MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 41


__ADS_3

Dirga sangat di kejutkan dengan kabar pertunangan nya sendiri, yang ia sendiri pun tak mengetahui nya. Dari Jimmy ia tau semua, Jimmy memberitahu perihal undangan yang sudah tersebar di perusahaan Cakra Dirgantara.


Merasa terjebak Dirga pun protes pada Maria, namun Mama nya itu bersikeras dengan keputusan nya. Kondisi Maria yang belum sepenuhnya sembuh pun membuat Dirga tak bisa berbuat apa-apa.


Apalagi Dokter sudah memperingatkan nya untuk tidak memicu emosi Maria,karena bisa terjadi hal yang tak di inginkan.


Dirga hanya bisa pasrah, namun ini baru pertunangan jadi sewaktu-waktu Dirga masih bisa memutuskan ikatan tersebut jika kondisi Maria sudah lebih baik. Itu lah yang sedang Dirga pikirkan saat ini.


.


.


Dania mengenakan gaun berwarna putih dengan beberapa aksesoris gemerlap menghiasi gaun tersebut. Polesan make up menyempurnakan penampilan nya.


Senyuman terukir di bibir merah gadis itu, seraya menatap cermin ia tak menyangka malam ini ia akan resmi menjadi tunangan Dirga.


Beberapa tamu sudah datang memenuhi area hotel tempat pesta itu di langsungkan. Nampak di sana karyawan kedua perusahaan besar berdatangan, tak terkecuali Seno beserta istrinya.


Bahkan Radik pun di undang dalam acara pertunangan tersebut, Dania sengaja mengundang nya karena ia ingin Seruni menyaksikan hari kebahagiaan nya bersama Dirga. Ia mengira Radik akan datang bersama Seruni, tapi gadis itu salah besar.


Radik datang sendiri ke pesta Dania dan Dirga, pria itu sedikit lega mengetahui pertunangan mereka, itu berarti Dirga tak akan menjadi penghalang rumah tangga nya lagi. Meski pun rumah tangga diri nya dan Seruni sudah di ujung tanduk, ia masih mengharapkan isteri nya bisa berubah pikiran dan kembali pada nya.


Dirga dan Maria sudah duduk di kursi singgasana yang di sediakan, sedang Dania baru memasuki ruangan tersebut. Dengan anggun Dania yang di dampingi kedua orang tua nya pun berjalan mendekat ke tempat Dirga berada, dari kejauhan Seruni dan Lasri baru datang ke pesta tersebut.


Hati Seruni terasa tercabik-cabik, ia tetap menahan air mata nya agar tak lolos jatuh membasahi wajah cantik nya.


Lasri menguatkan Seruni dengan meraih jemari sepupu nya itu, mata mereka pun beradu seiring terhenti langkah kedua nya.

__ADS_1


Seruni mengedipkan pelan mata, memberi isyarat jika diri nya baik-baik saja. Mereka pun kembali melanjutkan langkah, mendekati kerumunan para tamu undangan yang sedang menyaksikan kebahagiaan dua insan yakni Dirga dan Dania.


Radik menyadari kehadiran Seruni di pesta itu, ia mendekat dan menarik lengan wanita yang masih berstatus sebagai istri nya.


'' Seruni, kamu ada di sini juga, '' sahut Radik.


'' Lepasin aku Mas. '' Seruni berusaha menepis lengan pria itu.


'' Kamu gak bisa terus seperti ini sama aku, kita harus memperbaiki semua nya, kita mulai dari awal. Aku yakin kita akan hidup bahagia bersama Keysha, '' pinta Radik penuh harap.


'' Semua sudah terlambat, aku akan segera mengurus proses perceraian kita, jadi aku mohon jangan pernah ganggu kehidupan ku lagi. '' Seruni berhasil melepaskan lengan nya dari Radik namun tentu saja pria itu mulai naik pitam setelah mendapat respon buruk dari Seruni.


'' Jangan pernah berpikir aku akan melepaskan mu begitu saja, aku pastikan perceraian itu tak akan terjadi, ayo ikut aku.. '' Radik kembali menarik lengan Seruni, kali ini tubuh wanita itu pun terseret karena ulah nya.


Lasri mencoba menghalangi usaha Radik namun tenaga nya tak cukup bisa melawan pria itu. Keributan mereka pun mulai di sadari beberapa tamu, mengundang semua mata tertuju pada mereka. Begitupun Dirga, ia yang juga baru sadar akan keberadaan Seruni di sana segera melangkahkan kaki.


Namun Dania menahan lengan Dirga agar tidak menghampiri Seruni dan Radik. Dirga menepis kasar cengkraman Dania hingga gadis itu sedikit tergoncang tubuh nya.


Kini mata para tamu pun tertuju pada Maria dan yang lain nya. Pandangan mereka silih berganti antara tempat Maria berada dan Seruni. Beberapa dari mereka saling berbisik dengan asumsi masing-masing.


Dirga tak perduli kan sahutan Mama nya, ia kembali melangkah menghampiri Radik dan Seruni.


'' Jangan sentuh Seruni, '' geram Dirga.


'' Kamu lupa kalau dia itu istriku ? Apa urusan mu hah ? Lebih baik kamu kembali ke sana dan lanjutkan pesta pertunangan kalian, '' ujar Radik dengan nada mengejek.


'' Aku sudah bilang, sebentar lagi kita akan bercerai. Lepaskan aku !! '' Seruni menatap kedua pria di hadapan nya secara bergantian, ia sengaja mengatakan perihal rencana perceraian nya dengan Radik semata-mata agar Dirga mengetahui jika diri nya sudah mengambil keputusan bercerai dari suami nya.

__ADS_1


Antara kaget dan bahagia Dirga mendengar ucapan Seruni barusan, seakan memberi kekuatan pada nya untuk bertindak lebih.


Dirga melepaskan cengkraman Radik, bahkan ia tak segan melayangkan pukulan-pukulan pada wajah dan tubuh pria itu.


Sudah lama sekali ia memendam kemarahan nya pada Radik, apalagi saat dia tau penyakit yang di derita Seruni akibat ulah Radik. Ia meluapkan semua emosi nya, tanpa ada perlawanan dari pria tersebut karena kondisi Radik memang sangat lemah.


Seno yang melihat semua itu pun mendekat dan melerai mereka. Sementara Celin istri Seno sangat geram, lagi-lagi Seruni membuat onar hingga Seno turun tangan lagi karena wanita itu. Kebencian Celin sama hal nya yang di rasakan Dania. Kedua wanita itu benar-benar benci pada Seruni.


'' Cukup !! '' teriak Seruni mengehentikan mereka.


Seruni sangat malu karena menjadi tontonan orang-orang.


'' Seruni, '' Dirga memeluk wanita itu dengan erat, sementara Radik nampak kesakitan memegangi perut nya yang terkena pukulan Dirga. Hati nya panas melihat Dirga memeluk istri nya, namun dia tak bisa berbuat apa-apa Seno memegangi tubuh nya yang tak berdaya. Darah pun menetes di sudut bibir dan hidung Radik akibat bogem mentah dari Dirga.


Semua mata membulat menyaksikan Dirga memeluk Seruni, tentu saja membuat Maria, Dania, Nila dan Yudha marah.


'' DIRGA !! '' tubuh Maria melemah hingga jatuh pingsan, untung Yudha sigap menahan tubuh nya. Dania teriak histeris memanggil Maria.


Dirga melepas pelukan nya, ia tak sadar jika sikap nya saat ini membuat Maria emosi. Dirga terlalu bahagia mendengar kabar perceraian Seruni, hingga ia melupakan semua nya .


Dirga bergegas merangkul tubuh Maria yang sudah di tahan oleh Yudha, Seruni pun ikut panik dan mendekati ke tempat Maria berada.


'' Pergi kamu dari sini, dasar pengacau..'' ucap Nila penuh kebencian.


Langkah Seruni terhenti, ia menatap Dirga yang juga kini tengah menatap nya namun beberapa saat Dirga kembali fokus pada Maria dan membawa Mama nya pergi dari tempat itu di ikuti Dania dan yang lain.


Sorot mata penuh kebencian dari Dania dan keluarga nya saat menatap Seruni, belum lagi dari para tamu yang datang. Semua mata seakan menjadikan nya terdakwa di tempat itu.

__ADS_1


Lasri segera menarik lengan Seruni, mengajak nya pergi dari sana. Saat ini pikiran Seruni benar-benar kacau, bagaimana bisa ia mendapatkan Dirga sementara Maria sepertinya sangat membenci diri nya.


Tak terasa air mata pun jatuh membasahi pipi Seruni, melihat kejadian tadi ia yakin jika Dirga tak bisa memenuhi janji pada nya karena kondisi Mama nya yang sakit-sakitan hingga ia harus menyetujui untuk bertunangan dengan Dania. Seruni bisa memahami semua itu tanpa harus di jelaskan oleh Dirga. Kejadian barusan cukup memberi nya gambaran apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2