MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 47


__ADS_3

Dirga menyetop taksi di depan hotel tadi, ia bahkan tak ingat dimana mobil nya. Sepanjang perjalanan Dirga mencoba menjernihkan pikiran.


Ia baru ingat saat itu ia sedang bertemu dengan klien, namun setelah meeting selesai kepalanya terasa pusing. Setelah itu ia tak ingat apa-apa lagi.


Dalam kondisi seperti itu bagaimana mungkin dirinya bisa merenggut kesucian Dania. Apalagi Dania bilang jika diri nya mabuk, sungguh sangat tidak mungkin karena hanya segelas jus yang ia minum di cafe bukan minuman beralkohol seperti yang di ucapkan Dania jika diri nya tengah mabuk.


Kejanggalan demi kejanggalan ia temukan, tentu ia semakin yakin jika diri nya tidak melakukan apa yang di tuduhkan Dania.


Merasa belum punya bukti kuat, ia pun memilih untuk kembali ke cafe tadi. Dirga memerintahkan sopir taksi menuju cafe dimana Dirga sebelumnya meeting dengan klien.


Sesampai di cafe, ia bergegas menemui manager cafe untuk meminta rekaman cctv beberapa jam lalu.


Beberapa pelayan cafe tersebut masih mengingat wajah Dirga. Di antara mereka pun mengatakan jika ada dua orang yang membawa nya pergi dari cafe itu. Lebih tepat nya satu gadis belia dan satu pria yang membawa Dirga pergi.


Dari keterangan mereka, Dirga mulai memiliki saksi yang kuat. Di tambah lagi cctv yang di dapat dari manager cafe tersebut.


Betapa terkejut nya Dirga saat melihat siapa yang berada di sana. Rupa nya ada campur tangan Radik, ia sudah bersekongkol dengan Dania untuk menjebak Dirga.


Satu pelayan cafe yang sudah di bayar Dania pun ada di sana, tubuh nya bergetar saat melihat cctv yang di putar menunjukan diri nya ikut terlibat dalam kasus ini. Dalam cctv tersebut terlihat diri nya sedang memasukan sesuatu yang di berikan oleh Dania pada nya.


Ia mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Dirga. Tentu saja manager cafe itu murka pada nya dan hampir saja memecat pelayan cafe itu.


Dirga mencegah nya, ia akan menjadikan pelayan cafe itu sebagai saksi kunci jika suatu saat Dania menuntut pertanggung jawaban atas apa yang tidak di perbuat oleh nya.


Pelayan itu terbebas dari PHK dengan satu syarat agar ia mau menjadi saksi nanti nya. Manager cafe itu sebenarnya sudah tidak bisa mentolerir sikap pegawai nya tapi ia melihat siapa Dirga dan sebagai bentuk permohonan maaf atas kelalaian pegawai nya, oleh karena itu ia pun menuruti kemauan Dirga untuk tidak memecat pelayan tadi.

__ADS_1


Dirga mengcopy rekaman vidio cctv itu dengan flashdisk, setelah mendapatkan rekaman tersebut ia pun bergegas pulang.


.


.


Sementara itu Radik yang saat ini sedang menemui Seruni pun menunjukan foto kemesraan Dirga dan Dania.


Hati Seruni begitu hancur melihat nya, awal nya ia tak begitu saja percaya dengan apa yang di katakan Radik sekalipun pria itu membawa bukti-bukti foto di tangan nya.


Tapi Radik terus meyakinkan Seruni, bahwa diri nya memergoki Dania dan Dirga tengah berada di kamar hotel.


Baru saja Seruni memberi kepercayaan pada Dirga, membuka hati nya yang sudah rapuh di akibatkan kehancuran rumah tangga nya. Kini ia kembali di hancurkan oleh laki-laki yang ia pikir tak akan pernah menyakiti nya.


Keysha yang juga berada di sana sedang melepas rasa rindu pada Daddy nya yang sudah lama tak bertemu.


'' Maaf Pak, Seruni menangis bukan karena aku tapi karena pria lain. Aku sadar banyak kesalahan yang aku lakukan pada putri Bapak, tapi sekarang aku menyesal dan ingin memperbaiki semua nya. Seruni aku mohon demi Keysha kita rujuk, kamu lihat dia sangat merindukan aku, '' pinta Radik. Keysha duduk di pangkuan Radik hanya menatap polos menyaksikan perbincangan orang tua nya yang sama sekali tidak ia pahami.


'' Maaf Mas, untuk saat ini aku ingin sendiri. Kamu boleh menemui Keysha karena ia putri mu, aku tak akan melarang nya demi kebaikan Keysha. Tapi aku tetap pada pendirian ku, proses perceraian kita akan tetap berlanjut. '' Seruni berdiri dari sofa dan segera berlalu meninggalkan semua yang ada di sana.


Seruni menghempaskan tubuh ranjang, ia menatap langit-langit kamar nya. Wajah cantik Seruni sudah di banjiri air mata yang terus mengalir tanpa henti.


Ponsel nya berdering, panggilan masuk dari Dirga. Seruni melempar sembarang ponsel milik nya setelah mengetahui dari siapa panggilan telepon tadi.


Saat ini ia tak ingin bicara dulu dengan Dirga, hati nya sangat sakit mengingat foto yang ia lihat dari Radik. Foto yang menunjukan kemesraan antara Dania dan Dirga, seakan mereka sudah melakukan hal di luar batas.

__ADS_1


Radik yang tadi nya berada di ruang tamu pun kini sudah pamit pulang, ia berjanji pada Keysha untuk menemui nya kembali nanti. Wirya dan Susi pun tak mungkin melarang Keysha bertemu dengan Radik, mengingat ia ayah biologis cucu nya. Meski di dalam hati mereka tak menginginkan kedatangan Radik kembali di rumah itu.


Radik tersenyum puas ia merasa sudah berhasil mengelabui Seruni. Radik pun segera memberitahu Dania jika tugas nya sudah selesai. Untuk masalah Maria , Dania yang akan membereskan nya.


Dania berencana meminta pertanggung jawaban dari Dirga dan akan mengatakan pada Maria jika Dirga sudah merenggut kehormatan nya dengan paksa.


Tapi tentu tidak sekarang karena malam ini Dania dan Radik akan merayakan pesta keberhasilan rencana mereka yang di anggap berjalan mulus.


Radik sudah menunggu Dania di sebuah club malam, tak lama Dania muncul dengan mobil merah milik nya.


'' Rencana kita berhasil, aku bakal traktir kamu minum, '' ucap Dania saat turun dari mobil.


'' Oke, '' Radik dan Dania pun memasuki club malam itu.


Gemerlap cahaya lampu warna-warni menerangi ruangan gelap, alunan musik menghentak begitu keras di tempat itu. Beberapa orang tengah dance menikmati setiap hentakan musik, ada pun yang hanya duduk dekat bartender dan sofa yang berjejer di sana menikmati minuman beralkohol yang mereka pesan.


Radik dan Dania pun duduk di salah satu sofa yang berada di pojok, mereka memesan minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.


Hanya beberapa menit saja mereka menunggu waiters mengantar pesanan nya, mereka pun mulai bersulang. Masing-masing memegang gelas minuman dan meneguk nya hingga tandas.


Setelah cukup banyak alkohol masuk ke dalam tubuh mereka, membuat Radik maupun Dania tak bisa mengontrol sikap.


Mereka langsung maju ke lantai dansa, menggerak kan badan mereka yang sudah mulai sempoyongan.


Tak jauh dari sana seseorang memperhatikan keduanya. Dengan tatapan sinis, Bunga yang ada di sana saat itu terus mengintai pergerakan Radik dan Dania.

__ADS_1


__ADS_2