
'' Maaf Tante, aku tidak bisa menolong putrimu. Tante bisa carikan pria lain untuk Dania. Aku tak mungkin menyakiti hati Seruni, dan meski pun aku belum menikah, keputusan ku akan tetap sama. '' Dirga menatap lekat Nila.
" Kamu dengar putraku bilang apa? Jadi lebih baik kamu pergi dari sini. " Maria semakin tak bisa menahan amarah nya.
" Mommy.., " tiba-tiba Keysha muncul memanggil Seruni.
Sontak Nila menoleh ke arah gadis kecil itu. Ya, Keysha anak Radik sama seperti bayi yang di kandung Dania. Tentu ini akan menjadi umpan untuk memancing Seruni.
" Seruni, Dania hamil anak Radik itu berarti bayi dalam kandungan Dania itu saudara Keysha juga. Apa kamu tak kasihan pada bayi itu. Jika memang kalian membenci Dania setidak nya lihat bayi dalam perut putri ku. Dia tidak berdosa. Aku janji, jika Dirga menyetujui pernikahan ini, aku maupun Dania tak akan menuntut apapun. Kami hanya butuh status, tak lebih. " Kini Nila meraih jemari Seruni, sementara Keysha dalam pangkuan Maria saat ini.
Maria dan Dirga membelalakan mata mereka ke arah perempuan tak tau malu itu. Bisa-bisa nya ia mencari kelemahan Seruni dengan membawa nama Keysha agar bisa memenuhi keinginan nya.
Atas dasar apapun Nila berdalih, mereka tak akan mengabulkan permintaan konyol Nila.
" Seruni, jangan dengarkan dia, " pinta Maria yang tau persis jika menantu nya itu mudah mengasihani orang lain dan terlalu baik meski orang-orang itu sering menyakiti nya.
Seruni terdiam tak bergeming, ia terus memutar otak, menimbang-nimbang agar tak salah melangkah.
" Aku mohon Seruni, kasihani Dania dan bayi nya. Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi pada Dania atau pun bayi nya nanti, mereka bertaruh nyawa..nyawa..Seruni ! " Nila menekankan kalimat nya.
" Jangan sampai kamu menyesali semua nya karena tak bisa menolong dua nyawa yang sangat berharga itu, " lanjut Nila membujuk Seruni yang kian terpengaruh.
" Jika Tante meminta Seruni mengabulkan keinginan Tante, itu salah besar. Di sini aku yang berhak memilih dan mengambil keputusan bukan Seruni, aku tegaskan sekali lagi, aku tidak akan pernah menolong Dania. Maaf bukan aku tak punya hati, tapi pernikahan bukan permainan Tante." Dirga menepis genggaman Nila pada lengan istri nya.
" Tapi Seruni istri mu Dirga, dia berhak memberi persetujuan jika suami nya akan menikah lagi, " pekik Nila. Ia terus bersikeras meski sudah di tolak berulang kali.
" Tapi aku sudah bilang jika aku tak akan menikahi Dania. Jelas? " nada suara Dirga makin tinggi.
" Tapi,, ," Nila tak melanjutkan ucapan nya.
" CUKUP!! " bentak Maria yang sudah pusing mendengar perdebatan ini.
" Sekarang juga kamu keluar !! " usir Maria.
Nila menatap satu persatu ketiga orang itu, jika saja bukan karena Dania mungkin ia akan pergi dari tadi dan tak akan menjatuhkan harga diri nya di sini.
Dirga dan Maria menatap tajam diri nya, sementara Seruni hanya terdiam dan memalingkan wajah dari nya.
__ADS_1
Dengan berat hati, Nila pun beranjak dari rumah Maria. Ia keluar dengan rasa benci dan dendam di hati nya pada mereka. Rasa nya ingin sekali membalas ucapan mereka yang berhasil menembus ke ulu hati, namun apa daya saat ini ia sedang sangat butuh pertolongan mereka.
Nila sudah tak tau lagi harus kemana ia mencarikan suami untuk Dania. Bagaimana nasib putri nya itu? Sama sekali ia tidak memperdulikan bayi dalam kandungan Dania padahal itu adalah cucu nya. Yang ia pikirkan hanya Dania putri nya.
" Ma, aku titip Keysha sebentar. Aku mau bicara sama Dirga, " kata Seruni saat Nila sudah pergi.
Maria mengangguk pelan, dalam hati nya ada rasa was-was khawatir Seruni termakan omongan Nila barusan.
Dirga merasa heran, apa yang akan di bicarakan istri nya hingga harus berbicara berdua saja. Ia mengikuti langkah Seruni menuju kamar mereka.
" Ada apa? " tanya Dirga.
Seruni menghela nafas sebelum akhirnya mulai berkata, " aku akan menyetujui pernikahan kamu dengan Dania. "
" Hei, kamu ngomong apa? Siapa juga yang mau nikahin dia? "
Seruni menatap lekat suami nya, ia membelai wajah pria yang di cintai nya.
" Aku mohon tolong Dania dan bayi nya. Lakukan semua ini demi aku dan Keysha, " permintaan Seruni membuat Dirga mundur beberapa langkah hingga lengan Seruni terlepas dari wajah nya.
" Tidak, aku tidak mau. Ini bodoh, Seruni. " Dirga menggelengkan kepala.
" Tidak Seruni, Tidak!! "
" Aku akan sangat merasa bersalah dan menjadi manusia tak punya hati karena tidak bisa menolong nyawa orang lain. Mereka sedang menanti dan membutuhkan uluran tangan kita, "
" Tapi tidak dengan cara ini, Seruni. Mereka bisa mencari orang lain, bukan aku! "
" Siapa huh? Mereka tak punya banyak waktu karena itu mereka datang meminta pertolongan kita, apa kamu tak kasihan ? "
Dirga mengusap kasar wajah nya, benar-benar tak mengerti jalan pikiran istri nya.
" Aku tak akan pernah menyakiti mu Seruni, kamu tau itu. Aku sudah berjanji pada diri ku sendiri juga pada mu, kalau aku tak akan membuat mu kecewa dan terluka menikahi ku. Apalagi menikahi Dania, itu tak pernah terbesit dalam benak ku sedikit pun, bukan hanya Dania..wanita lain sekali pun aku tak akan pernah memasukan orang ketiga dalam rumah tangga kita, " jelas Dirga.
" Aku tau itu, aku sangat bersyukur memiliki mu. Tapi ini permintaan ku, aku mohon buktikan cintamu itu dengan menikahi Dania, tolong dia dan juga bayi nya. Anak itu saudara kandung Keysha, demi aku, demi Tuhan tolong dia. "
Seruni memeluk erat Dirga, tangis mereka pun pecah seketika. Seruni terus saja memaksa Dirga, hingga akhirnya Dirga terpaksa menuruti permintaan Seruni. Atas dasar kemanusiaan dan menyelamatkan dua nyawa, ia rela menikahi Dania.
__ADS_1
Sore itu Dirga, Seruni, dan Maria mendatangi Rumah Sakit tempat Dania di rawat. Keysha mereka titipkan di rumah Wirya, mereka pun tak mengatakan pada Wirya jika hari ini Dirga akan menikahi Dania secara siri.
Di depan pintu ruangan Dania, Dirga mematung seakan enggan untuk masuk.
" Aku tak ingin menyakiti mu Seruni, aku mohon kita cari cara lain, " ucap Dirga, ia menatap manik mata Seruni. Ada pancaran kesedihan di mata indah istri nya, ia yakin itu.
" Kita tak punya banyak waktu, sebentar lagi penghulu akan datang. Cepat lah masuk, aku akan menunggu mu di sini, " pinta Seruni mencoba menahan air mata yang berdesakan ingin keluar.
" Seruni, ini bukan keputusan yang baik apalagi untuk kalian. Mama mohon pikirkan lagi. Dengan memasukan Dania dalam biduk rumah tangga kalian, itu sama saja mempersilahkan harimau untuk memporak porandakan kehidupan kalian. Mama sangat tidak setuju, " lirih Maria yang dari awal memang tidak setuju dengan rencana Seruni, namun ia tak bisa berbuat banyak apalagi mencampuri urusan anak-anak nya.
" Mam, aku yakin sekarang Dania akan lebih dewasa apalagi sebentar lagi dia akan punya anak. Pernikahan ini hanya sebatas formalitas saja, setelah ini Dirga bisa menceraikan nya kembali, setidaknya sampai Dania melahirkan bayi nya.
" Sayang,,, "
" Dirga,, aku mohon. Demi nyawa mereka, aku rela berbagi. " Seruni mencium suami nya.
Nila muncul membukakan pintu saat mendengar suara mereka sedang bercakap di depan ruangan putri nya. Ia sudah di beritahu lewat telepon, jika Dirga akan menolong Dania dan mewujudkan keinginan Nila.
" Ayo masuk Nak Dirga, " kata Nila dengan wajah sumringah.
" Mama tunggu di sini bersama Seruni, " tegas Maria tanpa mau melihat ke arah Nila.
" Mam, temani Dirga. Lagi pula mana mungkin Dirga menikah tanpa ada satu pun keluarga menemani nya. Mama juga harus menjadi saksi. " Seruni membujuk mertua nya itu agar ikut masuk ke dalam.
Maria mendengus kesal, ia melipat lengan di depan dada, ia masuk ruangan dengan sengaja menyenggol tubuh Nila yang berdiri di ambang pintu.
" Tante masuk duluan, nanti aku nyusul, " kata Dirga pada Nila.
" Baiklah, penghulu sudah datang. Kamu jangan lama-lama ya. Semakin cepat makin baik. " Nila pun masuk ke dalam.
" Ayo masuk sayang, " pinta Seruni, sementara Dirga malah memeluk erat istri nya seakan tak ingin beranjak meninggalkan Seruni sendirian. Ia tau hati Seruni pasti akan sangat terluka jika menyaksikan pernikahan diri nya dengan Dania. Untuk itu Seruni lebih memilih di luar dan tak ikut masuk ke dalam.
Perlahan Dirga melepaskan Seruni saat orang-orang di dalam sana memanggil nya agar segera masuk dan melangsungkan pernikahan. Nila kembali melongok di balik pintu untuk memanggil Dirga.
Air mata pun berhasil jatuh seiring masuk nya Dirga ke ruangan itu. Tangis yang sedari tadi ia tahan, perlahan kini mulai membasahi wajah nya.
Bersambung,
__ADS_1
[ Tadi nya othor pengen segera selesaikan novel ini, tapi konflik baru muncul lagi 🤔]