MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 9


__ADS_3

Seperti malam-malam sebelum nya. Pulang kerja Radik sudah di tunggu oleh beberapa teman nya di sebuah club malam.


Dia bergegas melaju kan mobil ke tempat di mana teman nya berada. Tak lama dia pun sampai di depan sebuah club. Radik melangkah kan kaki memasuki ruangan yang di penuhi hiruk pikuk manusia juga hingar bingar suara musik di sertai lampu disco warna warni.


Mata nya menyapu ke seluruh ruangan yang tak begitu terang. Hingga tertuju pada satu titik di mana teman nya duduk. Dia melanjutkan langkah menuju ke arah mereka berada.


Tio, Ciko dan Billy tengah asyik bersama pasangan nya masing-masing.


" Ini dia Radik..lambat sekali kau datang. " ucap Ciko ketika Radik mendekat.


" Maklum orang sibuk..pegawai kantoran!! " celoteh Billy terkekeh.


" Sorry, udah lama nunggu ? " Radik segera duduk bergabung bersama mereka.


" Lumayan sih.." ucap Tio seraya menenggak minuman beralkohol lalu menyodorkan gelas berisi cairan yang sama pada Radik.


Radik pun langsung menyambar gelas itu dan menenggak habis.


" Si Bunga udah lumutan tuh nungguin lo dari tadi. Udah gak nahan kali. " tutur Ciko sembari menunjuk ke arah di mana wanita bernama Bunga berada.


Radik segera mengikuti arah yang di maksud. Nampak wanita berpakaian minim duduk di depan bartender sembari menikmati minuman.


Paha mulus nya terpampang saat kaki nya di silangkan. Membuat setiap mata pria hidung belang membelalak melihat nya. Tak terkecuali Radik yang terpana melihat keseksian wanita bernama Bunga.


" Gue ke sana dulu deh. " Radik segera beranjak menghampiri Bunga yang tak jauh dari tempat nya semula.


" Halo cantik, maaf sudah bikin kamu menunggu. " tutur Radik manis sembari mengaitkan uraian rambut wanita itu ke telinga.


" Sayaaanngg..." suara manja Bunga, peluk nya menghambur ke tubuh Radik.


Wanita itu bergelayut manja pada Radik membuat Radik tak bisa menahan gejolak dalam diri nya. Bagaimana pun dia pria normal yang pasti akan bereaksi saat ada perempuan berlaku agresif seperti Bunga.


Apalagi Bunga sangat sexy jauh di bandingkan Seruni yang tampil biasa saja. Walaupun wajah Seruni lebih cantik ketimbang Bunga tapi Radik tetap saja tak bisa melawan godaan wanita j*l*ng itu.


Mereka pun berbincang sembari menikmati miras yang sudah berbotol-botol mereka pesan dan habiskan berdua.


Sesekali mereka tak segan berciuman tak perduli dengan sekitar. Hal seperti itu memang sudah biasa di tempat itu. Setelah kedua nya puas minum, mereka pun segera masuk ke kamar yang sudah di sewa oleh Ciko atas perintah Radik.


Dua sedjoli itu saling memberi kepuasan. Hampir setiap malam Radik bersetubuh dengan wanita bernama Bunga.

__ADS_1


Wanita yang ia kenal beberapa bulan lalu. Bunga wanita pemuas nafsu hidung belang yang selalu mangkal di club tersebut berhasil membuat Radik terjerat dalam hubungan terlarang.


Saat mengenal Radik, Bunga tak lagi menerima pelanggan lain di malam hari. Radik sudah memboking nya bahkan seolah seperti kekasih nya. Namun di saat Bunga tak bersama Radik, wanita itu tetap saja menjajakan diri nya pada lelaki lain.


Radik tidak mengetahui hal itu, karena Radik pernah meminta Bunga untuk berhenti menerima pelanggan selain diri nya. Bahkan Radik tak segan memberi bayaran yang fantastic pada wanita itu.


Awal nya Radik hanya berniat bersenang-senang dan melampiaskan segala kekesalan nya pada Seruni.


Namun semakin kesini Radik kebablasan. Diri nya makin terjerat oleh Bunga yang pintar menggoda. Walaupun hati dan cinta nya hanya pada Seruni hanya saja kebencian menutupi bahkan membuta kan mata nya.


Jam menunjukan pukul sebelas malam. Radik segera bangkit mengancingkan kemeja nya sementara Bunga masih tanpa busana. Hanya selimut yang menutupi sebagian tubuh nya.


" Sayang kapan sih bisa seharian sama aku, kali ini aja gak usah pulang. " rayu Bunga.


" Nanti kita atur waktu nya. Sekarang aku harus pulang. " tutur Radik sembari mencium pipi wanita itu.


" Besok kan kamu libur kerja. Kenapa sih gak pernah ada waktu sama aku. Sekali nya ketemu cuma beberapa jam saja. Aku masih kangen. " Bunga memeluk Radik dari belakang .


" Nanti aku ajak kamu liburan ya!! Tapi gak sekarang. Aku janji. " ucap Radik.


" Sayang..aku mau nya sekarang berduaan sama kamu. Aku gak mau liburan..gak mau nanti..aku masih belum puas. " Bunga kembali menggoda Radik.


Satu persatu ia lepas kancing kemeja yang sudah di pasangkan oleh Radik sebelum nya.


Mereka kembali saling melepas hasrat. Saling memuaskan satu sama lain hingga akhir nya tumbang dan tertidur pulas.


Sementara di rumah Seruni masih menunggu kedatangan suami nya. Berkali-kali dia melirik jam dinding namun Radik tak datang juga padahal malam semakin larut.


Mata Seruni terasa berat, rasa kantuk membuat nya sesekali tertidur sambil duduk bersandar di sofa lalu kembali terbangun lagi menatap jam dinding, jarum nya sudah menunjukan jam tiga pagi.


Tink !!


Suara Hp-nya berbunyi. Segera ia meraih nya dan membuka pesan masuk.


Air mata seketika jatuh menetes, tubuh nya bergetar hati nya hancur seperti tersambar petir.


Sebuah foto di kirim dari ponsel suami nya. Foto kemesraaan Bunga dan Radik yang tengah seranjang tanpa busana.


Meskipun hanya setengah badan tapi Seruni bisa tau apa yang sudah mereka lakukan.

__ADS_1


Tink !!


Pesan berikut nya muncul menambah luka semakin menganga di hati Seruni.


[ Suami mu sedang bersenang-senang dengan ku. ]


Isi pesan tersebut membuat Seruni tak bisa menahan amarah nya. Dia ingin sekali membalas pesan tersebut tapi setelah di fikir lagi , dia takut Radik akan memarahi nya habis-habisan.


Seruni melempar benda pipih itu ke ujung sofa. Dia membenam kan wajah ke telapak tangan nya. Membayangkan suami nya bercinta dengan wanita itu.


Hati nya bagai tersayat pisau tajam. Aliran darah seolah terhenti, Seruni mengutuk diri dengan kebodohan nya serta kelemahan nya.


Di sebrang sana Bunga nampak puas dengan apa yang ia perbuat. Segera ia hapus gambar yang sengaja di kirim ke nomor Seruni lewat handphone Radik.


Bunga ingin menghancurkan rumah tangga mereka. Dia ingin menggeser posisi Seruni.


Bunga kembali menyimpan handphone Radik ke tempat semula seolah tidak terjadi apa-apa. Dia tau dari Radik bahwa hubungan rumah tangga mereka sedang tak baik. Bunga juga tau sikap Seruni yang lemah. Untuk itu Bunga yakin kalau Seruni tak mungkin membeberkan pada Radik foto serta chat yang ia kirim barusan.


Bunga kembali berbaring dan tertidur pulas. Beberapa jam kemudian Radik bangun.


Dia kaget saat melihat arloji nya menunjukan jam lima dini hari. Segera ia melepas pelan pelukan Bunga. Dan memakai pakaian nya lengkap.


Radik bergegas keluar lewat pintu belakang club. Saat itu ada seorang OB yang sedang bertugas membersihkan club tersebut. OB itu menyarankan Radik untuk pulang lewat jalan belakang yang langsung terhubung ke tempat parkir.


Radik memukul-mukul stir nya. Dia sudah kebablasan pulang pagi.


Sesampai di rumah nampak Seruni sedang sholat di kamar. Radik menghentikan langkah nya, hati nya seakan tersentuh oleh Seruni. Rasa bersalah seketika terlintas. Namun semua tak bertahan lama.


Apalagi saat ini dia melakukan kesalahan fatal. Dia tidak ingin diri nya menampakan kesalahan nya. Jika ia lemah bukan tak mungkin Seruni akan berani melawan nya. Radik sering menutupi kesalahan dengan marah-marah. Dia yang salah dia juga yang marah. Begitu lah sikap Radik.


Seruni baru selesai sholat, ia sadar akan kehadiran Radik di mulut pintu. Segera ia melipat mukena serta sajadah menyimpan di tempat semula.


Dengan terpaksa Seruni mengulas senyum.


" Mas..sudah pulang ? " Seruni mencoba menghampiri Radik.


" I-iya..aku ketiduran di rumah Tio. Semalam lembur ada kerjaan dan aku minta Tio membantu ku. Alhasil aku kesiangan. " padahal Tio tidak sekantor dengan nya itu hanya alasan Radik saja.


Seruni mengangguk pelan mendengar bualan suami nya. Dia masih sabar sampai detik ini. Seruni memang tidak begitu tau semua staff yang ada di kantor suami nya.

__ADS_1


Radik sedikit lega karena respon Seruni tak mencurigai diri nya. Wanita ini memang takan berani macam-macam pada nya. Radik tau persis hal itu.


Radik segera ke kamar mandi untuk mebersihkan diri sementara Seruni ke belakang menyelesaikan pekerjaan rumah.


__ADS_2