MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM

MELEPAS ASA YANG KU GENGGAM
Bab 36


__ADS_3

'' Lebih baik kalian bercerai, Bapak tak mau nasib kamu sama seperti nya. Kamu harus segera memeriksakan diri, meyakinkan kalau benar-benar tak tertular penyakit lelaki baj*ngan itu, '' ucap Wirya dengan nada suara tinggi masih sambil menepuk-nepuk dada nya yang sesak.


Seruni terkejut mendengar penuturan Wirya. Tangis yang sedari tadi ia tahan kini kembali membanjiri wajah cantik wanita itu, begitupun Susi tak bisa menahan air mata yang sudah berdesakan ingin keluar.


Apa yang di ucapkan Wirya ada benar nya, Seruni memang harus segera memeriksakan diri ke dokter agar secepatnya mengetahui apa diri nya tertular penyakit itu atau tidak.


Namun masalah perceraian bukan hal yang mudah untuk nya. Selama ini dia sudah berusaha mempertahankan rumah tangga nya dengan Radik, pengorbanan yang selama ini ia lakukan akan sia-sia jika ujung-ujung nya harus bercerai.


'' Aku akan periksakan kesehatan ku nanti, tapi untuk bercerai sepertinya aku masih butuh waktu memikirkan semua itu, '' lirih Seruni.


Wirya mendengus kesal, sudah berapa kali beliau menyarankan agar Seruni meninggalkan Radik namun jawaban nya tetap sama.


'' Seruni, kalau kamu masih menyayangi diri mu dan anak mu maka ceraikan Radik. Itu jalan terbaik , lagipula Radik bukan suami yang baik selama ini, apalagi sekarang dia akan membahayakan nyawa mu dengan menularkan penyakit mematikan, '' tegas Wirya kembali meyakinkan Seruni.


'' Maaf Pak, Bu. Seruni harus segera pergi ke apotik untuk membeli obat. Mas Radik pasti sudah menunggu, ini uang untuk membeli kebutuhan Keysha. Maaf Seruni merepotkan Ibu sama Bapak, '' ia pun beranjak pergi setelah memberikan amplop berisi uang pada Susi.


Perkataan Wirya masih terngiang-ngiang di telinga Seruni. Dia berjalan sambil melamun hingga tak sadar seseorang memperhatikan nya dari kejauhan.


Dania dan kedua sahabat nya Citra dan Rani melihat Seruni tengah berjalan menuju apotik.


'' Kita turun, '' ucap Dania pada Rani dan Citra.


Ketiga gadis itu pun turun dari mobil merah yang terparkir di pinggir jalan. Saat itu mereka tak sengaja sedang melintas kemudian Rani melihat Seruni, hingga Dania pun menepikan mobil nya.


'' Seruni, '' sahut Dania membuyarkan lamunan wanita ia panggil.


Seruni menoleh ke arah sumber suara, ia mengernyitkan dahi mencoba mengingat siapa gadis yang memanggil nya barusan.


Dania mendekat menghampiri Seruni, kedua teman nya menyusul di belakang. Saat ini mereka sudah berhadap-hadapan, dan saat ini pula Seruni ingat kalau gadis itu ialah Dania putri dari Yudha atasan suami nya.


'' Masih ingat dengan ku ? '' tanya Dania sinis.

__ADS_1


'' Tentu saja, nona Dania. '' jawab Seruni datar.


'' Bagus, rupanya kamu tak melupakan aku. '' Dania semakin terlihat angkuh.


'' Siapa juga yang gak kenal sama kamu Dania, semua orang tau kalau kamu anak tunggal pemilik perusahaan besar di kota ini, '' celetuk Rani membuat Dania menyeringai.


'' Dan apalagi kamu itu calon tunangan pengusaha muda bernama Dirga. Siapapun pasti mengenal kalian, bukan begitu ? '' Citra kini ikut-ikutan mengompori.


' Tunangan Dirga ? ' batin Seruni terkesiap.


'' Oh..ya benar kata mereka. Maaf Nona Dania, saya harus pergi. Permisi. '' Seruni berusaha melewati mereka bertiga, namun mereka menghadang jalan yang semestinya di lewati Seruni.


Dania dan yang lain nya menatap sinis Seruni, senyum mereka seakan tengah mengejek diri nya. Membuat Seruni semakin heran, apa sebenarnya mau mereka.


'' Tunggu jangan terburu-buru dulu, aku belum selesai bicara. '' Kata Dania seraya menarik lengan Seruni, ia pun menepis kasar cengkraman gadis itu.


'' Aku mau kamu berhenti mendekati Dirga. Dia calon tunanganku, tak lama lagi aku akan mengadakan pesta pertunangan jadi pergi jauh dari kehidupan Dirga. Jika tidak, aku pastikan hidupmu akan menderita. Paham ? '' ucap Dania penuh penekanan.


'' Justru itu, makanya jangan main-main dengan Dania, '' ucap nya angkuh.


'' Dengar baik-baik, aku takan pernah merebut nya darimu, '' ucap Seruni mulai tersulut emosi.


'' Apa perkataan mu bisa ku pegang ? '' tanya Dania memastikan.


'' Aku belum selesai bicara, '' ujar Seruni.


Dania mengangkat alis menunggu kalimat Seruni.


'' Aku takan merebut dia dari mu, tapi sampaikan pada nya juga untuk tidak mengejar-ngejar aku karena aku sudah bersuami. Katakan itu pada calon tunangan mu, '' Seruni menerobos melewati mereka bertiga hingga tubuh Dania sedikit terdorong oleh nya.


'' S*al '' gerutu Dania kesal. Citra dan Rani pun membelalakan mata mendengar ucapan Seruni barusan.

__ADS_1


Niat mereka ingin memperolok-olok wanita itu kini malah mereka sendiri yang di buat mati kutu.


Seruni berlalu meninggalkan tiga orang gadis yang masih mematung memandangi nya pergi, tak perduli dengan cicitan mereka ia pun bergegas masuk ke apotik membeli beberapa obat yang di butuhkan, dan keluar setelah mendapatkan obat tersebut.


Nampak Dania sudah tak ada lagi di sana, Seruni segera menghentikan taksi untuk mengantarnya pulang.


Di dalam taksi Seruni kembali melamun, kali ini bukan tentang Radik atau penyakit yang di deritanya melainkan Dirga.


Ya. Dia teringat ucapan Dania yang mengatakan kalau sebentar lagi gadis itu akan bertunangan dengan Dirga.


Tak salah memang, mereka berdua lajang, sama-sama kaya dan pemilik perusahaan besar pantas saja jika mereka di jodohkan.


Yang salah itu perasaan nya kini, entah kenapa ada rasa sakit terselip di hati Seruni saat mengetahui Dirga akan bertunangan dengan Dania.


Jika semua itu benar-benar terjadi maka diri nya tak akan lagi menjadi incaran Dirga, kehidupan nya takan lagi di kuntit oleh pria itu. Harus nya ia senang, bukankah itu keinginan nya selama ini ?


Tapi kenapa sekarang terasa lain, rasa nya ia mulai merindukan sosok yang membayangi diri nya. Dimana pun ia berada pasti Dirga ada di sana.


'' Ada yang gak beres dengan ku, '' ucap Seruni seraya memijit kening.


'' Maaf kenapa Bu ? '' tanya sopir taksi heran mendengar Seruni bicara sendiri, ia kira Seruni tengah berkata pada nya


'' Eh..i-itu aku lupa beli sesuatu tadi, '' kilah Seruni merutuk dalam hati.


'' Oh.. mau putar balik ? '' tanya sopir itu lagi.


'' Ng-nggak gak usah, lanjut saja pak, '' Seruni mulai kikuk dan malu.


' Ya ampun, aku sudah tak waras ' gerutu Seruni dalam hati. Bayang-bayang Dirga terus menghantui fikiran nya sepanjang perjalanan ia terus mengingat pria itu.


Berulang kali Seruni menepis fikiran nya tentang Dirga, pesona pria itu kian menjadi jadi. Seperti nya saat ini dia mulai merindukan kehadiran Dirga, di saat seperti ini biasanya dia selalu muncul, namun sudah beberapa hari ini Dirga seakan lenyap. Mungkin Dirga kecewa dengan perkataan nya saat di Rumah Sakit tempo hari, Seruni teringat kejadian saat dia mengusir Dirga.

__ADS_1


__ADS_2