.
Bagaimana pun sikap Radik terhadap nya, pria itu tetap suami sah di mata agama dan negara.
Sekalipun kali ini hubungan antara mereka berdua benar-benar buruk. Seruni hanya ingin memberi pelajaran pada Radik agar dia sadar akan kesalahan yang selama ini di perbuat.
Ada Keysha yang membuat diri nya bertahan bahkan harus mempertahan kan rumah tangga yang retak akibat KDRT di tambah lagi kehadiran wanita lain bernama Bunga.
Jika saja Radik bisa merubah sikap dan memperbaiki kesalahan nya. Seruni akan memberi nya kesempatan kedua demi buah hati mereka.
Waktu menjelang sore, Seruni berkutat di dapur menyiapkan masakan untuk Radik pulang kerja nanti.
Setelah semua siap dia kembali mengurus Keysha. Memandikan, menyuapi dan mengajak nya bermain.
Hati Seruni terlalu lembut, hingga diri nya begitu mudah memaafkan kesalahaan Radik. Walaupun luka di hati nya belum bisa sembuh secepat itu.
Apalagi jika melihat Keysha, setiap keluh kesah, air mata serta rasa sedih nya lenyap seketika.
Keysha penawar dari semua keterpurukan nya menjalani rumah tangga.
__ADS_1
Keysha penyemangat bagi nya, satu alasan untuk nya bertahan menjalani kehidupan sepahit apapun itu.
Sekalipun saat ini di relung hati nya terasa hampa, terkadang Seruni mencari-cari ruang yang dulu di isi oleh Radik. Kini seolah rasa itu semu , kadang rasa itu hadir namun seketika rasa itu pun hambar.
Entahlah yang pasti diri nya akan tetap berada di samping Radik meski harus kembali membangun hati yang hancur yang sempat di porak porandakan oleh suami nya itu.
Sementara di Kantor.
Radik baru selesai bekerja, ia segera menuju parkiran berniat pulang cepat.
Ponsel nya terus berdering, beberapa panggilan dan pesan dari sahabat nya masuk.
Dia tak menggubris mereka, kali ini dia ingin meminta maaf pada Seruni. Perkataan Seruni semalam cukup membuat nya berfikir panjang.
Dia masih mencintai Seruni, apa yang ia lakukan selama ini karena terlalu posesif pada istri nya hingga membuat diri nya khilaf terus menerus menyakiti Seruni.
Seruni menyambut nya walau terasa dingin wajah wanita itu namun tak masalah yang terpenting dia masih mau menampakan diri di hadapan Radik.
Seruni kembali melakukan tugas nya sebagai seorang istri. Namun kali ini sedikit berbeda, Seruni bicara seperlu nya saja. Dia lebih banyak diam.
" Hari ini kamu masak makanan kesukaan ku. " Wajah Radik berseri melihat beberapa menu makanan yang tersaji.
" Makasih ya sayang. " Radik mengelus punggung tangan Seruni yang duduk di hadapan nya.
Seruni hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Dia kembali sibuk memberi cemilan pada Keysha yang tengah duduk di pangkuan nya.
__ADS_1
Radik terdiam sejenak, wajar jika Seruni bersikap seperti itu. Istri mana yang tak kecewa jika sering di sakiti suami nya.
Masih untung Radik memiliki Seruni yang penyabar dan tidak meninggalkan nya setelah begitu banyak kesalahan yang ia lakukan.
Ddrrrtt drrrttt
Ponsel Radik yang di taruh di atas meja makan bergetar. Terlihat nama Bunga terpangpang di layar handphone, panggilan masuk dari perempuan itu.
Radik yang tengah mengunyah makanan hampir tersedak. Ia segera minum air putih, mata nya melirik ke arah Seruni tengah melihat layar handphone .
Tak ada ekspersi kemarahan dari wajah wanita itu. Membuat Radik salah tingkah. Ia memutuskan meriject panggilan.
" Kenapa Mas ? " Tanya Seruni membuat Radik tersentak.
" A-apa ? " Radik balik bertanya pura-pura bego.
" Kenapa gak di angkat saja ? " Seruni menunjuk ponsel dengan dagu nya.
Kali ini Radik semakin terlihat bodoh. Dia menggaruk kepala nya yang tak gatal.
" Udah lah jangan merusak mood. Lagian gak penting juga kan. " Ucap Radik kembali memasukan makanan ke dalam mulut nya seolah tak terjadi apa-apa.
" Kamu gak makan? " Tanya Radik mengalihkan topik.
" Aku udah kenyang. " Jawab Seruni tanpa sudi menoleh ke arah lawan bicara.
__ADS_1
Tentu saja hati Seruni serasa teriris tatkala melihat panggilan masuk dari Bunga di handphone suami nya.
Bayangan nya kembali teringat pada foto yang wanita itu kirim. Foto mereka dalam keadaan setengah bug*il. Hati Seruni serasa tercabik mengingat semua itu. Rupanya memaafkan seseorang yang melukai tidak serta merta membuat nya melupakan semua nya. Luka masih menganga dan berdarah seolah tersiram air garam.